Aku juga Punya Hati – Bagian ke 3

100 Writing Prompts Challenge

Days #2 – Treat (Chapter 3)

 

Sebelumnya

Satu minggu kemudian.

Acara yang dinanti-nanti ibuku akhirnya tiba. Aku akan melepaskan status single-ku di usia ke 25. Seharusnya bunyi alunan lagu Maher Zain kesukaaanku yang sedang kudengar sekarang, atau alunan lagu Nancy Ajram – Enta Eih, Fi Hagat, dan Wana bin Ideik yang mengalun merdu di telingaku. Tapi…aku tak mendengar semua itu. Yang kudengar sekarang adalah desir pantai, suara ombak, cericit burung yang sedari tadi bersautan, dan pasir gemerisik yang mencoba menggelitik kaki mungilku. Sekarang aku bahkan telah pergi sejauh 15 kilometer ke arah selatan dari desa kelahiranku, desa wisata yang terkenal dengan kerajinan kulitnya sejak tahun 1970 itu. Ya, sekarang aku berada di pantai yang katanya paling populer di Yogyakarta, Parangtritis. Aku, Cinta, memutuskan untuk pergi di hari pernikahanku. Entahlah, aku kalut, tak bisa lagi berpikir jernih, akhirnya aku lari ke sini berharap seseorang yang dulu pertama kali mengajakku ke sini akan datang, membujukku kembali pulang, meski jawabanku tetaplah tidak.

Lanjutkan membaca “Aku juga Punya Hati – Bagian ke 3”

Aku juga Punya Hati – Bagian 2

100_writing_prompts_challenge_by_sunshockk-d5gj6pk.png

100 Writing Prompts Challenge

Days #2 – Treat (Chapter 2)

 

 Sebelumnya

 

img_20170115_164518_158
Picture by Google, words design by me

Perjalanan selama hampir lima jam telah kulalui. Kini sampailah aku di desa kelahiranku, sebuah desa kecil bernama Desa Manding di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa wisata yang terkenal dengan kerajinan tangannya.

Jalan-jalan yang masih rimbun dan asri, tak banyak berubah sejak aku pulang terakhir kali tepatnya satu tahun yang lalu. Satu demi satu bayangan itu kembali menguak, serupa hujan yang tiba-tiba mengguyur ingatan.

Lanjutkan membaca “Aku juga Punya Hati – Bagian 2”

Aku Juga Punya Hati – Cerbung Fiksi

100_writing_prompts_challenge_by_sunshockk-d5gj6pk.png

100 Writing Prompts Challenge

Days #2 – Treat

*Note : Nama Cinta di sini adalah fiksi. Cinta, si pemilik blog tidak pernah mengalami kejadian serupa. Nama Cinta akan digunakan seterusnya untuk semua cerpen dan cerbung di kategori ini. Harapannya adalah agar penulis lebih bisa memasuki dunia cerita. Selamat membaca. ^__^

***************************************

           Detik tidak pernah melangkah mundur,

Tapi kertas putih itu selalu ada.

 

Waktu tidak pernah berjalan mundur,

dan hari tidak pernah terulang lagi,

tapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru,

untuk semua pertanyaan yang tak terjawab.

 

Dua bait puisi Rangga – Cinta dalam film AADC versi Line 2014 yang berdurasi 10:25 menit di atas kutulis karena kisahku kali ini hampir mirip dengannya.

Lanjutkan membaca “Aku Juga Punya Hati – Cerbung Fiksi”

Would you dance with me? – Cerpen Fiksi

100 Writing Prompts Challenge

Day #1 – Dance

Note : Nama untuk cerita fiksi ataupun non fiksi, akan kubuat serupa namaku, Cinta. Tujuannya adalah, agar aku lebih mudah bercerita, dengan menggunakan nama sendiri, aku yakin akan lebih mudah berimajinasi dan masuk ke dalam alur cerita. Jadi, sebenarnya nama Cinta di sini hanya fiksi dan tidak pernah dialami oleh Cinta, pemilik blog sekaligus penulis cerpen ini. Selamat membaca. 😉

************************************************************************

Picture by Google

31 Desember 2016.

Hari ini adalah minggu ke 40-ku di Melbourne – Australia. Bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Lebih tepatnya kusebut dengan sebuah keterpaksaan yang dilakukan oleh mama. Minggu, 08 Maret 2016 lalu, aku yang tiba-tiba disuruhnya mengemasi barang-barangku, semuanya, dengan alasan pemindahan tugas kantornya, kita sekeluarga (aku dan mama) akan pindah ke Bali. Bodohnya aku sama sekali tak berpikir bahwa mama mengerjaiku waktu itu. Tiba di airport, ia menyerahkan tiket pesawat ke Melbourne – Australia, paspor, dan visa untuk tiga bulan menetap di sana.

