Belajar Memahami Arti Petualangan dan Sejarah dari Novel “Rahasia Salinem” Karya Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji


Suka Pecel? Kamu kudu baca review Novel yang satu ini. Makanan kesukaanmu itu ada di sini loh! 919 kata.


Hello everyone. Apa kabar para bloger ketje. Sehat? 😊

Hmmm…Tak terasa ya, sudah hampir dua bulan aku tidak menulis. Bukannya stuck sih, apalagi kurang ide. Lha wong kerjaanku sekarang tiap hari nulis koq, tapi bukan untukku, buat orang lain. Istilahnya freelance. Hehe.

Eh tapi aku nggak mau bahas itu sekarang. Aku cuma mau menulis tentang review sebuah novel apik dari Storial.co. Sebenarnya sih ini buat seleksi aku melamar jadi reviewer novel di sana, tetapi udah lewat beberapa minggu tanpa kejelasan, makanya aku tulis di sini. Kamu penasaran kayak apa? Yuk, cekidot!

******************************************

Diunduh dari Storial.co

Judul                     : Rahasia Salinem
Penulis                 : Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji
Penerbit                : Storial.co
Diterbitkan     : Senin, 2 April 2018 Pukul 16.20


Petualangan tidak melulu soal harta karun

Rahasia Salinem menyuguhkan sebuah petualangan yang berharga di antara sejarah, percintaan, kuliner, dan kebudayaan khas Indonesia. Mereka berkombinasi menjadi paduan yang sempurna dengan menggunakan latar antara tahun 1923 sampai dengan tahun 2013, pada zaman pendudukan Belanda dan Jepang, tepatnya di Jawa.

Rahasia Salinem adalah sebuah novel sejarah apik based on true story karya Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji. Menceritakan kehidupan seorang abdi dalem keluarga keraton bernama Salinem.

Cerita berawal ketika Salinem meninggal dunia pada bulan Februari tahun 2013. Masalah muncul ketika pihak keluarga besar menanyakan, akan ditaruh di mana Salinem dalam pohon silsilah keluarga? Dari sini terkuak sebuah misteri baru bahwa ternyata Salinem bukanlah keluarga kandung mereka melainkan hanya seorang pembantu.

Tyo, salah satu cucu kesayangan Salinem hampir tidak percaya dengan kenyataan yang harus dihadapinya. Membayangkan masa kecil Tyo yang begitu sempurna dengan embah kesayangannya, cara Salinem yang selalu bijaksana dalam menghadapi setiap masalah, bahkan beberapa hari sebelum Salinem meninggal dunia, Salinem tetap ngotot bahwa dirinya sehat dan tidak mau berlama-lama di rumah sakit karena tidak ingin merepotkan keluarga besarnya.

Lalu, muncul serentetan pertanyaan dalam benak Tyo, benarkah Salinem hanya seorang pembantu bagi keluarga besarnya? Apakah motivasi Salinem sampai bertahan menjadi seorang pembantu dalam keluarganya hingga hampir satu abad lamanya? Apakah Salinem sampai harus mengorbankan hidupnya dengan tidak menikah hanya untuk keluarga besarnya?

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan di atas, ada beberapa point penting yang perlu saya review, antara lain:

1. Cover

Daun-daun hijau yang merambat dalam cover buku cocok sekali menggambarkan seorang Salinem yang selalu rendah hati dan supel. Salinem selalu bisa menempatkan diri dan berteman dengan siapa saja, mulai dari kaum bangsawan sampai rakyat jelata sepertinya. Ia tahu betul, kapan waktunya harus berperan sebagai sahabat, kapan waktunya harus berperan sebagai abdi dalem.

2. Originalitas

Untuk sesaat saya menemukan petualangan Ben dan Jody dalam film Filosofi Kopi sekuel pertama. Kesamaannya adalah, sama-sama berpetualang menemukan resep terbaik dari sebuah racikan. Perbedaannya adalah jika dalam Filosofi Kopi, Ben dan Jody berpetualang menemukan rahasia kopi terbaik, dalam Rahasia Salinem, Tyo dan Bulik Ning berpetualang untuk menemukan rahasia sejarah Salinem dan racikan bumbu pecel terbaik milik Salinem. Terlepas dari itu, novel Rahasia Salinem tetap mengusung originalitas, unik, balutan sejarah seorang Salinem yang panjang bisa dibuat begitu manis dalam alur maju-mundur antara Tyo dan Bulik Ning dengan lattar 2013 dan pesahabatan Salinem, Gusti Soeratmi, Gusti Kartinah, dan Giyo dengan lattar 1923.

