Berkaca pada waktu.

Terkadang kita perlu menengok ke belakang…bukan untuk menyesali apa yang pernah terjadi, melainkan untuk mengevaluasi agar hal-hal yang tidak menyenangkan bisa kita hindari di masa yang akan datang.

Had been posted on my Instagram Irofaruk. Because every picture has its own story.

Iklan

Sepasang Kaki Diam

Sepasang Kaki Diam, 642 kata

 

100 Writing Prompts Challenge

Days #10 – Rich

 

Sepasang Kaki Diam
gambar diunduh dari Google

Genangan air. Ilalang. Jalan setapak. Lampu-lampu jalan. Hiruk-pikuk jam malam. Kemacetan. Spion kaca yang berembun. Tanah basah. Hujan. Angin yang pelan. Kicau burung bersautan. Daun jatuh.

Tanpa kata pamit, mereka pergi. Aku harus rela, ini yang diinginkan Tuhan. Entah sedih atau bahagia, harus kuakui sepasang kaki diam ini telah lama bermasalah. Dengan suara kecil, ia berdebat hampir sepanjang waktu. Mereka tidak mau menyerah kalah satu sama lain. Pernah suatu malam aku diam dan mengintip perdebatan mereka. Continue reading “Sepasang Kaki Diam”

Pernah Salah

Pernah Salah, 328 kata

Jika ada seseorang yang menyakiti…

Atau, jika ada yang berusaha merecoki…

Ada sikut-menyikut seolah dunia bagai sinetron di mana pemeran jahat justru mereka yang dianggap baik…

Atau kadang terasa sekali hidup ini seperti di hutan yang setiap saat harus bersiaga karena di sudut sana, ada seseorang yang bersiap menyeringai, menerkam, bahkan memangsa…

Apa yang akan kamu lakukan, Cinta1668?

Gambar dari Google

Continue reading “Pernah Salah”

Tak Bisa Tidur

Dini hari ini yang dingin, kucoba membuka jendela kamarku dan hembusan angin kurasakan getir menyentuh kulitku, bertambah dingin.

Sengaja! Aku ingin hatiku beku…karena dengan beku aku tak bisa merasakan apapun lagi, termasuk “cinta”.

Mungkin aku salah memakai nama “Cinta” di WordPress ini. Ya, mungkin begitu, mungkin nama ini terlalu berat untukku, aku jadi pecandu cinta yang tak berhenti memikirkannya juga tak bisa mencintai yang lain. Continue reading “Tak Bisa Tidur”

Perihal Cobaan

Belasan abad silam, dunia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yatim yang mampu menoreh prestasi tak terkira. Baru meninggalkan usia balita, ia sudah menjadi piatu. Lengkap sudah hidup tanpa ayah-ibu di usia yang sangat muda. Tapi ia bukan anak manja. Usia 12 tahun, ia sudah memegang unit usaha Internasional Abu Thalib sampai ke Syam dan berhasil menjadi penjual sukses berkat kejujuran yang dipegangnya. Usia 20 tahun, ia dipercaya memegang bisnis besar yang diinvestasikan Khadijah.

Continue reading “Perihal Cobaan”