Museum Macan


Jalan-jalan ke Museum Macan. 993 kata.


Haluuuuuu Lovers semua, sini…sini…sini…aku mau cerita sebentar, dengerin ya! *mulai deh hebohnya, mulai…mulai… πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚

Jadi gini Lovers, tanggal 14 Januari 2018 kemarin aku tuh ngebolang bareng my best friend, the one and only, mbak Santi Krisnawati. Dengan merogoh kocek antara lain :

1. Naik bus mayasari 121 pulang-pergi menuju arah blok M Terminal Rp. 15.000 x 2 = Rp. 30.000

2. Ojol (Ojek Online) pulang pergi Rp. 14.000 x 2 = Rp. 28.000

3. Dan penitipan motor Rp. 4.000

4. Tiket masuk museum Rp. 50.000

5. Beli jajan Rp. 20.000

Yang kesemuanya ditotal menjadi Rp. Rp. 30.000 + Rp. 28.000 + Rp. 4.000 + Rp. 50.000 + Rp. 20.000 = Rp. 132.000

sampailah kami ke Museum Macan.

Apa? Museum Macan? Aneh banget si Cin, namanya? Nggak ada yang lain apa? Jangan bilang kalau koleksi di dalam museum itu berupa kulit-kulit macan, terus kepala macan, terus kumisnya macan! Hiiii…serrreeeeeemmm yakin! #__#πŸ™€πŸ™€πŸ™€

Wkwkekek…nah itu dia, sebelumnya dalam benakku juga terbayang demikian. Asli, itu bayangan terliar yang pernah muncul dalam otakku perihal museum. Sampai geli sendiri! Asli! Haha. πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š

Tapi tenang Lovers, tenangkan dirimu dulu karena sebenarnya Macan di museum itu hanya singkatan saja. Museum Macan : Museum of Modern And Contemporary Art in Nusantara. Nah, sudah kebayang kan, gimana isi di dalamnya? Yups, benar sekali…itu adalah art gallery dari zaman antik dan klasik sampai super nyentrik dan modern dari karya seniman nusantara sampai mancanegara.

Asyiiik sekali kami di sana. Saking asyiknya kadangkala kami geleng-geleng kepala saja karena tak mengerti apa maksud dari art itu.

Ya…tapi tapi tapi…makanya biar ngerti, ke sana dunk, terus baca keterangan tiap art nya. Hehe. *promosi.com πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†

Museum ini terletak di Kebon Jeruk, tepatnya di AKR Tower di Jalan Panjang No. 5 RT. 11 RW. 10 Jakarta Barat.

Dari seni rupa dua dimensi sampai tiga dimensi ada di sana. Dan ada satu ruang yang ketje badai, kami musti ngantri dua jam lamanya Lovers. Iya, dua jam lamanya dan kami hanya dapat waktu dua puluh detik saja. Sungguh ruang yang menyesatkan. Sampai-sampai kedua tangan ini grogi waktu fotoin sahabat sendiri. Pihak karyawan nggak mau fotoin, terus kami masuk berdua, lah tapi nggak dapat perpanjangan waktu pula, dua puluh detik untuk satu orang dan mau ditambah dua atau tiga orang pun sama, dua puluh detik saja. Padahal kalau bukan hari Minggu biasanya dapat waktu tiga puluh detik. Tegaaaa…tegaaaaaaaa banget mbaknya. *Nyesegnya tuh di sini, sambil nunjuk ke dada. 😭😭😭

Dan Lovers, biar suasananya lebih hidup, aku pasang foto dulu ya terus kasih caption ala-ala gitu. Hihi. Yuk ah kepoin. πŸ‘€πŸ‘£πŸ‘£

Foto ini waktu di deket foodcourt-nya ya. Sebelah kiri kerudung ijo si cantik Santi Krisnawati, sebelah kanan yang kurang cantik, siapa lagi…me. πŸ˜‘. Anyway, foodcourt cuma nyediain minuman dan cookies saja ya, dan cookies-nya pun cuma satu macam saja. *Tepok jidat deh. But don’t worry, karena di lantai bawah ada Starbucks Coffee…jadi bisalah ya nongki-nongki cantik di sana.

Terkadang kau harus terseok-seok dulu, melewati lorong demi lorong waktu untuk mengerti apa sebenarnya arti kehidupan.

Seperti lukisan ini, aku sungguh tak mengerti apa maksudnya. Kupikir itu telor atau malah bakpau. πŸ˜…

(caption ini aku nyontek instagramku : Irofaruk. biar nggak dua kali mikir. Hehe. 😊)

Terkadang kita perlu menengok ke belakang…bukan untuk menyesali apa yang pernah terjadi, melainkan untuk mengevaluasi agar hal-hal yang tidak menyenangkan bisa kita hindari di masa datang. (caption ini juga nyontek IG-ku, hehe. Ini sama dengan postinganku kemarin yang judulnya : berkaca pada waktu)

Aku punya banyak mata. Kau, tidak akan mudah berbohong padaku! ^__* (caption ini juga cocok buat cowok yang nggak setia ya Lovers, sekedar saran. Hehe hehe πŸ‘€)

Bacanya pakai perasaan ya Lovers, There are so many naive people sacrificing for you but you are still unhappy. *Dalam banget. 😒

Nah khusus yang ini ada videonya di sini.

