Jalan yang Membingungkanku.

Bila kau sudah tahu bahwa setiap diri itu berbeda…jadikan dirimu spesial dengannya! 936 kata.

Iklan

Apa kau tahu, Lovers. Dari tadi aku confused loh…mau posting tulisan ini apa tidak?

Iya

Tidak

Iya aja

Tidak ah

Iya in ada, kan kan mumpung terbersit ide

Tidak. Titik. Final decision nih sekitar jam 10 malam lalu.

Eh tapi sekarang koq tiba-tiba ingin memposting lagi. *plin-plan ini eneng ya?! Mungkin juga ini dikarenakan hawa malming menjalar di otakku, alhasil galau deh mau posting apa tidak! 😁😅😂

“Jalan yang membingungkanku”

Apa pula itu maksudnya, Cinta? Duuuuh, Cinta, kamu kapan berubahnya sih? Udah mau tutup tahun ini. Masa episode baper-baperannya nggak selesai selesai juga? Bosen nih. Mau sampai kapan? Ganti dunk! Move-on dunk! 😑

Yaaaah…si ucrut ngambeg deh. 😅. Gini loh ucrutku, sayangku, cintaku, kekasihku, temanku, sahabatku, kakakku, adekku, omku, muridku, pakdheku, budheku, kakekku, nenekku, dan lain-lainnya yang tidak mungkin kusebutkan satu demi satu karena akan menghabiskan halaman WordPress.com. pastinya. Jangan terkecoh sama judul. Kan, salah satu tujuan judul dibuat adalah untuk membuat Lovers jadi kepo alias penasaran, bukankah? 😎

Nah…kalo udah kepo jadi ingin membaca dunk? Ya kan ya kan? *ini sih maunya si Cinta aja. 😁😅😂

Yowes, kita lanjutkan ya.

Setiap orang pasti punya kelemahan. Begitu pun aku. Beberapa waktu lalu, aku sudah menceritakan kalau aku adalah penderita short memory, juga hiperhidrosis. Dan ternyata masih ada satu kelemahan fatal yang kumiliki, Lovers.

Apakah itu?

Suer. Aku gagal fokus dan selalu bingung kalau ditanya arah jalan. 😣

Jalan yang membingungkanku
Koleksi foto pribadi

 

Maksudmu kayak foto di atas ya Cin? 👆👆👆👆👆👆👆👆👆Kamu inget mantan terus kamu lupa jalan pulang? Begitu? 😎

Aaaaakkkk…bukan, bukan. Bukan begitu maksudku. 😐. Aku kan sudah bilang tadi…jalan yang ini bukan jalan yang itu…jalan yang ini beda. Mau tahu? Yuk yuk kepoin lebih lanjut. Pakai kacamatamu. 😎😎😎 *Duuuh, berasa nonton film 3D aja.

Next=============>>>>>>>>>>>>>>>

Continue reading “Jalan yang Membingungkanku.”

Sepasang Kaki Diam

Sepasang Kaki Diam, 642 kata

 

100 Writing Prompts Challenge

Days #10 – Rich

 

Sepasang Kaki Diam
gambar diunduh dari Google

Genangan air. Ilalang. Jalan setapak. Lampu-lampu jalan. Hiruk-pikuk jam malam. Kemacetan. Spion kaca yang berembun. Tanah basah. Hujan. Angin yang pelan. Kicau burung bersautan. Daun jatuh.

Tanpa kata pamit, mereka pergi. Aku harus rela, ini yang diinginkan Tuhan. Entah sedih atau bahagia, harus kuakui sepasang kaki diam ini telah lama bermasalah. Dengan suara kecil, ia berdebat hampir sepanjang waktu. Mereka tidak mau menyerah kalah satu sama lain. Pernah suatu malam aku diam dan mengintip perdebatan mereka. Continue reading “Sepasang Kaki Diam”