Lanjutkan membaca “Would you dance with me? – Cerpen Fiksi”

Hujan & aku yang dulu

Picture by Google

Terimakasih karena telah menyapaku lagi pagi ini dengan begitu derasnya.

Apakah kau tahu, setiap kali deraimu mengalir deras seperti ini, muncul suara yang tiba-tiba mengagetkan berbisik di telingaku,

Cinta semangaaaatttt…semangatlah, semangat dan tersenyumlah! Kalau kau masih ingin menangis, menangislah bersamaku, menangislah sekencang kau mau, keluarkanlah semua beban sedihmu. Tapi setelahnya kau harus tersenyum! Hadapi duniamu dengan tegar, Cinta!

Lanjutkan membaca “Hujan & aku yang dulu”

Suatu Saat Bila Kita Dekat

Dek Linda, maaf baru sempat buat mix puisi-lagu-nya, jadi ingat, padahal janjinya udah lamaaaaa banget pengin buat mix ini dengan puisi dek Linda. Heee maaf ya dek, baru sekarang selesai. 😁. Semoga suka. 😇

Suatu Saat Bila Kita Dekat, puisi by Linda, pemilik WordPress yulindapl.wordpress.com

All picture by Linda – yulindapl.wordpress.com

Mix lagu :

“True Colors”

Justin Timberlake feat Anna Kendrick

Lanjutkan membaca “Suatu Saat Bila Kita Dekat”

Lupa (Cerpen Fiksi)

Aku masih berdiri di bawah senja yang sama. Di bawah jingga yang sama. Juga di bawah temaram yang sama. Saat lembayung senja mulai mengirimkan pasukan merah saganya, mengusir sore hari dengan paksa dan menggantinya dengan malam yang pekat juga dingin yang tak lagi bersahabat.

Tepat tiga tahun lalu, aku sangat menyukai jingga ini, siluet pantai ini, suara ombak ini, gemerisik pasir ini, dan angin sore ini. Lanjutkan membaca “Lupa (Cerpen Fiksi)”

Line – Diary Electric

Pict by Google

Sudah lama aku tak menulis diary lagi.

Bukan karena tak suka, sungguh bukan!

Hanya saja, diary bentuk buku itu mudah sekali terbaca…sedangkan si Risha, ponakanku yang masih ABG itu usil sekali, suka sekali mengotak-atik semua benda termasuk gadget milikku, tak ketinggalan handphone-ku pun digeledah olehnya.

Pernah aku gelagapan dengan pertanyaannya yang kritis,

Lanjutkan membaca “Line – Diary Electric”

Ajaib Memang, Apalagi Jika Kita Selalu Mempercayai Keajaiban-Nya

Subhanallah walhamdulillah wa laailaahaillallah wallahu akbar…

Ajaib memang, sesuatu yang kadang di luar dugaan tapi itu benar terjadi! Dan aku bahagia, lagi lagi Dia menunjukkan ke-Maha Kuasa-annya.

Aku, Cinta, orang biasa, sangat biasa malah. Masih suka cemas, kadang juga mengeluh, tapi bukan karena sakit, sungguh bukan, tapi lebih kepada…karena aku masih bernafas, masih bisa melakukan hal yang ingin dilakukan namun tak bisa kulakukan dengan alasan harus beristirahat, kurasa itu menyebalkan!

Dulu, aku masih ragu saat mengatakan, “I like being busy”…tapi sekarang, aku benar-benar ingin mengatakannya.

Lanjutkan membaca “Ajaib Memang, Apalagi Jika Kita Selalu Mempercayai Keajaiban-Nya”