Me, sebutir apel, dan jerawat


Curhat ala cewek banget, 1263 kata

Iklan

Memiliki wajah nan mulus bak porselen adalah idaman bagi setiap cewek, begitu juga denganku, pastinya. Tapi apa daya, tidak semua hal bisa kita miliki, ada hal tertentu yang pasti menjadi kekurangan seseorang, salah satunya adalah makhluk seram bernama :

J

E

R

A

W

A

T

Kalau sudah ngomongin jerawat, nggak akan selesai masalah sampai di sini…panjang brai! Panjang dikali lebar dikali tinggi, belum lagi ditambah rumus keliling, luas, dan volume-nya. *Lah koq jadi rumus Matematika sih? πŸ˜€ ^__^>

Apalagi, kalau ada seseorang yang dengan tegas ngomong…

“Loh koq, ibu Cinta hari ini keliatan cantik? Beda dari kemarin? Ibu Cinta itu sebenarnya cantik loh kalau nggak jerawatan.” kata ibu Yayasan.

Padahal waktu itu aku pakai BB cream tuebel banget. *Aaaaakkkk, di atas itu kalimat menyesatkan! Sudah dipuji terus dijatuhkan! Huwaaaaaaa…

Nangis bombay part 1.

depositphotos_63462971-stock-illustration-sad-smiley-emoticon-cartoon
masih bisa ditahan, masih netes sekali doank. *Nyomot Google

Atau…lebih pedas lagi kalau ada cowok yang ngomong bisik-bisik di belakang…

“Ih, itu cewek kasian banget sih, jerawatnya banyak!”

Atau…ini nih yang super pedas, kalau habis ketemuan terus nulis bahwa cewek yang baru saja ditemuin itu jerawatan. *Alamaaakkkkkk! Ini jahat! #___#

Mungkin bagi cowok itu hal biasa, namun bagi cewek, dia bisa nangis bermalam-malam di kasur dan meratapi mukanya yang jerawatnya makin kekinian saja. Fuiiiiihhhh.

Bunuh saja aku, bunuh saja aku! Daripada kamu ngomong begitu. Nggrundel dalam hati.

Tapi untungnya, dua point yang terakhir ini belum pernah terjadi padaku, jangan sampai deh…jangan sampai! @__@

Nah, Lovers, balik lagi ke judul, karena judul dari postingan ini adalah “Me, sebutir apel, dan jerawat” mau nggak mau ya, aku harus membahas soal ini. Ya…siapa tahu saja postingan ini suatu saat bisa bermanfaat buat orang yang memiliki masalah sepertiku.

index
Kata mbak-mbak kartun di Google, ini mah. πŸ˜€

Mau mulai dari mana ya? Hmmmm…*mikir bentar.

Jadi, Lovers, aku tuh lima orang bersaudara perempuan semua yang lahir dari ibu yang cantik jelita dan mukanya mulus seumur hidupnya tanpa jerawat. Tapi entahlah…ada apa dengan ketiga anak perempuan beliau yang cantik ini, terkena penyakit wajah yang sulit sekali disembuhkan. Ya…apalagi kalau bukan si jerawat itu tadi.

indexi
Bahkan mbak Google pun lebay kalo sudah ngomongin jerawat! Haha πŸ˜€

Dan Lovers, betapa banyak hal yang dikorbankan untuk si ibu cantik ini, sejak tahu anaknya berjerawat, beliau mengajak ketiga anak perempuan beliau yang jerawatan ke dokter kulit dan dokter kecantikan.

Beliau mulai jengkel ketika seseorang berkata pada anaknya…

“Ini anak ibu, koq beda sih sama ibu? Koq ibunya…..anaknya….”

“Stop, ini anak saya pak, beda gimana, bapak saja yang ngomongnya aneh! Ayo nak, lekas pulang” Si ibu pun langsung kabur dari peredaran bersama anaknya.

meme kebohongan ibu ini bikin senyum sambil mewek
Bahkan saat mengantuk, ibu rela bohong koq demi kesayangannya, apalagi soal jerawat, kecil itu mah! *Kata Google

 

Bagaimana tidak, ibuku itu cantik, putih, tinggi, kurus, dan mukanya bersih.

