Gombalnya kemana-mana.

Dilan, gombalanmu itu berat! 189 kata.

Iklan

Pssst…pssst..eh Lovers, aku baru tahu loh, kegombalan cowok yang satu itu, sueeerrrr kebangetan! *sebel aku, sebeeeelll sampai nggak pengin nonton filmnya! *Kecuali…kecuali…nontonnya sama kamu, aku pasti mau, eaakkk…eeaakkkkk…! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Eh, lah koq, kan…kan…aku jadi ketularan gombalnya juga! *tepok jidat deh @__@

Aku sih ngomong pakai fakta ya, nggak percaya? Tuh di bawah banyak buktinya… πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ Continue reading “Gombalnya kemana-mana.”

Apa Kabar Hujan?

Apa kabar hujan? Sudah lama aku tidak menyapamu, apa kau sudah melupakanku?

Apa, aku? Maksudmu, bagaimana denganku, begitu?

Hmmm…dasar kau ya, benar-benar tak mau kalah!

Iya baiklah aku mengaku, aku juga merindukanmu.

Mau kuceritakan hal menarik yang kutemukan dua minggu terakhir?

Aku ke pantai, lalu aku melihat laut yang warnanya tidak biru lagi karena kau sering turun, wuah kau punya sifat perusak juga rupanya, begitu jahat kau mengubah warna biru laut menjadi cokelat. Untuk yang satu itu aku tidak akan membelamu. Sumpah! Kau benar-benar jahat! Benar-benar menyebalkan!

Lalu, aku beralih memperhatikan langit : ada laut, ada langit, ada udara, ada matahari yang masih terik. Ini sangat mungkin dan bisa sekali untukmu ada di sini juga. Iya kan?

Tapi…percaya tidak?

Aku tidak pernah sekali pun menemukanmu di pantai, sejak aku lahir ke dunia ini sampai sekarang. Aku pikir, hujan di pantai itu akan sangat-sangat romantis. Aku pikir kau akan sangat seksi berada di sana. Tapi nyatanya…aku tidak pernah melihatmu. Jadi, aku tersenyum sinis pada pantai itu dan bilang…

“Sudahlah…aku tahu kau tidak akan pernah mengabulkan permohonanku yang satu itu.”

Dan aku berlalu pergi.

Apa kau marah saat aku berkata begitu? Karena seketika itu juga dalam perjalanan pulang, kau turun. Lebat. Sangat lebat!

Dan aku yang saat itu pulang dengan motor, memutuskan tetap meneruskan perjalanan. Bersamamu. Ya. aku hujan-hujanan.

Ya sudah, maaf, karena aku tadi meragukanmu. Sebagai permohonan maafku, aku akan mengendarai motorku, pelan-pelan saja. Kau tidak marah lagi kan? Kataku padamu waktu itu.

Hujan. Aku tahu aku tidak akan bisa membencimu. Aku juga tidak akan pernah bisa melupakanmu. Bagaimana mungkin? Kau adalah tulisan yang menguasai blog ini semenjak dia ada. Kau adalah inspirasi terbesarku selama lima tahun ini. Kau membantuku menemukan seseorang yang kusuka. Kau membantuku mengurai : seperti apa nanti seseorang yang kusukai, seseorang yang juga jatuh cinta padamu sepertiku, tentu.

Tapi…

Sepertinya aku tidak diizinkan oleh-Nya memiliki kriteria seperti itu, hujan. Empat orang penyuka hujan yang pernah hadir dalam hidupku, satu per satu pergi.

Aku pikir…seseorang yang menyukaimu akan sabar denganku. Tapi ternyata tidak. Aku tahu, kadang aku menjengkelkan. Ah bukan kadang, bahkan sering menjengkelkan. Aku tahu. Aku bahkan paham betul itu.

Tapi cinta itu, bukankah bisa melanggar segalanya?

Tertawa kecil dan geli ketika tingkahku lucu dan berisik. Atau kupikir dia akan sesekali mencubit pipiku karena aku terlalu cerewet dan tak ada henti-hentinya ketika bicara seperti rel kereta api, seperti yang biasa dilakukan keponakan kecilku, Habibah, sembari memelukku setelahnya sebagai hadiah kelucuanku.

