When I came back to my hometown

Iklan

Puisi Untukmu

Puisi sederhanaku ini, tentu tak bisa mewakili rasa sayangku padamu, anakku. 412 kata.

Puisi Untukmu
Dokumen Pribadi

Nak, apa kau tahu?

Dahulu, saat kau berusia satu tahun, aku lebih menyayangi kakakmu daripada dirimu.

Bukan. Bukan karena ia lebih tampan darimu, nak.

Hanya saja…aku suka hatinya yang legowo, tidak pernah iri, dan selalu menjagamu saat yang lain lengah. Continue reading “Puisi Untukmu”

Aku masih Tinker Bell-mu

Aku masih Tinker Bell-mu yang dulu, 354 kata

Gambar diunduh dari Google

 

Aku masih Tinker Bell-mu,

Aku tahu, terkadang aku cuek,

aku seolah tak peduli,

aku seolah sibuk sendiri,

maafkan sayang…maafkan,

aku masih serakah dan ingin memiliki semua fungsi, sebenarnya…aku hanya ingin menjadi lebih baik dari diriku yang dulu, itu saja. Continue reading “Aku masih Tinker Bell-mu”

Membaca puisi apik pak Sapardi Djoko Damono – Tentu, Kau Boleh

Puisi dan kamu, 174 kata

Tentu, Kau Boleh
Gambar diedit dan di-download dari Picsart

Tentu, Kau Boleh

Tentu. Kau boleh saja masuk, masih ada ruang di sela-sela bulir darahku.

Tak hanya ketika rumahku sepi, angin hanya menyentuh gorden, laba-laba menganyam jaring, terdengar tetes air keran yang tak ditutup rapat; dan di jalan sama sekali tak ada orang atau kendaraan lewat.

Tapi juga ketika turun hujan, air tempias lewat lubang angin, selokan ribut dan meluap ke pekarangan, genting bocor dan aku capek menggulung kasur dan mengepel lantai.

Tentu. Kau boleh mengalir di sela-sela bulir darahku, keluar masuk dinding-dinding jantungku, menyapa setiap sel tubuhku.

Tetapi jangan sekali-kali pura-pura bertanya kapan boleh pergi atau seenaknya melupakan percintaan ini.

Sampai huruf terakhir sajak ini, kau-lah yang harus bertanggung jawab atas airmataku.

Continue reading “Membaca puisi apik pak Sapardi Djoko Damono – Tentu, Kau Boleh”

Sebentuk Hati

Puisi Balada Sebentuk Hati

Puisi Balada Sebentuk Hati
Picture from Google, Words from me


Sebentuk Hati oleh Cinta1668

Aku tidak tahu bagaimana asal mulanya simbol cinta bisa berbentuk segitiga di mana salah satu sisinya diambil dan diganti menjadi dua bentuk lengkung setengah lingkaran yang berdekatan.

Ternyata…simbol cinta yang serupa bentuk hati itu berasal dari 3000 tahun sebelum Masehi. Oleh bangsa Yunani, bentuk hati dipercaya berasal dari daun Ivy yang sering digunakan oleh masyarakat Yunani dan Roma sebagai ornamen dalam keramik dan bejana. Sulur yang merambat dari tumbuhan Ivy dianggap melambangkan gairah. Daun Ivy juga ditaruh di batu nisan sebagai tanda cinta yang abadi meski maut memisahkan.

Karena cinta, Kahlil Gibran menjadi pemuda sedih yang terpisah dari pemilik wajah bulan sempurna, Shelma Karamy.

Karena cinta, si gila Qays rela menjadi penguasa hutan, hanya berbicara pada binatang-binatang liar, sesekali melantunkan puisinya yang sedih di sepanjang malam. Serigala-serigala liar mendengar jeritannya, mereka mengerti dan akhirnya luluh pada Qays, mengabdi padanya laksana budak mengabdi pada tuannya.

Karena cinta juga pak Sapardi Djoko Damono berkata : 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Aku sendiri…aku masih sama, aku orang biasa yang masih tak tahu malu mencintaimu.

Namun, jika boleh aku meminta satu hal darimu. 

Tolong jangan ambil senyum yang kau buat melengkung di bibirku sejak dua hari kemarin. Kau tahu, semalam aku tersenyum lebar dan mencium fotomu berkali-kali sampai aku tertidur dan aku masih terbangun dengan senyum.
Aku katakan padanya : “Terimakasih mas sayang, terimakasih atas sedikit waktu yang kau berikan untukku. Jika kau resah atau sedih, kau tinggal mengatakannya. Lewat media kecil itu aku akan tahu, dan aku pasti akan mendoakanmu nanti, aku akan mengadukan semua pada Rabb-ku dan meminta-Nya untuk menghilangkan resahmu hingga kau bisa kembali tersenyum.”

Aku mohon jangan ambil sedikit kebahagiaan ini dariku.

Dan maaf…jika aku tak bisa berhenti mencintaimu. Aku belajar bernafas lega darinya. Aku belajar semangat hidup darinya. Aku belajar menangis dan tersenyum darinya. Dan aku juga belajar mendewasa darinya.

Aku yakin, Tuhan menyayangiku dengan cara-Nya membuatku mencintaimu. Dan aku masih yakin, aku akan bahagia pada akhirnya, dengan atau tanpamu.