Beuuuh, dikira begini padahal begitu


Salam paham aja sih, 536 kata.


Assalamu’alaikum teman-teman. Apa kabar hari ini? 😊

Pasti baik semua dong ya, kan kan malam Minggu. Up’s 🙊

Wait wait, apa hubungannya Cin? Apakah hanya Sabtu malam saja kamu bahagia, terus malam-malam yang lain kamu nggak bahagia, begitu Cin?

Hehe…ya nggak gitu juga sih.

Tapi kan malam Minggu itu malam terspesial karena besok free dari kerjaan, free dari capek dan sibuk. Ditambah lagi sekarang, sudah enam hari loh aku belum nulis. Tuh lihat saja sendiri. 👇👇👇

So, wajib hukumnya buat si Cinta nulis lagi, iya kan?

Ngomong sendiri dijawab sendiri. *Emang dasar kamu Cin! 😁😆😅

Mmmm…jadi begini teman-teman. Cerita ini terbersit waktu tadi sore aku naik ojol (ojek online) sepulang dari kampus. Aku bilang begini, “Mas, mohon maaf, saya taruh laptop-nya di tengah ya, boleh? Rasanya berat di pundak saya mas.”

Si mas driver yang terlihat masih muda itu mengiyakan sembari bertanya, “boleh sekali mbak, atau mau ditaruh di depan saja?”

“Enggak, di tengah saja, mohon maaf ya kalau mas driver jadi kesempitan.”

“Iya mbak, santai saja”, katanya kemudian sambil tersenyum.

Nah aku koq tiba-tiba saja jadi teringat dua kejadian lucu beberapa bulan lalu ya. Dan aku spontan ketawa-ketiwi sendiri.

Kejadian pertama

Waktu itu aku dibonceng teman kerja. Tak perlu lah ya menyebutkan siapa namanya. Tiba-tiba saja aku merasa kecapean dan aku taruhlah tasku di tengah tanpa bilang dulu ke temanku.

Eh sepanjang perjalanan tingkahnya aneh loh. Dia terlihat senyum-senyum sendiri.

Koq kamu tahu Cin?

Ya tahulah, kan terlihat dari spion.

Terus tingkahnya makin aneh karena gelagat tubuhnya jadi bergerak kesana kemari gitu, kepalanya juga gitu, perasaan tadi nggak gitu deh sebelumnya, pikirku waktu itu.

Makin lama orang itu makin aneh sampai aku mulai paham dengan keanehannya dan bilang…

“Mohon maaf ya pak, saya menaruh tas di tengah, apakah bapak tidak nyaman?”

Spontan si bapak ketawa dan berkata, “eh iya silakan mbak, tidak apa-apa.”

Dan alhamdulillah gelagat aneh-aneh tadi seketika hilang semua.

See what I mean? 🙈🙉🙊

 

Kejadian Kedua.

Waktu itu aku naik ojol sepulang dari kuliah dan aku melakukan hal yang sama. Aku lupa izin dan bilang kalau aku menaruh tas di tengah. Kejadian yang sama pun terulang.

Driver yang masih muda itu mulai bertanya dari A sampai Z, aku semester berapa, tinggal di mana, ambil jurusan apa. (ok aku anggap ini pertanyaan lazim).

Tapi pertanyaan selanjutnya bagaimana?

Sudah menikah apa belum?

Nomor hp nya boleh di-save atau tidak?

Terus minta dicatat nomor hp nya biar nanti kalau di-chatt sudah tahu dari dia, katanya.

Lho lho lho, iki opo toh yo? 😅

Lalu seketika aku sadar, astaghfirullahal’adziim, aku lupa bilang kalau aku menaruh tas di tengah. *tepok jidat deh. 😁😅😂

Dan sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, aku bilang dulu, “mohon maaf mas, saya menaruh tas di tengah, apakah mas tidak nyaman?”

Dan seketika si driver diam dan tidak bertanya lagi. Alhamdulillah.