Ah, aku lupa…ada teman atasanku yang mengataiku seperti burung beo dan beliau selalu tertawa lepas saat aku berbicara. Katanya aku lucu. Beliau selalu berpesan agar aku selalu main-main ke sana. Jangan sungkan. Kelucuanku bisa memecahkan stress kata beliau.

Tapi aku…bahkan tidak diberi kesempatan membuat seseorang yang kusukai tertawa geli karena tingkahku. Aku pikir…aku pikir…itu karena kau, hujan. Karena aku salah menempatkan kriteria, “lelaki hujan.”

Tapi…sekali lagi, aku merasa tidak dewasa. Aku malah menyalahkanmu. Maafkan.

Kenapa aku tidak berpikir logis saja? Sesuatu yang membuat diriku sedikit egois tapi hatiku senang. Sesuatu itu seperti…

Anggap saja mereka yang tidak beruntung karena tidak berjodoh denganku. Dan Anggap saja, aku dilarang tersakiti sekali lagi oleh-Nya.

Mulai sekarang, kau hanya milikku. Tidak akan kubagi dengan siapa pun. Bahkan dengan belahan jiwaku sekali pun.

Mungkin kelak, dia akan mengoceh kesal karena kau turun. Tapi dengan tangannya yang kekar, ia akan bilang, “Ah sial! Kenapa hujannya lebat sekali. Sayang, kita harus menepi…nanti kau sakit kalau hujan-hujanan. Sini, berlindung di lenganku.” Dan aku akan tersenyum saja sambil bersyukur dalam hati.

Atau…dia akan bilang.

“Sayang, jangan lupa bawa payung ya, kau bukan anak kecil lagi. Kalau mau hujan-hujanan jangan di depanku. Kau tidak mau kan aku marah dengan kesayanganmu, benda mati yang selalu bisanya menangis itu?

Dan aku hanya bisa diam sambil menggelengkan kepalaku saja.

Atau…sesuatu yang lain. Ya, sesuatu, pasti. Sesuatu yang indah di luar sana yang bahkan aku tidak bisa membayangkannya. Sesuatu itu yang disebut “takdir”.

Who knows…Who knows?

Sesuatu tentang hujan, kupikir akan sepertimu jika kunyanyikan.

Tentang Hema

Apa? Hema? 😱 Siapa dia Cin? Pacar baru kamu ya? *Ciuuuuusssss?

Apaan sih lebay! Orang mah baca dulu, nggak usah nebak-nebak gaje gitu dunk. πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘

Mmmmm…tunggu tunggu! Jangan bilang kamu mau ngomongin si Hema, itu loh cowok yang dulunya cleaning service terus kuliah dan rajin banget baca buku terus jadi manager di salah satu perusahaan bonafit di Semarang, yang kerjaannya bejibun bolak-balik luar kota bahkan luar negeri, terus dari sahabat maya terus ketemuan sama kamu terus berlanjut ke teman dekat…dan…dan…yang kamu maksud Hema yang ini Cin? Gimana kabar dia sekarang Cin, gimana gimana? *Kepo! 😎

Aduh…aduuuuh…dia udah nikah keles, udah punya anak pula. Kisah itu udah tutup buku, pleeeeease laaaaaa…nggak usah bikin mataku nangis bombay! 😭😭😭

Aku tuh lagi mau ngomong cowok favorit aku yang sering muncul di layar bioskop beberapa hari ini.

Ini tentang si Hema Candra dalam film Surat Cinta untuk Starla a.k.a. Jefri Nichol. Enggak tahu ya, dari dulu tuh aku nggak pernah nge-fans banget sama actor, tapi beda buat cowok yang satu ini.

Pertama, aku kepoin di IG-nya dunk. Busyeeeeet dah…

  1. Pertaruhan

  2. Jaelangkung

  3. Dear Nathan

  4. A, Aku, Benci, dan Cinta

  5. One Fine Day

  6. Surat Cinta untuk Starla

Gokil…gokil banget ini cowok, dalam satu tahun di 2017 bisa-bisanya dia dapat project film segitu banyaknya. Hmmm…Apa sih rahasianya?

Kan…kan…kekepoanku berlanjut akhirnya.

