Mencoba sekali lagi


Mencoba pengalaman baru itu menyenangkan! 1385 kata.


Dulu aku pernah berniat memakai baju syar’i, waktu itu aku menulis post tentang “Ada apa dengan Cinta?”. Kejadian itu sekitar 12 bulan atau tepatnya satu tahun yang lalu.

Aku sudah sibuk kesana-sini, mencari online shop untuk beberapa baju dan khimar, lalu menanyakan ke beberapa teman tentang di mana aku bisa mendapatkan kerudung dengan harga miring? Di mana aku bisa memperoleh ukuran yang sesuai, dan tidak terlalu panjang karena postur tubuhku pendek dan sedikit gemuk, maka aku juga harus perhatikan itu.

Alhamdulillah, dengan mudah aku mendapatkannya. Beberapa pasang baju gamis dan beberapa kerudung. Alhamdulillah lagi, aku juga mendapatkan sumbangan dari teman, beberapa dari mereka memberikanku baju gamis dan rok secara sukarela, aku dibelikan baru, ada juga yang membeli kekecilan, dan diberikan kepadaku.

Ini aneh sekali, saat aku punya beberapa pasang pakaian bagus dan belum terpakai, lalu seorang teman menghubungiku karena ada bakti sosial dan boleh menyumbangkan pakaian, kalau aku punya, aku akan menyisihkannya beberapa untuk mereka dan wow, balasan Allah kepadaku juga sama, aku dimudahkan dalam memperoleh baju yang kuinginkan.

Akan tetapi, mungkin imanku masih belum kuat waktu itu, sholat isya-ku masih bolong karena ketiduran atau sholat subuhku masih hilang karena kadang aku bangun kesiangan. Belum lagi…selentingan kanan-kiriku terkadang bilang aku seperti ibu-ibu. *Sungguh, meski aku mencoba mencuekannya, namun tetap saja bergema di telingaku.

Bagaimana kalau aku susah menikah kerena dianggap ibu-ibu? πŸ˜•

Aduh ribet banget sih, aku kuliah pakai baju begini, nanti kalau hujan bagaimana? πŸ˜‘

Nah kan…nah kan…aku mau jatuh kesandung bajuku sendiri, aduh! Untung nggak jatuh beneran, kalau iya bisa malu aku! 😣

Huwaaaa….rok orange aku kotor, aku nggak nyadar tadi waktu hujan nggak aku angkat, basah sudah! *Tepok jidat deh. πŸ˜…

Cinta…Cinta…banyak sekali komplain-nya. Bagaimana kamu mau tumbuh dewasa, Cinta?

Seringkali kutipan di atas mencoba mencibir hatiku yang naif, hatiku yang penuh keluh-kesah, hatiku yang masih bolong-bolong imannya. Namun apa daya, tahu sendiri kan kalau suara-suara kecil ituβ€”suara hati, jika didiamkan selama tiga kali, dia akan menghilang sendiri. Dan ya…itulah yang terjadi padaku, ia menghilang begitu saja, pergi dan belum mau kembali.

Hari ini, tak terasa setahun telah berlalu. Aku masuk ke sekolah baru, SDIT Plus Cordova, namanya. Website-nya bisa dicari dengan mengetikkan ini : http://www.sitpluscordova.sch.id

Sedikit aku ingin bercerita tentang pengalamanku selama dua minggu observasi di sekolah baruku ini. SDIT Plus Cordova adalah sekolah yang mengedepankan karakter, akhlak mulia dulu baru ilmu.

Aku observasi di kelas 1 dan 2 SD.

Pagi hari jam 07.00 semua guru akan meeting untuk evaluasi pagi, membicarakan masalah yang terjadi selama proses belajar-mengajar, ada kekurangan apa saja, ada kesulitan apa saja.

Lalu jam 07.15, siswa-siswi akan mulai berbaris menyanyikan lagu Mars Cordova dan masuk kelas dengan password. Setiap hari passwordnya berbeda : Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Matematika. Dan bagi siswa kelas 1 dan kelas 2β€”tempat aku observasi sekarang, mereka sudah pintar loh menghitung penambahan dan pengurangan, bahasa Inggris dan bahasa Arab juga tak kalah pintarnya, I actually proud of them.

Jam 07.30 sudah mulai siap-siap sholat dhuha bersama dengan semua bacaan sholat yang dinyaringkan. Dua rokaat jumlahnya dan kadangkala di rokaat kedua mereka disuruh membaca surat Al-Mulk, atau surat Yasin, atau surat Al-Kahfi, atau surat Ar-Rahman atau surat Ar-Ra’d, memang tidak semua surat dibaca sampai selesai, tetapi hanya beberapa ayat yang diperintahkan oleh guru. Tapi anehnya, mereka hafal loh, dan bacaannya itu fasih sekali.

