Suka-Dukanya Naik KRL dari Cikarang


Suka-dukanya naik KRL Cikarang, 1197 kata


Assalamu’alaikum teman-teman,

Siapa sih yang tidak bahagia dengan kehadiran KRL di Cikarang sejak bulan September 2017 lalu?

Secara, aku ini seorang mahasiswi tingkat akhir yang sedang berjibaku dengan skripsi yang : sedikit-sedikit duit, sedikit-sedikit ongkos, belum lagi musti beli novel asli versi English itu ya, tahu sendiri kan harganya. 😅😐😕 *Yang jelas itu bikin mukaku cemberut dan tertekuk dengan sendirinya.

So, kehadiran KRL a.k.a. Commuter Line di Cikarang sudah pasti kunantikan. Tapi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, teman-teman. Benarlah kata orang bijak,

Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Dan aku juga merasakannya. Suka-dukaku naik KRL dari Stasiun Cikarang itu, nano-nano syekaleee…!

Mau tahu lebih banyak? Yuk ah, langsung saja aku bahas satu-satu ya.

Sukanya

1. Tempat parkirnya luas, aku dengan leluasa bisa menitipkan motor schoopy sporty-ku hanya dengan merogoh kocek lima ribu rupiah saja.

2. Desain stasiunnya minimalis sekali, nah pemandangan di malam hari terlihat sangat indah, lampu di depan Stasiun Cikarang itu sangat terang jadi terlihat kuning keemasan, itu menjadikan warna khas Stasiun Cikarang lebih elegan. Itu buatku loh ya, penyuka senja, langit, dan warna emas. Mungkin bagi yang tidak, akan merasa biasa saja.

3. Irit. Tentu saja. Setelah kuhitung-hitung, biaya perjalanan dengan kereta sampai kampusku itu kalau ditotal jadi setengahnya dengan biaya aku naik angkutan umum.

4. Tempatnya luas, toilet bersih, mushola juga bagus. Nah kedua point terakhir sangatlah penting bagi perempuan. Kebanyakan perempuan itu sebelum sholat pasti ke toilet dulu. Aku juga demikian, makanya di mana pun dan ke mana pun aku pergi, dua hal yang sering kutanyakan adalah : ada mushola nggak? Toiletnya bersih nggak? 😊

5. Bagian dalam kereta masih lumayan bagus, AC-nya juga masih terasa, nyaman sekali bila bisa duduk dan tidak berdesak-desakan. Selain itu, video yang ditampilkan di layar TV nya juga lucu-lucu loh, informatif pula. Jadi…daripada menjadi autis dengan gadget masing-masing, mengapa tidak sisihkan waktu sejenak untuk menghargai hasil karya orang IT PT. KAI melalui layar besar itu? 😊

6. Bertemu orang-orang baru. Kenalan, ngobrol, lalu saling bertukar no wa. *Up’s tapi sesama perempuan loh ya?! 😁

Untuk orang yang tidak tahan diam sepertiku ini, biasanya aku lebih memilih untuk membuka sapaan, bukan SKSD (sok kenal sok dekat), hanya saja, aku merasa mulutku akan kaku dan seperti terkena lem permanen jika tidak berbicara. 😅. Alhasil, biasanya aku dapat teman baru, bisa terbantu jika bingung dengan arah tujuan, atau malah bisa membantu jika lawan bicara kita membutuhkan informasi. Nah tidak ada salahnya bukan being kind person? 😉

Nah kira-kira itu enam kesenanganku menyambut kehadiran KRL di Cikarang.

Lalu bagaimana dengan dukanya, Cinta? Memang ada?

Ya adalah…biar adil, aku buat juga dukanya. Nih check this out ya!

Dukanya

1. Sayang sekali karena jadwal kedatangan KRL dari Jakarta itu setiap satu jam sekali. Iya, satu jam sekali teman-teman, belum lagi dengan kemacetan di Cikarang yang masih belum bisa terprediksi. Jadi ya…pesanku, jangan sampai telat saja. Bisa-bisa kamu telat pula sampai kampusmu. Terus ketemu dosen killer di jam pertama?! Alamaaaakkkkkk, oh no no no! Tidaaaakkkkk!!! *Lebay ih. @__@

Tapi alhamdulillah dosenku mah baik-baik semua, nggak ada yang killer tuh, hehe. 😄