*liat caption-nya malah ngakak aku. πŸ˜…

Di atas itu video gokil versi Basreng-nya dia sebelum jadi actor ganteng kayak sekarang ini. Aku ngakak waktu muter itu video, gileee…basreng bisa segitu memikatnya kalo yang iklan itu si Hema. πŸ˜‚

Again…Hema jadi dua versi. Nggak gitu lucu sih, tapi lumayan udah dapatlaaaa bakat acting die. Ya nggak…ya nggak?! 😎

Dan yang di atas itu…protes dia sewaktu di sekolah ketika rencana tour ke Jogja nggak jadi. Gokil juga…liat yang paling akhir, pasti ngakak. πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†

Udah ah segitu aja.

Cukup sudah aku cuap-cuap tentang si Hema. Toh, kalian bisa searching tentang biodata dia lebih lanjut ke Wikepedia atau mbah Google. Garing dunk kalau aku bahas lagi di sini. 😁

FYI, ada satu lagi hampir lupa. Kenapa si Dilan koq jadi Iqbal CJR sih? Kenapa nggak si Hema a.k.a. Jefri Nichol saja? Jelas-jelas dari body, posture, dan acting lebih jago dia. Liat aja di film One Fine Day, itu film menurutku kurang bagus tapi karena acting-nya si cowok ganteng itu total…susah kalo mau ngomong itu film nggak bagus.

*Semakin ke sini semakin ganteng saja itu muka. Aku ngebayangin dia yang SMU jadi muridku…alamakkkkkk…mauuuu! πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚

Kataku mah, actor itu nggak cuma harus ganteng, totalitas itu perlu loh! Sangad! CATET! πŸ“πŸ“πŸ“

Kalau kamu, Lovers…suka actor yang mana? *Kepo 😎

Apes

Iyes, yups. Aku sedang ingin membicarakan sesuatu tentang Aa Pe Ee dan Es “Apes”.

Berawal dari hari Minggu sore yang mendadak kita sekeluargaβ€”Risha, ibu bapaknya, dan Habibah, juga diriku yang tiba-tiba saja pulang kampung.

“Ayuk kita pulkam…ada hajatan sepupu, kita harus datang.” kata mbak Isβ€”ibunya Risha.

“Lah tapi mbak Is, aku nggak bisa, soalnya kemarin habis pulkam hampir dua minggu…kasian anak-anakkuβ€”anak didikkuβ€”kalau harus kutinggal terus. Belum lagi kadang ada provokasi sana-sini kalau aku nggak masuk, mereka sering disalah-salahin karena aku, nggak gentle banget sih, marah ya ke aku, kenapa musti ke anak-anakku? Childish banget! Mbak Is tahu nggak sih gimana perasaanku, pengin banget aku plester mulut orang yang suka provokasi itu (malah curhat *tepok jidat πŸ˜…). Udahlah, aku nggak ikutan, asalkan Risha di sini sama aku, aku berani koq.”

“Risha ikut pulkam. Kamu mau di sini sendiri ya silakan.”

Iiiiuuuuu…sendiri, alone, me? *langsung nunjuk muka depan cermin. 😣😦😢

Anganku langsung melayang jauh ketika aku sendirian di rumah…

  1. Listrik tiba-tiba mati sendiri. Waktu itu…aku minta ditemenin temenku, terus dia pun ketakutan nggak mau masuk rumah. Akhirnya aku telepon ibuku dan mbak Is sambil nangis-nangis.

“Ibu…mbak Is…apa kubilang? Rumah ini jadi mati lampu kalau nggak ada mbak Is. Aku nggak mau masuk pokoknya. Ini temenku juga nggak mau masuk. Kami ketakutan. 😭😭😭😭😭” sambil nangis sesenggukan.

“Cinta, coba masuk nak, jangan takut. Baca Al-Quran, terus ajak temennya masuk, sini ibu yang ngomong sama temennya. Jangan lupa panggil tetangga yang bisa benerin lampu, biar nyala lagi.”

Singkat kata, temenku pun terbujuk rayuan ibuku. Dia mau masuk setelah aku minta bantuan tetanggaku untuk memperbaiki lampu yang putus sekering dengan tiba-tiba itu.

  1. TV nyala sendiri. Iya, Lovers. Sueeeeerrrrrr. TV, kipas angin, kaca spion motor yang tiba-tiba muter-muter sendiri posisinya setiap kali aku mau berangkat ngajar. Itu hal yang sudah biasa loh.