Aku, gemuk, dan jerawatan! *Huwaaaaa….!

Nangis bombay part 2.

600px-SMirC-cry.svg
Udah empat kali netes, lumayan nih bikin mata mbak Google jadi merah

Eh tapi tapi tapi, kalau ada yang ngomong begini,

“Itu mukanya nggak dirawat sih, terus pakai kosmetik macem-macem, ya iyalah jerawatan!”

Hellooooowwwww, siapa elu, nge-judge orang tanpa permisi, kamu nggak tahu kan gimana kami melalui hari-hari kami tanpa sehari pun nggak care sama muka kami. *ceritanya mewakili seluruh perempuan berjerawat sedunia.

Aku sendiri, aku sudah coba beberapa perawatan mulai dari dokter kulit, klinik kecantikan, nggak sedikit kocek yang harus kukeluarkan. Sampai pada suatu hari aku lelah dan berhenti dari perawatan.

Dan Lovers, tebak saja….gimana jadinya mukaku yang berhenti perawatan?

*Paaaaaraaaaaah…! Lima bulan ini aku terus mencari cara bagaimana menemukan formula penyembuh jerawat. Semuanya terasa berat di mukaku, sampai pada klimaksnya, aku merasa gatal dan panas di bagian pipi dan setiap malam aku harus mengompresnya. Dan aku akhirnya curhat lagi sama temen WordPress yang nyaranin buat pakai Agness natural care gitu, alhamdulillah sudah mendingan, pada kempes sendiri, tapi bekas-bekasnya itu loh. Jadi item-item gimana gitu. Aku sudah memakai obat untuk menghilangkan bekasnya tapi…masih keliatan. @___@

Tanggal 24 Desember 2017 kemarin, di mana aku memutuskan untuk pulang kampung, aku langsung saja bicara sama ibu…

“Ibu sayang, Cinta tahu ibu cantik, mulus, putih, tinggi, langsing, tapi pleeeeeeease banget deh, jangan komentari mukaku, aku juga sudah pusing ibu sayang…janji deh pas Cinta balik lagi next time, muka Cinta bersihan, janji. You can keep my promise, oke?!

Dan ibuku pun terdiam sembari bilang “OK”.

Tapi kejadian itu nggak bisa lama, Lovers, akhirnya ibuku nggak tahan juga dan bilang…

“Cinta sayang, maaf ya, bukannya ibu nggak paham perasaan kamu, ibu paham, sayang. Tapi kenapa itu muka jadi item-item gitu, kemarin sudah putih dan bersih, kamu apain nak?”

*Aaaaaaakkkkkk….. Dibilang jangan ngomong koq masih aja ngomong, hiks hiks hiks, pengin ngamuk rasanya. Huwaaaaaaaa….!

Nangis bombai part 3.

indeoox
Alamaaakkkk…banjir sudah air mataku. Mbak Google nggak bisa tertolong lagi.

Eh tapi Lovers, pada suatu pagi yang dingin sehabis hujan, ibu tiba-tiba saja menyodorkan buah berwarna merah itu padaku dan bilang…

“Coba diterapi dengan makan buah apel dulu, kamu inget nggak, dulu kalau kamu sudah pusing nggak tahu mau pakai kosmetik apa, kamu makan apel dan besoknya mending. Cobalah makan sehari satu.”

“Tapi bu, ibu kan tahu, Cinta nggak begitu suka apel. Cinta tuh sukanya : mangga, pepaya setengah mateng, pisang ambon, anggur, pir, apa saja deh tapi jangan apel, ibu.” Aku merajuk sembari memeluknya.

“Mau cantik apa nggak? Perempuan itu hidup bukan untuk dirinya sendiri, sayang. Mereka kelak akan hidup untuk suaminya, juga untuk anak-anaknya, jangan sampai kita lupa, penampilanmu itu penting. Memang kita nggak akan bisa merubah wajah kita menjadi cantik atau tidak, tapi setidaknya, kita bisa merubah penampilan kita, menyenangkan hati orang-orang yang terdekat dengan kita. Ibu sedih nak melihat wajahmu begitu, mau menyenangkan hati ibu? Kalau mau, ayo makan apel ini” sambil tangan beliau menyodorkan sebuah apel untukku.

