Anak sebagai penyenang hati


Anak sebagai penyenang hati, 351 kata.


Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Klenteng Sam Poo Kong)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Taman di Tugu Muda Semarang)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Tugu Muda Semarang)

Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Taman di Tugu Muda Semarang)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Lawang Sewu Semarang)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Klenteng Sam Poo Kong)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Taman Sri Gunting Semarang)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Taman Sri Gunting Semarang)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Masjid Agung Jawa Tengah)
Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : Lawang Sewu Semarang)

 

Bismillah…

QS Al Furqaan (25)ayat 74

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Artinya : “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Siapa sih yang tidak ingin memiliki anak yang lucu-lucu dan menyenangkan?

Pada dasarnya, setiap anak mempunyai sisi itu : sisi yang menyenangkan, sisi lucu, dan sisi kangen kalau sudah lama tidak bertemu.

Seperti gambar-gambar yang ter-capture di foto-foto itu. Si kecil Jihan : anak adikku, dan si Aisyah : anak kakakku, keduanya memang bukan anakku dalam artian sebenarnya. Akan tetapi di moment itu, untuk sehari saja, mereka telah menjadi anakku seutuhnya. Penurut meski tanpa ibunya. Tidak rewel dan minta pulang meski ngebolang itu ternyata capek (ini kata mereka loh 😅).

Ah ya, hampir lupa cerita. Ketika di Lawang Sewu, sandal Jihan putus, sempat bolak-balik dua kali keluar dari lokasi hanya untuk mencari sandal…tapi karena kepagian, belum juga ada yang buka toko sandalnya.

“Nak, malu tidak kalau tidak pakai sandal sebentar sampai nunggu penjual sandalnya buka?”

“Tidak budhe…tidak malu. Budhe malu tidak kalau Jihan tanpa sandal begini?” Katanya dengan wajah lugu.

“Tidak nak, kenapa harus malu? Budhe bangga malah punya ponakan pemberani seperti Jihan,” sambil kuacungkan jempol ke arahnya.

Dan si kecil membalasku dengan senyum. ❤❤❤

*Ini foto lama, akhir tahun 2017 yang kuputuskan menghabiskan waktu seharian di Semarang bareng mereka, anak-anakku yang lahir bukan dari rahimku. Ternyata ngebolang bareng mereka itu menyenangkan! 😍😍😍

#lawangsewusemarang #tamansriguntingsemarang #tugumudasemarang #masjidagungjawatengah #klentengsamphokong #onedayoneayat #ramadhan #semarang #centraljava #semarangtrip #ngebolang #jalanjalan

Had been posted on my instagram : Irofaruk. Because every picture has its own story.

16 respons untuk ‘Anak sebagai penyenang hati

  1. Gebetan sebagai tambatan kalbu?? Bagus tuh foto masjid agung Jawa tengahnya. Jernih dan indah hasil motretnya. Atau karena saya yang orang Jawa tengah ya jadi liatnya lebih kinclong daripada yg lain.

    Disukai oleh 1 orang

    1. oposih mas G, dr anak koq jd gebetan ki piye toh. *tepok jidat deh.

      Haha mau Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan suku2 lainnya sama aja mas. Kita ini Indonesia. 😊

      Suka

  2. “Harta yang paling berharga, adalah keluarga…” -keluarga cemara

    Semoga kak cinta selalu dilindungi Allah dan dianugrahi anak-anak yg lucu dan soleh soleha 😊…
    BTW Saya juga suka anak kecil, mereka menyenangkan.. Tapi ada juga di momen tertentu mereka sulit diatur 😆

    Suka

    1. Iya benar, keluarga adalah sesuatu yang paling berharga.

      Amin Ya Allah…Rahman, terimakasih, doanya indah sekali. Semoga doanya kembali kepada yang mendoakan. Amin Ya Allah Ya Mujibassaa’iliin.

      Hihi iya, kadangkala memang demikian. Coba contohnya mereka sulit diatur pada saat apa?

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s