Sebentuk Hati

Puisi Balada Sebentuk Hati

Iklan
Puisi Balada Sebentuk Hati
Picture from Google, Words from me


Sebentuk Hati oleh Cinta1668

Aku tidak tahu bagaimana asal mulanya simbol cinta bisa berbentuk segitiga di mana salah satu sisinya diambil dan diganti menjadi dua bentuk lengkung setengah lingkaran yang berdekatan.

Ternyata…simbol cinta yang serupa bentuk hati itu berasal dari 3000 tahun sebelum Masehi. Oleh bangsa Yunani, bentuk hati dipercaya berasal dari daun Ivy yang sering digunakan oleh masyarakat Yunani dan Roma sebagai ornamen dalam keramik dan bejana. Sulur yang merambat dari tumbuhan Ivy dianggap melambangkan gairah. Daun Ivy juga ditaruh di batu nisan sebagai tanda cinta yang abadi meski maut memisahkan.

Karena cinta, Kahlil Gibran menjadi pemuda sedih yang terpisah dari pemilik wajah bulan sempurna, Shelma Karamy.

Karena cinta, si gila Qays rela menjadi penguasa hutan, hanya berbicara pada binatang-binatang liar, sesekali melantunkan puisinya yang sedih di sepanjang malam. Serigala-serigala liar mendengar jeritannya, mereka mengerti dan akhirnya luluh pada Qays, mengabdi padanya laksana budak mengabdi pada tuannya.

Karena cinta juga pak Sapardi Djoko Damono berkata : 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Aku sendiri…aku masih sama, aku orang biasa yang masih tak tahu malu mencintaimu.

Namun, jika boleh aku meminta satu hal darimu. 

Tolong jangan ambil senyum yang kau buat melengkung di bibirku sejak dua hari kemarin. Kau tahu, semalam aku tersenyum lebar dan mencium fotomu berkali-kali sampai aku tertidur dan aku masih terbangun dengan senyum.
Aku katakan padanya : “Terimakasih mas sayang, terimakasih atas sedikit waktu yang kau berikan untukku. Jika kau resah atau sedih, kau tinggal mengatakannya. Lewat media kecil itu aku akan tahu, dan aku pasti akan mendoakanmu nanti, aku akan mengadukan semua pada Rabb-ku dan meminta-Nya untuk menghilangkan resahmu hingga kau bisa kembali tersenyum.”

Aku mohon jangan ambil sedikit kebahagiaan ini dariku.

Dan maaf…jika aku tak bisa berhenti mencintaimu. Aku belajar bernafas lega darinya. Aku belajar semangat hidup darinya. Aku belajar menangis dan tersenyum darinya. Dan aku juga belajar mendewasa darinya.

Aku yakin, Tuhan menyayangiku dengan cara-Nya membuatku mencintaimu. Dan aku masih yakin, aku akan bahagia pada akhirnya, dengan atau tanpamu.