  2. Ini nih yang paling serem. Jam 03.00 dini hari, di saat aku sedang getol-getolnya sholat tahajjud, ada suara cewek ketiwi-ketiwi…”ihihihiiiii….ihihihiiiiiiii”. Dulu sih aku takut, tapi dengan berlalunya waktu ya aku sudah biasa. Aku malah sering menyaut, “hei dieeemmm! Aku mau sholat, nggak usah berisik deh. Hidup di dunia masing-masing dunk. Jangan berisik. Jangan saling mengganggu, ngerti!” Dan seketika suara itu pergi.

Jadi….udah tahu kan alasannya kenapa aku nggak bisa sendirian di rumah yang konon katanya super angker ini? *Could you please understand me? 😒😭😭 *maksa pake jurus andalanβ€”nangis bombay.

“Yowes…kalau nggak mau ya ikut aja. Nanti aku yang telepon wali kelasnya Risha, nanti juga tahu kalau memang keluarga kita sedang ada hajatan. Positive thinking saja Cinta, orang yang suka provokasi itu kelak akan capek koq, doakan saja biar cepat sadar. Woles…santai kayak di pantai.”

Kata-kata pamungkas kakak kandungku itu sepertinya mampu mendinginkan hatiku. Hingga akhirnya kuputuskan untuk pulkam lagi. Again, twice in a month, rekor cetar dalam hidupku. Haha. πŸ˜†πŸ˜…πŸ˜‚

Ok. Singkat cerita, kami berlima pulkam. Dan seperti biasa, rutinitas pagiku di kampung halaman adalah ke pantai. Pantai Wonokerto tepatnya. Itu pantai keren memang, aku suka sekali dengan pohon cemaranya. Aku suka langitnya. Apalagi airnya. Cukup membuat hatiku berbunga-bunga.

Dan biasalah aku pun jepret-jepret ria.

Foto pertama aku pake instagram buat bikin birunya jadi tajam. Foto lain tanpa editan. FYI, aku harus tulis juga bahwa yang fotoin itu Risha, kalau nggak bisa ngambeg dia πŸ˜…. Ponakanku yang satu itu memang jago buat foto lebih bernyawa. Satu lagi yang terpenting, aku jadi nggak keliatan gemuk. Atau memang aku yang sudah mengurus? Kyaaa…kyaaaaaaa…! πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š

Hari terasa begitu indah dan tak biasa jika berada di kampung halaman. Muka itu rasanya pengin senyum terus meski nggak ada satu pun kelucuan yang terjadi. Mengunjungi saudara, tetangga, main-main sama si kecil Dika. Bermanja-manja dan peluk-peluk ibu sepuasnya. Itu rasanya sangat menyenangkan. Mendengar ibuku minta tolong dipijitin adek saja aku iri. Ibu, ada aku di sini, kenapa minta tolong adek? Jadi aku nggak dianggep nih? Ibuku spontan ketawa dan bilang, Cinta kan belum selesai makan, selesaikan dulu makannya.

Jika ada istilah…

Surga yang turun ke bumi. Maka kampung halamanku adalah jawabannya.

Beda istilah loh ya kalau aku sudah menikah nanti. Surgaku ya bersama suamiku. Hihi. Amin. Insya Allah. 😊😍😍

Tapi Lovers, emang benar ya yang namanya pepatah, “Hidup itu harus susah-susah dahulu baru senengnya.” Aku juga mengalaminya.

Hari Selasa malam, aku buka chatt di group kelas terbang. Astaghfirullah, kagetnya aku. Hari Kamis ternyata ada UPM. 😱. Itu loh, kepanjangan dari Ujian Pengendali Mutu yang nggak bisa susulan. Gubrak dah! Aku kira akan sama jadwalnya dengan UPM dua matkul lainnya di semeter 7 tanggal 31 Januari nanti. 😨

Kelas Translation, kelas yang harus kuulang karena kecelakaanku setahun kemarin, harus kuulang lagi. Dan ini berarti kalau hari Rabu aku nggak pulang, aku harus ngulang lagi.

Oh no! Itu tidak boleh terjadi.

So, aku abai dengan rasa takutku sendiri. Kaka dan keluarganya pulang hari Kamis sementara aku pulang hari Rabu, sendiri.

