Review Novel Bumi yang Subur a.k.a. The Good Earth

Review Novel Bumi yang Subur, 1096 kata.

Bagiku, setiap buku yang telah selesai kubaca menjadi bernyawa. Mungkin itu sebabnya setelah selesai membaca buku ini hampir sebulan lalu tanpa me-review-nya, aku tidak bisa tenang. Sang buku seolah-olah berteriak-teriak di telingaku. Ia meminta haknya untuk segera ditunaikan. Ia minta di-review agar lebih banyak orang yang tahu tentangnya. Oke, aku akui ini sedikit lebay. Hehe ^__^>

Bumi yang Subur a.k.a. The Good Earth adalah sebuah novel karya Pearl S. Buck yang diterbitkan pada tahun 1931 dan dianugerahi penghargaan Pulitzer untuk novel pada tahun 1932. Novel ini adalah buku pertama dalam sebuah trilogi yang meliputi Wang Si Macan (1932), dan Runtuhnya Dinasti Wang (1935). Lanjutkan membaca “Review Novel Bumi yang Subur a.k.a. The Good Earth”

Cinta, selalu ada yang mengawasimu!

Sejatinya, manusia hidup di dunia itu selalu diawasi. 311 kata.

Bismillah,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (١٧) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١٨

Artinya :
17. (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.

18. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).

Surat Qaf ayat 17-18

Sumber : dokumen pribadi (Lokasi : salah satu jendela di lantai 2 Lawang Sewu)

Kau tahu bagaimana perasaanku ketika berada di depan jendela besar itu?

Ya, benar. Tepat seperti bayanganmu itu, teman. Aku merasa sangat bebas mengawasi lalu-lalang orang : ada seorang ibu yang menggandeng anaknya, beberapa perempuan yang aku kira adalah sahabat dan sedang bercanda riang, lalu…tak ketinggalan ada sepasang kekasih yang berjalan sangat mesra, entah sudah menikah atau belum, tapi semoga saja sudah menikah. Lanjutkan membaca “Cinta, selalu ada yang mengawasimu!”

Rindu Udara Sejuk

Rindu Bromo, 135 kata.

Sumber : dokumen pribadi Cinta1668

وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَٰرًا وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Q. S. Ar-Ra’d ayat 3) Lanjutkan membaca “Rindu Udara Sejuk”

Five Elements – Rain (6)

Serial Five Elements – Rain (6), 1205 kata.

Five Elements adalah kumpulan cerita pendek tentang lima elemen alam yang paling kusukai :

Senja,

Langit,

Laut,

Hujan,

Embun.

Mungkin akan berbentuk cerita bersambung atau bisa cerita pendek sekali jadi. Anggap saja cerita-cerita sederhana ini adalah cara tulusku mencintai mereka.


wp-image-973875594
Gambar diunduh dari Google

Episode Sebelumnya

Lanjutkan membaca “Five Elements – Rain (6)”

Five Elements – Rain (5)

Cerbung Five Elements – Rain (5), 865 kata

Five Elements adalah kumpulan cerita pendek tentang lima elemen alam yang paling kusukai :

Senja,

Langit,

Laut,

Hujan,

Embun.

Mungkin akan berbentuk cerita bersambung atau bisa cerita pendek sekali jadi. Anggap saja cerita-cerita sederhana ini adalah cara tulusku mencintai mereka.


Gambar diunduh dari Google

 

Episode Sebelumnya

Orang Bilang…

Rain POV

Bogor, Minggu, 00.45 WIB dini hari.

Ini hari apa ya? Lanjutkan membaca “Five Elements – Rain (5)”

Tentang Rindu

Tentang Rindu, 470 kata.

Assalamu’alaikum teman-teman.

Ini sudah jam 00.12 WIB dini hari.

Iya, terus?

Aku sudah mengantuk…aku sudah mengantuk.

Lah koq?!

Ya tapi aku ingin meninggalkan jejak sebentar. Mumpung sedang ada gairah menulis, si Cinta kan jarang-jarang menulis sekarang. Makanya sewaktu ada keinginan harus langsung ditulis.

Memangnya mau menulis apa?

Mmmm…tentang rindu. Heee… ^__^>

Jadi aku tadi ngelayap di Youtube sebentar dan menemukan lagu ini. Lanjutkan membaca “Tentang Rindu”

Pergilah, namun kembalilah

Look in to my eyes. It’s raining now, 178 kata

Sumber : aplikasi Google Foto dari dokumen pribadi.

Malam Minggu sehabis pulang dari kampus malah diingatkan oleh Google Foto, dibuatkan kolase fotonya pula.

Katanya begini… “Hey, Cinta, kau sudah tua, dan bisa meninggal sewaktu-waktu, kapan saja. Lihat saja ponakanmu yang ganteng dan lucu di foto itu, ia sudah mendahuluimu lebih dulu.” Lanjutkan membaca “Pergilah, namun kembalilah”

Skripsi dan Resolusi

Skripsi dan resolusi, 713 kata.

Assalamu’alaikum teman-teman…

Sabtu yang terik di bawah sinar matahari dengan suhu 31 derajat Celcius dan super panas ini, sudah saatnya Cinta ngeblog lagi.

Sumber : aplikasi cuaca di ponsel pribadi

Ya… mau ngapain lagi, kebetulan hari ini Cinta libur bimbingan skripsi (sebenarnya bukan libur sih, dia-nya saja yang belum kelar bab 4-5 😅, sedangkan ibu dospem maunya dua bab itu langsung selesai dulu baru bimbingan lagi. Hehe 😅).

Anyway, sudah hafal dunk tempat favorite-nya Cinta menulis?

Yup’s benar sekali, tak lain dan tak bukan adalah di angkot Elf 59 Cikarang – Cawang UKI yang super hot dan brisik. 😁

Eh tapi tapi…daripada ngobrol, aku yakin akan cepat capek, buang tenaga, dan berkeringat, beda halnya kalau aku naik commuter line, biasanya malah kumanfaatkan untuk ngobrol.

Teman-teman, tahu tidak? Lanjutkan membaca “Skripsi dan Resolusi”

Surut

Mix Puisi-Lagu, 116 kata.

Assalamu’alaikum teman-teman,

Kali ini, Cinta1668 mendapat kesempatan membuat mix puisi-lagu duet dengan salah satu bloger yang pintar sekali membuat puisi. Puisinya indah dan berjiwa, seolah-olah dia hidup di kepala pembacanya.

Puisi berjudul Surut milik dek Libilinda pemilik WordPress : yulindapl.wordpress.com

Sedangkan untuk lagunya, Cinta1668 memakai soundtrack Jelita Sejuba, apalagi kalau bukan “Menunggu Kamu” milik abang Anji.

Yuk ah check this out ya. Lanjutkan membaca “Surut”