Merindukan

Memulai lagi aktivitas lama, 405 kata

Aku merindukan aktivitas itu…

Setidaknya, dulu, paling lama dua minggu sekali aku akan membuatnya.

Tapi,

Semenjak patah tulang, semenjak patah hati, aku mulai melupakan kegiatan itu. Ada perasaan di mana jika aku selesai membuatnya, entah itu hasilnya menarik atau jelek, aku akan appreciate diriku dengan menunjukkannya pada seseorang.

Ketika seseorang itu pergi, aku jadi bingung, setelah selesai nanti pasti ada hal yang kurang. Pasti otak usilku ini akan mengingat-ingat lagi, apa itu aktivitas yang kurang? Continue reading “Merindukan”

Kenapa aku menyukainya?

Aku suka alam,

Aku suka puisi dan karya seni,

Aku suka tantangan,

Aku suka kesibukan,

Aku suka menutup mataku, merasakan sentuhan alam…

Mereka semua membuat hidupku menjadi lebih hidup!
Jawaban atas pertanyaan judul ini ada di salah satu tulisanku di atas. Ya, karena ia adalah karya seni. Satu demi satu guratannya mengingatkanku tentang Pekalongan, kota kecil kelahiranku yang sangat akrab dengan “batik”.

Ya, kuanggap ini seperti membatik. Memikirkan goresan-goresan apa yang akan kubuat selanjutnya, membuatku sedikit terlupa ketika kerinduanku pada seseorang kian membuncah. Ia bahkan mampu sekali menghilangkan kepenatan saat bekerja, kuibaratkan tangan dan kaki ini adalah kertas putih yang bisa kuisi dengan bait-bait puisi, cerita pendek, coretan, atau apapun semauku sendiri. Aku juga menemukan kedamaian di sana, fokusku tak lagi kepada seseorang, tapi lebih kepada goresan, guratan, liuk-liuk yang mau tak mau membuatku semakin terpesona jika hasilnya bagus. Namun bisa juga ia mengerutkan sedikit keningku sambil berkata “yah, hancur sudah!”

Ini seni, 

Ini batik,

Ini favoritku,

Ini Pekalongan, kota lecilku,

Ini hobby-ku,

Ini indah, cantik, dan seksi menurutku,

Dan…ini membuatmu tersenyum dan berkata,”bagus, aku suka!”

Henna-ku sayang, semoga kau mau terus bersamaku, hingga saat terpenting dalam hidupku nanti.

Entah bersama ia, atau seseorang yang lebih baik darinya…aku bersedia menunggu sambil terus-menerus memperbaiki diriku, agar aku pantas untuknya, insya Allah. Semoga!