Subhanallah, kelas 1-2 SD, dan sudah hafal surat Al-Quran, dan fasih sekali? Kamu bagaimana Cinta? Hafalin Yasin saja susah, sudah hafal juga lupa lagi. *Aduh, Ya Allah…beneran merasa tersindir habis, termakan habis oleh diri-sendiri. Masya Allah…hari pertama observasi itu, aku benar-benar merasa tersihir. Apalagi setelah aku tanyakan kepada gurunya, jawabannya tenang dan tambah membuatku malu…

“Iya ibu, di sini semua anak kelas 1-2 harus sudah hafal surat Yasin, Al-Mulk, Al-Kahfi, Ar-Ra’d, As-Sajdah”

“Lah terus, kalau saya belum hafal bagaimana ustadzah (di sana, semua guru dipanggil dengan sebutan ustad dan ustadzah)?” Dengan spontan dan lugunya aku bertanya.

“Tenang saja bu, kita semua di sini sama-sama belajar, kita belajar dari belum bisa menjadi bisa, yang penting mau belajar saja…insya Allah di sini banyak ilmu yang bisa dipelajari.”

Alhamdulillah, lega rasanya mendengar jawaban bijak salah seorang ustadzah waktu itu, lega bercampur senang. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

Sekitar jam 08.00 pagi sholat dhuha selesai, anak-anak akan membereskan sendiri mukena dan sajadahnya dan dilanjutkan dengan evaluasi pagi. Biasanya evaluasi pagi diisi dengan anak-anak yang bercerita tentang tema yang telah ditentukan oleh ustad/ustadzah sebelumnya. Semisal, tema gotong royong, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan kreatif. Anak-anak akan dengan antusias menceritakan apa saja yang mereka lakukan di rumah berkaitan dengan tema tadi. Dan yang lain akan mendengarkan dengan antusias pula. Posisi duduk mereka adalah melingkar dengan kaki bersila. Dan ini Lovers, aku pertama kali mencoba bersila setengah jam saja kesemutan. Masya Allah sampai susah berdiri, tetapi alhamdulillah seminggu kemudian kesemutanku sudah menghilang. Seusai evaluasi pagi, biasanya mereka belajar mengaji sampai jam 09.00, sementara para ustadz dan ustadzah ada jam kosong yang bisa digunakan untuk evaluasi, dan diskusi untuk membahas apa saja materi seputar pelajaran di kelas 1 dan kelas 2 (evaluasi ini lebih khusus daripada evaluasi jam 07.00 pagi)

Sekitar jam 10.00 pagi, mereka akan belajar di sentra masing-masing, sesuai dengan jadwal pelajarannya. Kegiatan belajar di sentra ini berbeda sekali dengan sekolah dasar lainnya. Sentra sendiri terdiri dari 8 sentra : Sentra Balok, Sentra Bahasa, Sentra Matematika, Sentra Seni dan Musik, Sentra Main Peran Kecil, Sentra Main Peran Besar, Sentra Sains, dan Sentra Karakter, yang semua materi pokoknya / temanya sama. Kurtilas banget kan? 😊

Di semua sentra, terdiri dari pembahasan teori dan kegiatan praktek. Setiap hari Jumat sebelum kegiatan belajar-mengajar untuk seminggu ke depan dimulai, ustadz dan ustadzah harus menyerahkan RPP, lalu pembimbing kelas akan menanyakan kembali apabila ada hal yang janggal dan kurang jelas. Apakah kira-kira kegiatan yang diajukan di RPP akan bisa diselesaikan oleh kelas 1-2, apakah mereka mengerti dengan kegiatan yang dimaksud?

Jam 11.45 adalah waktunya makan. Pertama, anak-anak akan mulai memakai celemek mereka, dan mengambil sabun untuk mencuci tangan di dekat kantin. Lalu, untuk kelas 1, mereka akan mulai menata meja dan kursi sendiri tanpa bantuan guru loh. Ini juga pemandangan yang baru bagiku, menyenangkan rasanya melihat anak-anak sekecil itu rapi dan pintar. Setelahnya, mereka mengambil nasi secukupnya, sementara lauk dan sayur akan diambilkan oleh guru. Di sini mereka diajarkan bertanggung jawab loh. Tentang nasi, nasi yang harus diambil adalah secukupnya dan harus dihabiskan.

Apa yang terjadi jika nasinya tidak habis?

Mereka tidak akan bisa mengikuti pelajaran lagi karena nasi harus dihabiskan terlebih dahulu. Pernah sehari aku melihat beberapa dari siswa tidak menghabiskan makanan dan karena diharuskan habis, alhamdulillah besok pagi cara makan mereka menjadi lebih cepat dan habis semua. πŸ˜„ Aku jadi sadar bahwa ustad dan ustadzah itu keren.

Untuk kelas 2 sampai kelas 6, makan sudah boleh di kantin.