Dan sehabis hari itu, aku mencoba memakan buah apel setiap hari.

Guess what? Dalam waktu seminggu, jerawatku sudah mulai berkurang. Rasa gatal dan panas pun menghilang. Aku tidak perlu mengompres wajahku setiap malam. Alhamdulillah.

Dan ada satu lagi rahasia. Kebiasaanku minum white coffee masih berlanjut. Aku masih suka ngemil, makan pedas dan malah porsi makanku makin banyak akhir-akhir ini. *Mungkin karena musim hujan, aku jadi laper mulu. Haha. Tapi alhamdulillah lagi, berat badanku tidak naik, malah turun.

Senang mendengar salah seorang sahabat yang kutemui beberapa waktu lalu di Museum Macan.

“Cinta, kamu kurusan sekarang, terus muka kamu juga rada bersihan, pakai apa?”

“Ah, itu karena aku pakai baju hitam kali ya?”

“Nggak Cin, seriusan, dua bulan lalu waktu kita ketemuan, kamu nggak sekurus ini.”

Dan pagi ini, beberapa anakku di kelas TKJ bilang, “Ibu…ibu koq sekarang bersihan mukanya, pakai apa ibu cantik?”

OK. Aku bukan gila pujian, dan mungkin bagi perempuan dengan berat badan ideal dan muka mulus udah biasa ya diginiin. Tapi bagiku, it means a lot!

 

IMG20180118202618
Muka aku yang sekarang, no filter-filter ya say. Bekasnya masih ada, jerawat juga masih ada koq, tapi alhamdulillah rasanya wajahku ringan.

IMG-20180115-WA0213
Di fotoin sahabat di Museum Macan yang katanya aku jadi kurusan.

IMG-20180115-WA0138
Ini masih di Museum Macan. Sebenernya ini lukisan keren banget menurut aku, tapi gara-gara sebelah kanan itu ada lukisan cowok telanjang makanya si Santi-sahabatku kekeh nggak mau fotoin, katanya takut dosa. *Tepok jidat deh. πŸ˜€

 

Sebenarnya, aku juga pakai salah satu masker herbal yang sedang digembar-gemborkan menjadi masker terbaik sedunia, tapi udah dua bulan dan baru ngefek di mukaku begitu aku terapi makan apel sehari satu.

Terakhir, mohon doakan saja nanti si Cinta mukanya bisa bersih lagi seperti di PP WordPress ini, tanpa perawatan, hanya menggunakan bahan alami terbaik dari alam. Amin, Ya Allah.

*Dan kalau mukaku beneran bersih, akan ada episode kedua dari postingan ini.

Kalau kamu Lovers, iya kamu! Pernah nggak mengalami masalah jerawat sepertiku? Bagi dunk! *Biasa, aku kepo nih!

23 thoughts on “Me, sebutir apel, dan jerawat

  1. Ada pengalaman unik waktu membahas gangguan pada kulit di kelas. ada anak yang jerawatnya banyak. sy sendiri merasa kurang nyaman ketika harus membahasa di depan anak yang demikian, ditambah lagi anaknya nunduk terus. mungkin serasa ditampar kali ya

    Disukai oleh 1 orang

  2. Waaa, aku dulu juga gituuu, sering jerawatan. Gatel nya minta ampun.
    Tapi sekarang udah gak sering lagi, paling kalo mau datang bulan atau abis begadang aja dia datang bertubi-tubi.
    Kayaknya aku dulu keseringan begadang makanya jerawatan mbak.
    Tapi terapi apel keren jugaaa.

    Disukai oleh 1 orang

    1. nah sma mbak Susleni, q jg bnyk bergadang akhir2 ini. πŸ˜…

      Hihi iya mbak, biasanya itu langakh terakkhir yg kuambil jk smuanya udah ga mempan, krn q ga bgtu suka apel. πŸ˜‘

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s