Kemarin – Cerita Hari Ini

Aneh tapi nyata, aku gak nyangka hari ini akan menulis kisah bucin lagi.

Tapi… ya sudahlah!

Sekedar mengeluarkan sesuatu dari pikiran sebelum ia meledak, kurasa itu wajar.

Seandainya meledak di sini, semoga setelahnya aku bisa lupa. That’s the point!

Kemarin malam, aku memimpikanmu. Mimpi yang aneh, aku sangat bahagia di sana.

Hei, ini Pekalongan dan kamu datang?! Harusnya aku sadar itu aneh, gak mungkin, dan hanya mimpi.

Tapi, entahlah, bunga tidur itu suka datang seenaknya. Seperti kamu – hantu tak berwujud, yang suka datang seenaknya, mengganggu di waktu yang salah.

Begitu bangun pagi, segala mood baikku hilang. Aku marah, aku gak menginginkanmu, kenapa harus datang?

Tidak cukupkah kamu menjadi orang pertama yang kusebut sampai sekarang, ketika aku berada dalam kesulitan?

Tidak cukupkah kamu mengobrak-abrik perasaanku, setidaknya sekali dalam seminggu, tiba-tiba datang dalam pikiran, seperti hantu, dan mengganggu?

Hhh… maaf, tapi aku harus menulis, setidaknya agar kamu tahu. Aku belum bisa melupakanmu, meski aku coba.

Seorang teman bilang, aku harus memaafkan dulu, baru bisa melupakan.

Tapi… masalahnya aku belum bisa.

Kamu yang datang, kemudian mengganggu, membuatku tidak bisa lupa, lalu pergi seperti hantu – Pantaskah ini kumaafkan?

Kalau manusia bernama “kamu” bisa bahagia dan berhasil, itu berarti Allah sangat menyayangimu.

Ah ya, kudengar project mu sukses. Tapi, perlu kamu tahu, meskipun seluruh dunia mendownload aplikasimu. Aku tidak akan pernah melakukannya.

Dan andai, seluruh orang Indonesia diharuskan mendownload aplikasimu, jika tidak, maka ia dikenai denda – mending aku jatuh miskin dan uangku habis daripada aku mendownloadnya.

Aku mohon, jangan pernah datang lagi sekalipun dalam mimpi, karena kamu racun yang merusak hidupku!

Biarpun semua orang mendapatkan manfaat dari projectmu. Aku tidak mendapatkan apapun dari memikirkanmu.

Kamu, mati saja!

Kalau kamu mati, mungkin aku akan menangis berhari-hari, atau berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun.

Tapi… aku pasti tidak akan tega, dan pasti akan memaafkanmu agar kamu bisa mencapai surga.

Kamu, adalah kado terindah dan terkutuk yang membuatku tidak bisa mencintai lagi!

Tapi terimakasih, karena tidak ada orang lain yang bisa memberiku kado terindah sepertimu!