Nah, setelah makan, siswa-siswi akan membawa piring dan sendok bekas mereka makan untuk dicuci dengan tangan mereka sendiri. Di sana disediakan tempat mencuci yang bisa dijangkau anak-anak. Lalu, di dekat westafel disediakan tempat menaruh piring dan sendok yang telah mereka cuci. Setelahnya, mereka kembali ke kelas untuk mengambil gelas atom untuk tempat air dan berkumur, juga sikat gigi yang telah dinamai untuk menggosok gigi. Ini juga, baru aku lihat ada sekolah yang begini, perasaanku jadi “heran” untuk selanjutnya aku bilang “Masya Allah, keren!” 😍

Jam 12.00 mereka akan wudhu dan masuk ke kelas, menyiapkan sholat dhuhur berjamaah. Usai sholat biasanya akan ada latihan sentra, halaqah, atau ekskul. Salah satu ekskul favorit mereka adalah “panahan”, mereka sangat antusias dengan hal itu. Mereka tidak takut dan mau mencoba.

Anyway, aku jadi tahu posisi memanah yang benar, ternyata bukan lurus ya, tetapi bersudut 90 derajat dengan arah badan, cuma kepalanya saja yang nengok kiri. Aku juga jadi tahu bagaimana cara memegang busur panahnya dengan benar. 😁

Overall, mereka keren, SDIT Plus Cordova juga keren.

Doakan aku ya Lovers, agar microteaching-ku seminggu lagi lancar, dan aku bisa diterima di sana.

Di sana aku harus memakai rok atau gamis. Bisa disebut itu terpaksa karena aku sudah lama tidak memakai rok dan gamis, saat mengajar di sekolah lama aku memakai kulot atau celana longgar, akan tetapi…setiap hari bersama mereka di dua minggu ini membuat hatiku sungguh damai, aku bahagia. Dan sungguh tenang rasanya. Dan jika aku harus menebusnya dengan memakai rok dan gamis untuk perasaan bahagia itu, why not?

Mungkin ini jalan yang Allah tunjukkan padaku, semoga aku tidak mengecewakan-Nya kali ini. Semoga. Semoga. \^__^/

Bukan berarti sekarang aku sudah membaik, sama saja, aku masih merasa belum baik koq. Kan hanya orang lain yang bisa menilai, bukan diri kita sendiri, naif sekali jika demikian, bukankah? 😊

32 respons untuk β€˜Mencoba sekali lagi’

    1. iya Ikha, mereka keren syekaleee. Q jd pengin punya anak dan segera menyekolahkannya di sana. 😍😍😍

      Amin Ya Allah…terimakasih Ikha, doa yang terbaik jg buat Ikha. 😊

      Disukai oleh 1 orang

    1. Salam kenal mas Rafaz, terimakasih telah berkunjung dan follow blog Cinta, dan terimakasih juga sudah meninggalkan komen. πŸ˜‡

      Iya, itu sekolah yang bagus, salah satu dari yanh terbaik di Cikarang, mas Rafaz.

      Amin Ya Allah, amin…amin, terimakasih atas doanya, doa yang terbaik juga untuk mas Rafaz. πŸ˜‡

      Suka

  1. Semangat Mbak Cinta. Pakai rok dan gamis asik kok. Lama-lama biasa. Selamat pengalaman barunya. Semoga pekerjaannya lancar. Iyeay! πŸ‰πŸ‰πŸ‰

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hihi iya mbak Mul, asyik karena longgar, di bagian perut jadi ga ada tekanan kl pke gamis. Kalo pake rok juga kakinya berasa bebas saja rasanya. Sangat nyaman. 😊

      Terimakasih mbak Mul sayang 😍😘😘. Amin Ya Allah, doa yang terbaik pula buat mbak Mul. πŸ˜‡

      Disukai oleh 1 orang

  2. Wah …keren banget kisahnya mbak. Subhanallah
    pendidikan yg luar biasa, anak2 yg dididik di situ InsyaAllah menjadi anak2 sholeh/sholekhah dan penuh tanggung jawab. Aaamin..
    Btw, pakai rok dan gamis itu nyaman sekali bagiku. 28 tahun saya jadi guru belum pernah mengajar di depan kelas pakai celana panjang lho mbak, selalu pakai rok. Padahal saya naik motor ke sekolah, tapi Alhamdulillah aman2 saja selama ini, memang saat menaiki tangga mesti agak hati2 sih.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Amin amin Bunda, smoga mrka mnjadi anak sholeh dan sholehah.

      Wuaaahhh, sprtinya Cinta hrs bnyk belajar dr Bunda Nur mengenai pengalaman memakai rok dan gamis nih bun. 😊

      Nah itu, memang Cinta jg blm trbiasa, Bunda, jd musti diangkat rok-nya / gamisnya kalau naik tangga. 😁

      Disukai oleh 1 orang

    1. hihi 😁, jd malu dipanggil bgtu sm bunda Dyah.

      Tp panggilan ustadz dan ustadzah di sini iconic bngt dg nama skolahnya, jd nnt kl di jalan ktmu anak yang manggil ustadzah, sudah pst mrka anak SIT Plus Cordova. 😁

      Eh, sampe belum dijwb salamnya, wa’alaikum salam wr. wb. bunda cantik. Alhamdulillah kabar baik, gimana kabar bunda? 😊

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s