Aku buat persiapan semampuku. Beli lilin dan korek api secukupnya, kalau-kalau mati lampunya. Aku charge full kedua hp-ku dan kedua power bank ku. Jadi sewaktu-waktu kalau aku beneran takut, aku bisa nangis sesenggukan sambil nelpon ibu. *Lupa usia deh kalau gini….lupa usia. Haha. πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜…. hp-ku sudah kupasang pengingat pula, “jangan lupa ngaji ya Cin!”

I think it’s enough for me.

Aku pulang ke Cikarang. Sampai di rumah sekitar jam 17.30 sore. Alhamdulillah semuanya normal. Lampu menyala semua. Hatiku senang, uhuy! 😍😍😍.

Dan tibalah saatnya untuk mandi karena badanku apek dan penuh keringat. Iiiiiuuuuuuu….! πŸ˜–πŸ˜«πŸ˜΅

Ah, aku lupa belum nyalain air. Dan…up’s airnya nggak nyala. Aku sudah coba puter-puter itu benda.

Benda di atas maksudku tapi tetep nggak mau nyala. Aku telepon mbak Is, nanya lagi gimana caranya nyalai biar kran air itu nyala tapi nggak bisa.

Iki piye sih? Pinter tenan iku setan bikin aku nggak bisa mandi, nggak bisa mandi, nggak bisa sholat, dan nggak bisa ngaji.

Aku pun panik dan nangis di telepon. *lupa usia lagi kamu Cin, lupa lagi. Untung pas nengok kanan-kiri nggak ada yang liat. Haha. πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜…

Untunglah ada tetangga baik yang mau membantu. Dan masalahku pun selesai. Alhamdulillah.

Eh habis maghriban, perutku tiba-tiba laper. Cari makan ah, pikirku waktu itu.

Ah, tapi tapi tapi…waktu aku ngerogoh dompet unyuku, uangku tinggal lima ribuan dua. Aku baru inget kalau atm-ku keblokir dan aku nggak bisa ngurus sampai besok pagi.

Ya sudahlah…aku putuskan beli I***mie goreng dua, yang satu buat stock. Lagian subuh nanti, kakakku udah pulang jadi aku nggak perlu mikirin makan untuk besok pagi.

Pagi pun akhirnya datang. Aku kesiangan karena semalaman aku wayangan belajar Translation. Jam 05.30 pagi dan lampu depan masih dalam keadaan menyala. Dan itu artinya….kakakku nggak jadi pulang. Aku kelaperan sampai jam 09.00. Mau masak nasi dan beli ikan di luar tapi…uangku tinggal 10 ribu rupiah yang terdiri dari dua lembar uang dua ribu rupiah dan uang receh lima ratusan sejumlah enam ribu rupiah.

Ah, aku lupa…aku kan masih bisa menggunakan sms banking karena kalau layanan bank M**diri meskipun terblokir, sms banking-nya masih bisa digunakan. Aku hanya perlu memindahkan uang dari atm satu ke atm yang lain dan…selesai. Horeeee…!

Aaaaakkkkk…tapi kenapa ini nggak bisa ya. Ini kenapa? *Aku lupa, kemarin pas aku telepon ibu, itu beda operator. Dari Indosat ke Telkomsel dan aku nangisnya lamaaa…Huwaaaaaa! Tepok jidat deh! πŸ˜…

Hmmmmm…ini hari apa sih? Kenapa aku merasa beruntung (dalam tanda kutip) banget. Sampai ngebatin.

Baiklah…baiklah….aku beranikan diri menahan malu. Akhirnya aku beli pulsa di counter terdekat. Masnya ngeliatin aku dari jauh langsung berdiri sambil tersenyum gitu. Mungkin karena penampilanku sedikit lebih rapi. Ya maklumlah, kan mau UPM, masa dekil?! *Jangan sampai…jangan sampai! 😁

Tapi entahlah kenapa muka masnya langsung cemberut begitu aku bilang beli pulsa lima ribu saja dan bertambah ditekuk itu muka masnya begitu aku keluarin dua lembar uang dua ribu kucel dan recehan lima ratus sejumlah tiga ribu rupiah.

“Maaf ya mas, uangnya recehan.” Dan aku langsung ambil langkah seribu. *Malu yakin. πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š

Alhamdulillah masalah mindahin uang sudah selesai, aku kembali bernafas lega. Naik angkot elf yang panas pun sudah tak terasa lagi dan tanpa malu-malu aku sarapan di angkot, untung si angkot masih ngetem dan sepi.

