Suatu Saat – Cerita Hari Ini

Hari ini, ada keinginan antara tangan dan hatiku untuk menulis.

Tapi sayang, isi kepala tidak mengizinkanku untuk melakukannya – Actually, I have no idea at all! 😀

Ya sudahlah… aku coba ikuti apa mau hati dan tanganku.

Taken from Pinterest, Credit by We Heart It

Mmm, mungkin terdengar klise ketika seseorang mengatakan “Suatu Saat” – Setidaknya, itu berlaku untukku.

Suatu saat itu… seperti ketika kita pengen traveling ke luar negeri, tapi gak pernah bikin paspor.

Seperti ketika kamu menyukai seseorang, tapi kamu tuh gak pernah berusaha untuk mengatakannya, hanya menunggu keajaiban dari Tuhan sambil berdoa setiap malam, semoga apa yang ada di hatinya sama dengan yang kamu rasakan saat ini – Mungkin berakhir dengan 0,0001% dia punya perasaan yang sama denganmu.

Atau… ketika kamu bilang, kamu mau mengumpulkan uang sebanyak mungkin agar bisa ibadah haji, atau katakanlah yang lebih ringan – seperti umroh – tapi sampai sekarang kamu gak pernah menyisihkan uangmu.

Jadi… bagiku, suatu saat itu bullshit, nonsense.

Besok – Cerita Hari Ini

Sabtu, 04 Oktober, Jam 02.47 sore – Mungkin waktunya sudah bergeser beberapa menit dari sejak aku menulis tadi.

Boleh aku tahu, apa tujuan kalian menulis? Apakah itu (1) eksistensi diri, (2) sebuah pencapaian, (3) kebiasaan / rutinitas melatih kemampuan diri, (4) mencari teman, atau sama sepertiku – hanya cuap-cuap saja tak jelas sekedar melepaskan kepenatan hati?

Hehe, kalau boleh aku saranin, jangan sepertikulah. Karena menurutku, poin terakhir ini paling nggak bisa diambil manfaatnya. Dan, jujur, manfaatnya lebih banyak ke diri-sendiri – self healing, bahasa kerennya.