Beuuuh, padahal aku begini loh…eh tapi dikira begitu. 😅

Ya tapi tidak sepenuhnya salah mereka sih, ini juga salahku.

Jadi sekedar saran saja buat semua perempuan di luar sana. Jangan lupa, kalau teman-teman menaruh tas di tengah waktu naik ojol, atau berboncengan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, bilang ya…terlihat sepele sih, tapi bahaya loh. Asli, dikira kita perempuan yang….up’s skiiiiiiippppp! ❌❌❌

Udah ah ceritanya segitu aja.

Kamu, iya kamu, pernah tidak, mengalami kejadian yang tidak mengenakkan sepertiku? 😅

28 respons untuk ‘Beuuuh, dikira begini padahal begitu’

  1. Waahh, aku ga ngira mbk, hal begitu bisa bikin salah sangka ya. ternyataa. heuheu.
    Soalnya aku jarang naik ojol terus dibonceng posisi hadep depan sih, pasti hadep samping kalau naik ojol. Thanks infonya mbk, minimal mengurangi prasangka yang enggak-enggak ya kalau kitanya duluan bilang mau naruh tas di tengah.

    Disukai oleh 1 orang

    1. ngadep samping, wuah hebat Ikha.

      Q udah prnah nyoba tp mau jatuh 😁, sisi femininku ga ada sprtinya, krn lbh suka angkat rok dan boncengnya tetep hadap dpn 😅

      Iya sma2 Ikha. 😇😇😇

      Disukai oleh 1 orang

      1. Iya mbak. Ngadep samping, kecuali udah kenal banget baru hadep depan. Atau sama orang rumah. *hahaha pilih pilih akunya.

        Ah, ga juga kok mbak. Tetep adalah. Feminin ga mesti diukur dari sini. 😉

        Disukai oleh 1 orang

  2. 😨😨😨😨 Uwaaaa sereeeem. Saya gak pernah sih dapet pengalaman begitu. Gak pernah naek ojek online, apalagi dibonceng cowok muda/ bapak2 (kecuali bapak sendiri) 😅

    Wah bisa jadi pelajaran memang ya. Sepele, tapi penting. 📝

    😩😩😩 Gak bisa bayangin posisi Mbak Cinta waktu itu, pasti awkward dan menimbulkan prasangka banget. 😥 sick feeling

    Disukai oleh 1 orang

    1. Pernah deng diboncengin cowok, teman KKN. Tapi karena waktu itu lagi ke Kalibiru yang tanjakan/ turunanya ekstrim banget. Takut jatuh, katanya. Well, karena diboncengin, saya jadi mesti duduk nahan kuat2 pas jalanan turun karena gak mau merosot. Ewh… ini 😟 banget

      Disukai oleh 1 orang

      1. 😅😆😂 ternyata Dilan bohong ya mbak, bukan rindu yg berat, tetapi menahan agar pegangan tidak lepas sampai betis pegel itu lebih berat ya mbak Mulya

        Q hnya bs mndoakan dr jauh…Semoga kejadian serupa ga trulang lagi. Amin

        Disukai oleh 1 orang

    2. Iya mbak Mulya, setelah dua kjadian aneh itu q jd hrs brhati2 dan selalu minta izin kalau mau menaruh barang di tengah 😁

      Pokoknya perasaanku ga bs dijelaskan dg kata2 mbak Mul 😨😣😤😖😲 *nano-nano syekaleeeee

      Disukai oleh 1 orang

      1. Kan saya sering di gonceng beberapa teman juga mba. Saya tuh ga pekaan sih mba cinta. Emang aneh kok mereka itu suka banyak nanya wkwkw itu alasannya. Bilang deh entar saya kek what u did mba

        Disukai oleh 1 orang

  3. Saya senyum2 saja membaca pengalaman mbak Cinta ini
    bisa saja salah sangka tu driver ojek, memang laptop seperti barang apa ya ? he he …

    bagus mbak pengalaman ini dibagi, terutama untuk para perempuan muda

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s