Aku kembali baca chatt di group kelas terbang XD, siapa tahu sudah ada yang fotoin tempat ujiannya di gedung mana, jadi bisa mempersingkat waktu. Aku hanya perlu mengeprint kartu UPM di BAAK dan bisa duduk manis di ruangan ujianku.

631,

632,

633,

634,

Ada list nama dan ruang di gedung berapa di sana. Tapi tak ada satu pun namaku di ruang 631-634 (gedung 6 lantai 3 ruang 1-4). Aku masih positive thinking waktu itu. Mungkin saja aku ada di ruang sebelumnya, bisa jadi 551-554. Who knows?

Tapi Lovers, setelah aku cek di mading, tetap tidak ada namaku di sana. Aku masih bisa mikir waktu itu. Aku ngeprint dulu kartu UPM dan setelah itu aku bisa menanyakan kenapa namaku tidak ada di list peserta UPM. Tapi aku malah kaget, tidak ada mata kuliah Translation di sana. Aku komplain dan tidak tahan untuk marah-marah karena dioper kesana-kemari.

Waktu ujian telah selesai. Mendadak semuanya menjadi lemot seolah gerakan slow motion dan semuanya terpusat padaku. Aku pemilik pusat gerakan itu. Aku pengendali semuanya. Aku pulang dengan ojek online dan aku menangis di sepanjang jalan. Sampai-sampai abang tukang ojeknya kebingungan dan bertanya kenapa. Aku hanya menggeleng saja dan bilang, lanjutkan saja pak, saya tidak apa-apa.

Sampai di rumah, aku hanya meringkuk di kasur dengan posisi telungkup seperti kucing yang sedang kedinginan. Aku tidak butuh kasih-sayang apalagi sentuhan. Aku hanya butuh lulus tepat waktu, itu saja. Tidak lucu rasanya saat aku memakai topi toga nanti tapi begitu aku menengok ke kanan dan ke kiri, aku sama sekali tidak mengenal mereka. Aku butuh pelukan teman-temanku. Aku butuh kita menangis bersama. Moment empat tahun itu, kebersamaan itu…Kenapa aku bahkan tidak boleh memilikinya? Kenapa?

Dan aku menangis lagi. Tiga jam lamanya sampai mataku bintipan. Masih terbayang kata-kata pak Kaprodi bahwa beliau akan membantu semampunya. Aku hanya bisa mengharapkan beliau.

Dan puji syukur. Ketika kubuka chatt wa, pak Kaprodi bilang, ini kasus khusus dan aku bisa ikut UPM susulan. UPM susulan yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah di kampusku, akhirnya besok akan kulakukan.

Memang, kampusku bersalah…tapi aku salut karena mereka mau bertanggung jawab atas kekeliruannya.

Alhamdulillah ke-apes-anku dalam sehari semalam berakhir juga. Senang dan lega rasanya.

Besok, adalah waktu UPM susulan. Doakan aku ya Lovers, agar aku tak perlu mengulang. Aku sungguh ingin lulus bersama teman-teman seangkatan. Sungguh menginginkannya. ❀❀❀

Me, sebutir apel, dan jerawat

Curhat ala cewek banget, 1263 kata

Memiliki wajah nan mulus bak porselen adalah idaman bagi setiap cewek, begitu juga denganku, pastinya. Tapi apa daya, tidak semua hal bisa kita miliki, ada hal tertentu yang pasti menjadi kekurangan seseorang, salah satunya adalah makhluk seram bernama :

J

E

R

A

W

A

T

Kalau sudah ngomongin jerawat, nggak akan selesai masalah sampai di sini…panjang brai! Panjang dikali lebar dikali tinggi, belum lagi ditambah rumus keliling, luas, dan volume-nya. *Lah koq jadi rumus Matematika sih? πŸ˜€ ^__^>

Continue reading “Me, sebutir apel, dan jerawat”

Teman Sebangku

Teman Sebangku semasa SMU, 1010 kata

Halluuuu, hai, Lovers. βœ‹βœ‹βœ‹

Gimana kabarnya hari ini? Yuk ah, merapat sebentar. *Sini sini sini, kita ngobrol santai yuk. *pasang muka imut πŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ˜

