Langkah Seribu

Akhirnya aku memilih langkah seribu, 82 kata

Iklan
Langkah Seribu
Gambar diunduh dari Google

Aku tahu,

aku bukan pemilik kaki seribu,

tapi bolehkan aku mengambil langkah seribu?

Sayangnya, aku sendirian, tidak seperti gambar itu…aku kabur bersamamu.

Continue reading “Langkah Seribu”

Aku masih Tinker Bell-mu

Aku masih Tinker Bell-mu yang dulu, 354 kata

Gambar diunduh dari Google

 

Aku masih Tinker Bell-mu,

Aku tahu, terkadang aku cuek,

aku seolah tak peduli,

aku seolah sibuk sendiri,

maafkan sayang…maafkan,

aku masih serakah dan ingin memiliki semua fungsi, sebenarnya…aku hanya ingin menjadi lebih baik dari diriku yang dulu, itu saja. Continue reading “Aku masih Tinker Bell-mu”

Membaca puisi apik pak Sapardi Djoko Damono – Tentu, Kau Boleh

Puisi dan kamu, 174 kata

Tentu, Kau Boleh
Gambar diedit dan di-download dari Picsart

Tentu, Kau Boleh

Tentu. Kau boleh saja masuk, masih ada ruang di sela-sela bulir darahku.

Tak hanya ketika rumahku sepi, angin hanya menyentuh gorden, laba-laba menganyam jaring, terdengar tetes air keran yang tak ditutup rapat; dan di jalan sama sekali tak ada orang atau kendaraan lewat.

Tapi juga ketika turun hujan, air tempias lewat lubang angin, selokan ribut dan meluap ke pekarangan, genting bocor dan aku capek menggulung kasur dan mengepel lantai.

Tentu. Kau boleh mengalir di sela-sela bulir darahku, keluar masuk dinding-dinding jantungku, menyapa setiap sel tubuhku.

Tetapi jangan sekali-kali pura-pura bertanya kapan boleh pergi atau seenaknya melupakan percintaan ini.

Sampai huruf terakhir sajak ini, kau-lah yang harus bertanggung jawab atas airmataku.

Continue reading “Membaca puisi apik pak Sapardi Djoko Damono – Tentu, Kau Boleh”

Sebentuk Hati

Puisi Balada Sebentuk Hati

Puisi Balada Sebentuk Hati
Picture from Google, Words from me


Sebentuk Hati oleh Cinta1668

Aku tidak tahu bagaimana asal mulanya simbol cinta bisa berbentuk segitiga di mana salah satu sisinya diambil dan diganti menjadi dua bentuk lengkung setengah lingkaran yang berdekatan.

Ternyata…simbol cinta yang serupa bentuk hati itu berasal dari 3000 tahun sebelum Masehi. Oleh bangsa Yunani, bentuk hati dipercaya berasal dari daun Ivy yang sering digunakan oleh masyarakat Yunani dan Roma sebagai ornamen dalam keramik dan bejana. Sulur yang merambat dari tumbuhan Ivy dianggap melambangkan gairah. Daun Ivy juga ditaruh di batu nisan sebagai tanda cinta yang abadi meski maut memisahkan.

Karena cinta, Kahlil Gibran menjadi pemuda sedih yang terpisah dari pemilik wajah bulan sempurna, Shelma Karamy.

Karena cinta, si gila Qays rela menjadi penguasa hutan, hanya berbicara pada binatang-binatang liar, sesekali melantunkan puisinya yang sedih di sepanjang malam. Serigala-serigala liar mendengar jeritannya, mereka mengerti dan akhirnya luluh pada Qays, mengabdi padanya laksana budak mengabdi pada tuannya.

Karena cinta juga pak Sapardi Djoko Damono berkata : 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Aku sendiri…aku masih sama, aku orang biasa yang masih tak tahu malu mencintaimu.

Namun, jika boleh aku meminta satu hal darimu. 

Tolong jangan ambil senyum yang kau buat melengkung di bibirku sejak dua hari kemarin. Kau tahu, semalam aku tersenyum lebar dan mencium fotomu berkali-kali sampai aku tertidur dan aku masih terbangun dengan senyum.
Aku katakan padanya : “Terimakasih mas sayang, terimakasih atas sedikit waktu yang kau berikan untukku. Jika kau resah atau sedih, kau tinggal mengatakannya. Lewat media kecil itu aku akan tahu, dan aku pasti akan mendoakanmu nanti, aku akan mengadukan semua pada Rabb-ku dan meminta-Nya untuk menghilangkan resahmu hingga kau bisa kembali tersenyum.”

Aku mohon jangan ambil sedikit kebahagiaan ini dariku.

Dan maaf…jika aku tak bisa berhenti mencintaimu. Aku belajar bernafas lega darinya. Aku belajar semangat hidup darinya. Aku belajar menangis dan tersenyum darinya. Dan aku juga belajar mendewasa darinya.

Aku yakin, Tuhan menyayangiku dengan cara-Nya membuatku mencintaimu. Dan aku masih yakin, aku akan bahagia pada akhirnya, dengan atau tanpamu.

Melebur

Puisi Melebur, 155 kata

Akhirnya…

Aku mengalami juga apa yang mereka alami, sesuatu yang mereka sebut penghalang dalam dunia blog, Writer’s Block.

Rasanya banyak sekali yang ingin kutuliskan dari kemarin, tapi semua berakhir dengan satu kali pencet tanda silang pada layar ponsel.

Aku ingin meminta maaf karena melukai seseorang yang benar-benar kucintai,

Aku ingin juga bilang bahwa ternyata operasi dua kali dalam tiga bulan menyebabkan rambutku rontok, Continue reading “Melebur”

Membaca Puisi Hujan

Membaca Puisi Panyalai (Lights) “Hujan”, 88 kata

Membaca puisi Panyalai berjudul Hujan oleh Cinta1668
Puisi Hilda Winar

 

Aku menginginkan ketenangan,

Menginginkan otak dan hatiku netral,

Jangan kau tanya mengapa, sungguh aku sedang tidak ingin menjelaskannya!

Aku lebih suka jika kau tanya, dengan cara bagaimana?

Dengan senang hati akan kujawab dengan sebuah kalimat sederhana :

Membaca Puisi mbak Hilda Winar – Panyalai (Light)

Hujan

Sabar,

Tuhan sedang sibuk

mengajarkan tanda koma pada hujan

yang bersikeras mengajariku

arti gigil

Cilangkap, 09 Februari 2015

Rainy Season

Be patient,

God is busy,

Teaching a comma in the rain

Who insists on teaching me

The meaning of being cold

Cilangkap, February 9, 2015

A message for you

Kamu bagiku, 234 kata

Seandainya kau tak punya uang lagi,

Kau tak lagi mapan seperti sekarang ini,

Semua relasimu pergi…

Akan ada wajah lama di sudut senja yang menatap hujan menunggumu di sana.

Akan ada wajah sendu penyuka sastra berbalut baju jingga kesukaannya.

Akan ada gadis penulis cerpen, pembuat cerbung, penulis puisi amatiran namun ia tetap suka melakukannya karena ia bahagia.

Akan ada siluet gadis berkerudung yang tetap memilih memakai pakaian sederhana meski ia juga mampu membeli yang lebih bagus dari pakaian yang saat itu melekat di tubuhnya. Continue reading “A message for you”