Besok – Cerita Hari Ini

Sabtu, 04 Oktober, Jam 02.47 sore – Mungkin waktunya sudah bergeser beberapa menit dari sejak aku menulis tadi.

Boleh aku tahu, apa tujuan kalian menulis? Apakah itu (1) eksistensi diri, (2) sebuah pencapaian, (3) kebiasaan / rutinitas melatih kemampuan diri, (4) mencari teman, atau sama sepertiku – hanya cuap-cuap saja tak jelas sekedar melepaskan kepenatan hati?

Hehe, kalau boleh aku saranin, jangan sepertikulah. Karena menurutku, poin terakhir ini paling nggak bisa diambil manfaatnya. Dan, jujur, manfaatnya lebih banyak ke diri-sendiri – self healing, bahasa kerennya.

Dulu, aku juga pernah pilih poin no 1, 3, dan 4 – Itu asyik banget! – Benar kata orang yang bilang gini:

“Apa yang ada dalam hatimu adalah niat, dan niat itu doa, jadi … itu juga yang akan terjadi”

Cinta1668

Dan aku harap, apa yang jadi pilihanku sekarang, juga akan terwujud, aku jadi lebih fresh, lebih bisa menikmati hidup, seperti kebanyakan manusia normal lainnya.

Gambar ilustrasi dari Google, aku lupa ambil dari mana, maaf yaa ^__^>

Besok, 05 Oktober 2020, adalah pertama kali aku bisa hangout bareng tim. FYI, tim aku yang dekat denganku, kebanyakan adalah keluarga, sementara yang jauh, kebanyakan sahabat, atau teman kuliah – tentu saja aku pilih yang terbaik, aku malas saja kalau harus mengajari seseorang berulang-ulang, karena aku juga bukan orang yang pintar, hehe. ^__^>

Hampir 3 tahun, dari November 2017, aku menetap di Pekalongan, dan baru kali ini bisa jalan-jalan bareng tim utuh – sumpah, ini tuh rasanya seneng banget! Biasanya, ada yang sibuk lah, nggak punya waktu lah, nggak bisa cuti lah, sibuk sama keluarga lah, la la la la la.

Bagiku, yang hampir menua dan masih sendiri ini, tim aku adalah keluarga, semua tanamanku juga keluarga – Anggrek, Mawar, Adenium, Petunia, Vinca, Sirih Gading, Jasmin, Nusa Indah, dll – Please jangan ketawa, karena aku hanya punya mereka, saudara, dan kedua orang tuaku saja – titik.

Ada satu hal penting yang aku pelajari ketika aku berjuang mencari nafkah sendiri di kampung halaman.

“Tidak ada yang mudah – dulu, setiap malam dan pagi hari, aku harus bangun lebih pagi dan tidur lebih malam daripada yang lain, aku bertekad, ingin Tuhanku luluh, sampai tidak tega untuk menolak doaku – entah sekarang terkabul atau tidak, tapi aku bahagia”

Cinta1668

Kalau ingat itu, aku jadi malu. Sekarang aku bangun lebih siang daripada yang lain dan tidur lebih malam daripada yang lain, biasanya aku tidur jam 2 atau 3 dini hari, dan bangun jam …. ah sudahlah, jangan disebutkan karena aku malu – rasanya rindu menjadi manusia normal seperti dulu.

Terlebih, di sini, aku tidak punya teman curhat seputar kebingunganku.

Aku baru merasakan, ternyata mencari tim baru itu susah. Mereka yang mudah mengerti dengan cepat, bisa berkerja dengan cepat, itu juga susah.

Anehnya, bidang pekerjaanku, meski kuberikan pada orang pintar, mereka belum tentu bisa – kemarin, trial 3 orang, gagal semua, dan akhirnya ku-handle sendiri.

Kalu udah mentog, biasanya aku diam saja, kemudian aku panggil nama kamu. Secara tidak sadar, kamu datang, kamu duduk di depanku, melihatku yang sedang memegang secangkir teh panas, cuma diam, dan tersenyum.

Bukan senyum biasa, tapi senyum spesial, yang bilang,

“Cinta, kamu spesial, itu kenapa kamu diberi kesempatan. Jadi, apa pun rintangan yang ada di hadapanmu, baik sekarang atau pun nanti, kamu pasti bisa menghadapinya. Aku selalu tahu, kamu tidak akan pernah lari dari masalah.”

Kamu dalam anganku

Ah itu indah, karena dalam bayangan pun, kamu selalu jadi pemecah masalahku.

Terimakasih, dan maaf kemarin aku sumpahin kamu untuk mati saja. Doakan saja, aku jadi manusia normal seperti lainnya – yang bisa menikah, punya anak, dan bahagia – Amin.

Kemarin – Cerita Hari Ini

Aneh tapi nyata, aku gak nyangka hari ini akan menulis kisah bucin lagi.

Tapi… ya sudahlah!

Sekedar mengeluarkan sesuatu dari pikiran sebelum ia meledak, kurasa itu wajar.

Seandainya meledak di sini, semoga setelahnya aku bisa lupa. That’s the point!

Kemarin malam, aku memimpikanmu. Mimpi yang aneh, aku sangat bahagia di sana.

Hei, ini Pekalongan dan kamu datang?! Harusnya aku sadar itu aneh, gak mungkin, dan hanya mimpi.

Tapi, entahlah, bunga tidur itu suka datang seenaknya. Seperti kamu – hantu tak berwujud, yang suka datang seenaknya, mengganggu di waktu yang salah.

Begitu bangun pagi, segala mood baikku hilang. Aku marah, aku gak menginginkanmu, kenapa harus datang?

Tidak cukupkah kamu menjadi orang pertama yang kusebut sampai sekarang, ketika aku berada dalam kesulitan?

Tidak cukupkah kamu mengobrak-abrik perasaanku, setidaknya sekali dalam seminggu, tiba-tiba datang dalam pikiran, seperti hantu, dan mengganggu?

Hhh… maaf, tapi aku harus menulis, setidaknya agar kamu tahu. Aku belum bisa melupakanmu, meski aku coba.

Seorang teman bilang, aku harus memaafkan dulu, baru bisa melupakan.

Tapi… masalahnya aku belum bisa.

Kamu yang datang, kemudian mengganggu, membuatku tidak bisa lupa, lalu pergi seperti hantu – Pantaskah ini kumaafkan?

Kalau manusia bernama “kamu” bisa bahagia dan berhasil, itu berarti Allah sangat menyayangimu.

Ah ya, kudengar project mu sukses. Tapi, perlu kamu tahu, meskipun seluruh dunia mendownload aplikasimu. Aku tidak akan pernah melakukannya.

Dan andai, seluruh orang Indonesia diharuskan mendownload aplikasimu, jika tidak, maka ia dikenai denda – mending aku jatuh miskin dan uangku habis daripada aku mendownloadnya.

Aku mohon, jangan pernah datang lagi sekalipun dalam mimpi, karena kamu racun yang merusak hidupku!

Biarpun semua orang mendapatkan manfaat dari projectmu. Aku tidak mendapatkan apapun dari memikirkanmu.

Kamu, mati saja!

Kalau kamu mati, mungkin aku akan menangis berhari-hari, atau berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun.

Tapi… aku pasti tidak akan tega, dan pasti akan memaafkanmu agar kamu bisa mencapai surga.

Kamu, adalah kado terindah dan terkutuk yang membuatku tidak bisa mencintai lagi!

Tapi terimakasih, karena tidak ada orang lain yang bisa memberiku kado terindah sepertimu!