Nyomot meme muka imut dari Google

 

Ternyata eh ternyata, aku salah duga loh, Lovers. Tadinya kukira cuma demam “hiatus blog” saja yang menular. Eh lah koq, ternyata demam “ngeblog juga menular”. Setelah beberapa bulan aku berjibaku dengan kuliah dan pekerjaan baruku yang butuh banget kesabaran, akhirnya aku mulai menulis lagi. Dan anehnya, sekali nulis, jadi pengin nulis terus. Haha. Kalau orang Jawa bilang “aku sedang kemaruk”. Continue reading “Teman Sebangku”

Sial! Aku cemburu

Sial! Aku Cemburu. 268 kata.

Gambar diunduh dari Google

Disclaimer : postingan ini akan membuatmu mengerutkan kening. Ini hanya hal sepele yang kubesar-besarkan saja. Akan tetapi, aku perlu menulisnya supaya perasaanku lega. Dan postingan ini akan kuhapus suatu saat, bila kondisiku sudah normal kembali.

*****************************************

2018 adalah move-on garis keras bagiku, di mana aku sudah memutuskan untuk tidak usah lagi menoleh atau memikirkan masa lalu. Ah tapi dasar aku ini sejenis cewek langka yang besar cemburunya. Dan ini kelemahan terbesarku. Continue reading “Sial! Aku cemburu”

Jalan yang Membingungkanku.

Bila kau sudah tahu bahwa setiap diri itu berbeda…jadikan dirimu spesial dengannya! 936 kata.

Apa kau tahu, Lovers. Dari tadi aku confused loh…mau posting tulisan ini apa tidak?

Iya

Tidak

Iya aja

Tidak ah

Iya in ada, kan kan mumpung terbersit ide

Tidak. Titik. Final decision nih sekitar jam 10 malam lalu.

Eh tapi sekarang koq tiba-tiba ingin memposting lagi. *plin-plan ini eneng ya?! Mungkin juga ini dikarenakan hawa malming menjalar di otakku, alhasil galau deh mau posting apa tidak! πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚

“Jalan yang membingungkanku”

Apa pula itu maksudnya, Cinta? Duuuuh, Cinta, kamu kapan berubahnya sih? Udah mau tutup tahun ini. Masa episode baper-baperannya nggak selesai selesai juga? Bosen nih. Mau sampai kapan? Ganti dunk! Move-on dunk! πŸ˜‘

Yaaaah…si ucrut ngambeg deh. πŸ˜…. Gini loh ucrutku, sayangku, cintaku, kekasihku, temanku, sahabatku, kakakku, adekku, omku, muridku, pakdheku, budheku, kakekku, nenekku, dan lain-lainnya yang tidak mungkin kusebutkan satu demi satu karena akan menghabiskan halaman WordPress.com. pastinya. Jangan terkecoh sama judul. Kan, salah satu tujuan judul dibuat adalah untuk membuat Lovers jadi kepo alias penasaran, bukankah? 😎

Nah…kalo udah kepo jadi ingin membaca dunk? Ya kan ya kan? *ini sih maunya si Cinta aja. πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚

Yowes, kita lanjutkan ya.

Setiap orang pasti punya kelemahan. Begitu pun aku. Beberapa waktu lalu, aku sudah menceritakan kalau aku adalah penderita short memory, juga hiperhidrosis. Dan ternyata masih ada satu kelemahan fatal yang kumiliki, Lovers.

Apakah itu?

Suer. Aku gagal fokus dan selalu bingung kalau ditanya arah jalan. 😣

Jalan yang membingungkanku
Koleksi foto pribadi

 

Maksudmu kayak foto di atas ya Cin? πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†Kamu inget mantan terus kamu lupa jalan pulang? Begitu? 😎

Aaaaakkkk…bukan, bukan. Bukan begitu maksudku. 😐. Aku kan sudah bilang tadi…jalan yang ini bukan jalan yang itu…jalan yang ini beda. Mau tahu? Yuk yuk kepoin lebih lanjut. Pakai kacamatamu. 😎😎😎 *Duuuh, berasa nonton film 3D aja.

Next=============>>>>>>>>>>>>>>>

Continue reading “Jalan yang Membingungkanku.”