2. Karena masih tergolong baru, kedatangan KRL di Cikarang ini cukup menarik pusat perhatian. Maka jangan kaget bila di hari libur, jika kita naik KRL lebih dari jam 06.30 pagi, siap-siap saja deh, berasa nonton konser itu naik KRL. Dari pembelian tiket yang antriannya panjang sampai turun ke tangga bawah, terus masih leter L pula. Belum lagi, pas di dalam kereta, Ya Allah desak-desakan berasa nonton konser saja. Bisa nggak dibayangkan, kalau kamu tuh nggak pegangan pun nggak akan jatuh, cukup nglendot kanan terus nglendot kiri, gitu aja terus sampai tujuan, lah wong saking sesaknya, hampir tidak ada ruang untuk bernafas loh. 😨😵😖

3. Namanya juga naik kereta, namanya juga masih single, namanya juga manusia, namanya juga sesama punya ibu, punya nenek, punya budhe juga. Mana tega ngebiarin orang yang lebih tua berdiri sementara aku enak-enakan ongkang-ongkang kaki, duduk manis seolah dunia baik-baik saja, sambil pura-pura tidur, pura-pura baca buku, pura-pura pake headset, pura-pura capek, pura-pura lemes, pura-pura mau pingsan, pura-pura panas, pura-pura muka pucet, pura-pura darah rendah, dan seribu macam kepura-puraan yang sering dilakukan kids zaman now.

Oh no no no, atas nama hati nurani, atas nama nilai moral dan kemanusiaan, rasanya aku tidak bisa berlaku demikian. Pernah sih mau coba saking capeknya, eh tapi belum lima menit, wajah ibu-ibu tua di depanku itu tiba-tiba saja menjelma jadi wajah ibuku. Dengan marah dan mata melotot hampir keluar, beliau berkata…

“Cinta, tega kamu ya, biarin ibumu berdiri begini?”

Astaghfirullah, seketika aku langsung bangun dan bilang, silakan ibu duduk.

OK, kejadian menolong itu tidak masalah kalau perjalanannya adalah dari Cikarang ke Stasiun Manggarai karena terbilang cepat. 30 menit sampai 1 jam berdiri insya Allah aku masih kuat.

Tapi lain halnya kalau perjalanannya dari Manggarai ke Cikarang. Itu bisa sampai 2-3 jam loh teman-teman. Bayangkan betapa capek kaki ini melangkah. Eh salah, maksud aku berdiri. Betapa capeknya setelah seharian berjibaku dengan penat dan letih.

Can you imagine? 😰

4. Mungkin karena masih tergolong baru. Jadi kalau waktu aku pulang dengan kereta jam 5 sore dari Jakarta, biasanya di perjalanan akan ada masanya kereta berhenti. Iya, berhenti. Dan berhentinya ini tidak tanggung-tanggung loh, bisa sampai 30 – 60 menit sendiri. Suara operator akan mengulang-ulang kira-kira seperti ini :

“Mohon maaf, kereta sedang menunggu sinyal dari Stasiun…………..untuk sementara kereta akan berhenti, mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

Nah, kebayang kan kalau posisi masih berdiri, kereta berhenti dan cuma nunggu sinyal dari Stasiun mana pun itu. Oh aku lelah rasanya. 😢

5. Aku tadinya nggak mudeng, kenapa ada jalur 1-3, saat dengan PD aku ke jalur satu…eh ternyata keretanya di jalur 3. Ya Allah, aku baru sadar, lah wong cuma ada satu jalur koq. Mau berangkat dan pulang ya tetap di jalur 3 itu. 😁😂😅 *Yoweslah, aku telat masuk dan berdiri deh jadinya. Up’s.

6. Kalau hari libur, jangan kesiangan kalau mau jalan-jalan. Dikhawatirkan karena berdesak-desakan jadi rawan pencopet. Ingat selalu untuk menaruh tas di depan. HP jangan ditaruh di saku rok atau celana, takut hilang saja. Mending dipegang saja lebih aman.

Nah teman-teman, itu tadi suka-dukanya naik KRL dari Cikarang. Postingan ini kubuat bukan dengan maksud menjelek-jelekkan Stasiun di kotaku sendiri, tapi aku berharap postingan ini bisa membantu siapa pun yang ingin naik KRL Cikarang dengan segala suka dan dukanya.

