Gara-gara Batik

Dulu, waktu membuat cerpen ini tidak pernah terpikirkan aku akan menjadi seorang guru, alhamdulillah sekarang keinginanku sudah tercapai. Akan tetapi, bedanya, aku masih sendiri tanpa Orland-ku. Semoga aku lekas menemukannya, amin. πŸ˜‡

Cinta Nungky Lestari

Ini satu-satunya cerpenku yang pernah aku ikutkan lomba ( lomba cerpen kebudayaan 2013 lalu yang diadakan oleh PPI Yaman, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Yaman ), dan hasilnya, tadaaaaaaa! Nggak menang ^__^>. Tapi waktu itu, seseorang yang sudah kuanggap adek berinisial LS bilang, tenang aja ka, meskipun nggak menang, tapi karya kakak dibukukan bersama 29 karya terbaik lainnya. Hihi, syukurlah. Saat aku membuatnya, aku harus melakukan pengamatan langsung, dan perlu nara sumber untuk bertanya perihal kain yang digunakan untuk membatik, apa saja nama yang mereka gunakan untuk setiap gambar yang mereka tulis dengan malam lilin yang menurutku lucu, unik, dan kreatif, juga bagaimana proses pembuatannya.
Semoga yang membacanya nanti bisa mengenal β€œBatik”, salah satu hasil kebudayaan leluhur dari kota kecilku, Pekalongan. Aamiin.
Langsung saja yuks!

Lihat pos aslinya 3.937 kata lagi

Cerita Hari Ini

Belajar Ngaji, 655 kata.

Aku terbiasa menulis sesuatu, jadi…baik atau buruk ceritaku, akan tetap kutulis. Aku masih menjadikan menulis sebagai terapi agar aku bisa menjadi manusia lebih baik terutama dalam hal “emosi dan sabar”. Jujur, itu susah sekali bagiku, menahan emosi dan sabar tidak cukup hanya dengan istighfar berberapa kali, tapi lebih! Aku harus duduk tenang, minum air secukupnya, kadang jalan bolak-balik, lari-lari malah sampai kecapekkan πŸ˜…, dan kalau udah parah ya…aku gangguin sahabat dan curcol deh. Baru hilang penyakitnya. 😁.

Seperti yang kulakukan Rabu, tiga minggu kemarin, tepatnya tanggal 28 Februari 2018. Aku curhat dengan dua sahabat blogger, cowok, tentang kejelekanku ituβ€”kurang sabar. Lanjutkan membaca “Cerita Hari Ini” β†’

Mencoba sekali lagi

Mencoba pengalaman baru itu menyenangkan! 1385 kata.

Dulu aku pernah berniat memakai baju syar’i, waktu itu aku menulis post tentang “Ada apa dengan Cinta?”. Kejadian itu sekitar 12 bulan atau tepatnya satu tahun yang lalu.

Aku sudah sibuk kesana-sini, mencari online shop untuk beberapa baju dan khimar, lalu menanyakan ke beberapa teman tentang di mana aku bisa mendapatkan kerudung dengan harga miring? Di mana aku bisa memperoleh ukuran yang sesuai, dan tidak terlalu panjang karena postur tubuhku pendek dan sedikit gemuk, maka aku juga harus perhatikan itu.

Alhamdulillah, dengan mudah aku mendapatkannya. Beberapa pasang baju gamis dan beberapa kerudung. Alhamdulillah lagi, aku juga mendapatkan sumbangan dari teman, beberapa dari mereka memberikanku baju gamis dan rok secara sukarela, aku dibelikan baru, ada juga yang membeli kekecilan, dan diberikan kepadaku. Lanjutkan membaca “Mencoba sekali lagi” β†’

Review Drama Korea A Korean Odyssey (Hwayuki)

Review Drakor A Korean Odyssey (Hwayuki), 2271 kata.

Sudah lama rasanya aku hiatus dari nonton drakor, terakhir itu nonton drakor Black Knight tapi aku mengalami kebosanan di bagian akhir, so hanya 16 episode dan aku langsung loncat ke episode 20 (the end), ya sudah…kuakhiri begitu saja, tanpa permisi. 😁

Ngomong-ngomong soal kebosanan, aku tipical orang yang cepat bosan. Ya…semoga saja kalau menikah nanti nggak akan bosan dengan misua. *Wadooooooh gawat dah kalau sampai itu terjadi. Jangan jangan, jangaaaaannn! Kata Dilan, itu berat! πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†

Eh tapi Lovers, beberapa minggu ini aku enjoy banget sama ni drakor. Kesan pertama waktu lihat pemainnya sih, tidak tertarik. Udah aku skipskip gitu aja waktu dia nongol di jajaran pertama web Drakorindo. Ya…soalnya, tampang Lee Seung Gi sebagai pemeran utama tidak setampan aktor drakor lain, pemeran yang lain juga biasa aja. Tapi di sana loh ya, di Korea Selatan. Kalau di sini mah, yakin…Lee Seung Gi akan jadi cowok terganteng. Lanjutkan membaca “Review Drama Korea A Korean Odyssey (Hwayuki)” β†’