3. Dialog Building

Ada yang tidak biasa dalam novel Rahasia Salinem. Terutama dalam dialog building-nya. Penulis mengemas beberapa percakapan dialog langsung dalam teks tanpa tanda petik. Anehnya, pada saat membaca, tidak ada kebingungan dan tetap mengalir apa adanya seperti saat membaca dialog dalam kutipan. Akhirnya saya berpikir pada kesimpulan bahwa setiap penulis punya cara yang berbeda dalam membuahkan sebuah karya. Dan inilah salah satu ciri khas penulis.

Namun sayangnya, banyak sekali dialog dalam bahasa Jawa. Tidak masalah sebenarnya, karena bahasa yang digunakan masih umum, hanya saja mungkin ada beberapa pembaca yang sama sekali tidak tahu bahasa Jawa, jadi alangkah baiknya jika dilengkapi dengan catatan kaki agar semua kalangan bisa memahami setiap dialog dalam novel apik ini.

4. Character Chemistry

Penulis tahu sekali bagaimana melibatkan emosional pembaca. Terbukti dari character chemistry pada diri Salinem yang begitu kuat. Satu per satu secara acak dengan alur maju-mundur, pembaca dibuat penasaran. Ada selipan sejarah masa silam ketika zaman susah melanda rakyat Indonesia, ada petualangan seru menemukan rahasia Salinem yang berujung pada resep terbaik racikan pecel miliknya, ada persahabatan yang tulus antara pembantu dan majikan, dan ada pula sebuah tekad dari Tyo untuk membuat restoran dengan mengabadikan nama Salinem di dalamnya.

5. Gaya Penulisan

Diksi bahasanya unik dan enak dibaca. Tidak perlu menggunakan banyak kata, penulis mampu menggambarkan suasana masa silam dan masa sekarang dengan sempurna. Jika ada ungkapan yang sesuai, maka “the right man on the right place” akan cocok untuk kolaborasi duo penulis ini.

6. Kadiah Tanda Baca

Hanya saja, kaidah tanda baca yang digunakan sedikit membuat saya kebingungan pasalnya jarak spasi yang tiba-tiba terlalu lebar membuat saya berhenti membaca di titik tersebut padahal kalimatnya masih bersambung. Akan tetapi, hal ini sebenarnya bisa dengan mudah diatasi dengan koreksi ulang secara keseluruhan.

Penilaian:

Antara 1-10, saya memberi nilai 8. Untuk rasa penasaran yang sepenuhnya mampu menggerakkan kedua tangan saya untuk scroll dan terus membaca; untuk penggambaran tokoh Salinem yang bijaksana dan penuh tanya; dan untuk kegigihan Tyo dan Bulik Ning menemukan rahasia resep pecel Salinem; untuk deskripsi sejarah zaman susah pada masa pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesia; dan untuk suasana keraton abad ke 19 antara Kawedanan, Solo, dan Sidoharjo.

Secara keseluruhan, novel ini sangat apik dan saya rekomendasikan untuk semua lapisan masyarakat. Khususnya jika Anda pencinta cerita sejarah dan petualangan, Anda pasti akan enggan melepaskan mata Anda untuk tetap membaca sampai paragraf terakhir cerita.

******************************************

Alhamdulillah udah selesai reviewnya. Panjang ya? Maaf deh. 😁 Sekarang, buat kamu yang masih betah baca…please komen, beri masukan buatku, apa yang kurang?

*Siapa tahu karena komenmu yang perhatian itu, aku bisa menang. #halah, apa hubungannya, Cinta? 😅

10 respons untuk ‘Belajar Memahami Arti Petualangan dan Sejarah dari Novel “Rahasia Salinem” Karya Brilliant Yotenega dan Wisnu Suryaning Adji

    1. Hai mbak Hilma, salam kenal, terimakasih sudah follow dan komen di blog cinta1668. 😊

      Haha, bener banget mbak, kalau film mungkin sudah jadi spoiler.

      Alhamdulillah, terimakasih mbak Hilma. ❤❤❤

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s