Dan semoga semua dukanya itu bisa teratasi nanti, lambat laun KRL Cikarang semakin membaik. Ditambah satu unit atau dua unit lagi. Amin. Kedatangannya bisa jadi 30 menit sekali. Amin. Otomatis masalah desak-desakan dan rawan copet tadi bisa teratasi dengan sendirinya.

Kalau aku sih pilih naik KRL kalau sedang ingin saja. Kadang-kadang ada kerinduan dengan koridornya ketika lengang. Layar TV besar yang berisi video tips dan trik juga informasi menarik lainnya. Obrolan kecil dengan orang yang baru dikenal. Juga keisengan tanganku yang dengan spontan memfoto setiap bagian dari Stasiun Cikarang.

Tidak setiap Sabtu aku naik KRL Cikarang, karena bagiku waktu 4 jam untuk sampai kampus tanpa aku melakukan apa-apa itu sayang sekali. Mending aku pilih dua jam, meski berpanas-panasan di angkutan umum, tapi aku masih bisa baca buku atau membaca materi kuliah. Kalau di kereta, rasanya susah, karena dengan membaca buku, kita jadi abai dengan keadaan sekitar, jadi tidak tahu kan kalau ada ibu-ibu atau nenek-nenek yang berdiri di depan kita? 😊

Tapi apa pun pilihan teman-teman, aku yakin semuanya baik koq. Karena setiap pilihan ada resikonya, setiap hal tentu ada baik-buruknya.

Terakhir aku cuma mau bilang…

Thechoiceisyours ^__*

Note : semua gambar diambil dari GoogleMaps.

29 respons untuk ‘Suka-Dukanya Naik KRL dari Cikarang

  1. Wuaaa, nano-nano ya mbak rasanya, enak ga enaknya. Waktu ke Jakarta dulu pernah naik KRL dari Bekasi, Manggarai terus st. Karet. Padahal itu ga sesak kata temenku, tp aku ngerasanya udah sesak banget. Berdiri juga. Dan dilemanya tubuh kecil kayak aku, ga nyampe buat pegangan ke atas 😆. Dan biasanya katanya lebih padeeeet lagi. Kayak manusia ditetal jadi satu.
    Enggak bsa bayangin deh 😆😆😆
    Aku selalu salut buat pejuang KRL.

    Terima kasih mb sudah berbagi cerita.

    Disukai oleh 1 orang

      1. hu um, memang sgitu, kan ada plus plusnya naik pp ojol(ojek online) pula dek.
        Tiga bulan lagi, smoga prkuliahan sgera selesai. Amin. Q pgn cpt lulus 😢

        Suka

  2. Aku adalah pelanggan setia krl jalur st bogor – ui di saat masih tidak manusiawi era 2006-2011 haha. Kondisi stasiun jauh beda ya zaman old sama zaman now, dulu satu gerbong malah sama kambing dan topeng monyet 😂

    Disukai oleh 1 orang

      1. Ya Allah mas Anggik, q berikan 1000 applause buat mas Anggik. Tabah dan sabar sekali. Keren! 👍👍👍

        Iya mas Anggik, q sndiri ga bs membayangkan gmn rasanya kl naik KRL wktu itu 😅. Harus srg2 brsyukur hrsnya ya mas. 😁

        Suka

      1. Saya baru pernah naik KRL sekali mba dr malang ke jogja saat itu sepi atau emang selalu sepi kecuali lebaran. Entah. Dan saya lebih ga mual. Andai di kalimantan ada KRL

        Disukai oleh 1 orang

      2. owh brrt beda mbak Nuna, kl yg q mksud di sini itu KRL Commuter Line atau kereta dalam kota, ini msh ada hanya di Jabodetabek saja.

        Kl yg mbak Nuna blg itu kereta api cepat utk perjalanan jarak jauh / luar kota

        Suka

      3. iya mbak Nuna, Commuter Line, jd pas di dlm itu boleh berdiri kl tdk ada tmpat duduk, krn memang disediakan bnyk pegangan di samping kanan kiri, pas di dpan tmpat duduk. Tempat duduknya jg hnya di sebelah kanan dan kiri, sejajar dg pintu KRL slg berhadap2an.

        Pokoknya kl naik berdesak2an itu asik deh mbak…😀

        Suka

      4. Mau nyoba mba. Kek di drama drama gitu ya mba? *korban drama

        Eh makanya saya kira kereta api di Indonesia beda sama di luar negri. Di luar negri juga gitu ya beda sama antar kota dengan luar kota

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s