Untuk karya se-nyeleneh di atas, aku rasa nggak lucu lah kalau fotonya sok-sok serius gitu. Orang mereka saja pasang muka culun gitu, ya…buat saja mukamu seculun mungkin. Iya nggak Lovers? 😁😁😁

Nah…kalau gambar ini aku bingung nih. Uang sebanyak itu di perut? *Ciuss nih? Kalau beneran begitu, aku rela deh operasi itu orang terus ambil uangnya terus jahit lagi deh. Mungkin dokter bedahnya juga mau diajak kompromi, kita fiftyfifty ya pak dokter? πŸ˜†.

Dengan begitu serius kuamati benda ini. Aku yakinlah itu nggak jauh-jauh namanya dari neuron-neuron di otak. Eh salah ternyata tebakanku. Si Santi malah nebak kalau itu semacam balon-balon gitu. Eh salah lagi. Terus yang bener apa sih?

Ini nih yang bener…

Aku pikir ini bumi tenggelam. Eh ternyata…ini “Dunia jatuh ke bumi.” πŸ˜…

Karya yang satu ini keren Lovers, karena itu terbuat dari kupu-kupu asli dan batu berlian yang tersebar di sekelilingnya cuma nggak begitu jelas saja waktu difoto. Ini berkisah perihal surga. Tapi aku lupa judulnya. *Ups. πŸ˜…

Seneng banget di ruangan ini. Ini favorit aku sampai-sampai aku foto berkali-kali. 😍😍😍. Ini namanya ruangan anak. Jadi, di ruangan ini gratis ya karena ini tidak masuk di area museum tapi di depannya jadi free. Di dalamnya anak-anak bisa belajar melukis, nanti diajarin sama kakak-kakaknya di sana. Aku suka banget itu piringan-piringan berwarna-warni. Aku sampai selpha-selphie berkali-kali.

Again

Again

And again….

Terus di mana mbak Santi? Jiah…dia juga selphie sendiri ternyata. Wkwkwk. πŸ˜†

Tapi tapi tapi…dapat koq foto berduanya, ada adek manis yang bersedia fotoin kita rupanya.

Ada juga babi dengan 9 anaknya yang lagi menyusu. Yakin ini unik banget. Ada yang tahu itu bendera negara mana? πŸ‘€πŸ‘…πŸ‘…

Eh…eh, di sini disediakan tempat duduk juga loh. Nah lucunya, aku kira ini buat naruh art gitu, ternyata enggak Lovers, ya elah, terus terus…dari tadi aku kecapean dan puegel di kaki itu sia-sia dunk ya. Tahu gitu aku duduk dari tadi. *Pikirku waktu itu sambil nyengir dan akhirnya duduk juga. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Itu ruang menyesatkan yang kubilang sebelumnya. Ini adalah karya seniman asal Jepang, Yayoi Kusama, namanya Infinity Mirrored Room, katanya sih ini instagrammable banget, tapi bagiku…ini 20 detik yang menyesatkan! Gimana enggak, dari dua jam ngantri cuma dapat dua puluh detik, cuma dapat dua foto dan itu pun yang satu buram. Hiks…sedih tingkat dewa. *Nangis kejer. 😭😭😭

And finally, this is the last. Jangan lupa mampir ke sini ya, kakak-kakak dan adek-adek bloger ketje. Ingat waktunya ya kakak, hanya sampai 18 Maret 2018. πŸ˜‰

25 respons untuk β€˜Museum Macan’

    1. wkwkwk iya mas, hanya singkatan saja. πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚. Iya sih banyak macan : manusia cantik. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Iya bnr mas, bingung deh kl ke art gallery, pst berujung tebak2an konyol dan ngakak. πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š

      Suka

    1. Wkekwk bener itu mas Fadel. Tega bngt yakin, tegaaaa 😒

      20dtk itu mas kl boleh milih, q mau minta bantuan jin-nya aladin buat berhentiin waktu jadi 2jam kalo bisa, smua karyawan di sana jd pd diem smua, dan pengunjung bebas berfoto spuasnya. Haha. πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†

      Suka

    1. Wuah, msa mbak Dini? 😯

      Waaah iya sih mbak, tapi cakep koq dalamnya, msh bnyk karya 3D yg blm smpet q foto, asli keren. Q pas ke sana ktmu sm Atika Hasiholan bareng dedeknya yg msh imut, itu loh istrinya mas ganteng Rio Dewanto. Tp ga smpet foto brg. 😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s