Mencintai Takdirku (Cerpen Fiksi)

Ini adalah cerpen terbaru saya yang alhamdulillah masuk 50 nominator terbaik lomba SCMI 4 (Sayembara Cerita Mini Internasional) di Yaman. Karena hanya dibukukan di Yaman dalam buku antologi, ada baiknya aku bagi dengan pembaca. Selamat membaca.

Sumber : dari sini

Sekolah Kapal. Begitu mereka menyebutnya. Ya, memang benar adanya, dinamakan Sekolah Kapal karena tempat ini berdiri di atas sebuah sungai besar dengan pemandangan kanan-kiri air, bukit, juga pepohonan hijau. Jangan dibayangkan ada televisi ataupun listrik, sinyal ponsel saja susah didapat.

Transportasi di sini menggunakan perahu kecil yang ditarik dengan mesin dan hanya datang tiga kali dalam seminggu: Senin, Rabu, dan Jumat. Belum lagi jika ada badai. Hmmm… hampir semua area yang terbuat dari kayu dan bambu ini habis terseret angin. Dan kalau itu semua sudah terjadi, terpaksa aku dan keenam muridku yang membenahinya kembali. Oh iya, kita belum berkenalan, ya? Aku sudah berbicara panjang lebar saja. Maaf, maaf. Continue reading “Mencintai Takdirku (Cerpen Fiksi)”