Puisi Untukmu


Puisi sederhanaku ini, tentu tak bisa mewakili rasa sayangku padamu, anakku. 412 kata.


Puisi Untukmu
Dokumen Pribadi

Nak, apa kau tahu?

Dahulu, saat kau berusia satu tahun, aku lebih menyayangi kakakmu daripada dirimu.

Bukan. Bukan karena ia lebih tampan darimu, nak.

Hanya saja…aku suka hatinya yang legowo, tidak pernah iri, dan selalu menjagamu saat yang lain lengah.

Belum bisa berbicara bukan alasan untuk tak bisa menyayangi. Bukankah rasa sayang tidak perlu diucapkan?

Aku setuju dengan petikan kalimat di atas.

Hanya dengan elusan lembut dari tangannya yang mungil saja mampu membuatmu berhenti menangis dan kembali pulas.

Bukankah…itu juga disebut rasa sayang?

Puisi Untukmu
Dokumen Pribadi

Nak, aku masih menyayanginya hingga sekarang.

Tetapi…apalah dayaku jika Tuhanmu lebih menyayanginya?

Ia pergi dan menghentikan rasa sayangku padanya.

Dan anehnya, sejak kepergiannya aku tak pernah mendoakannya

Tahu kenapa?

Karena aku sangat yakin, ia telah menjadi bintang paling terang di atas sana. Ia dekat dengan Tuhanmu, juga sangat bahagia.

Mungkin, ia juga sedang tersenyum saat ini melihatku menulis tentangnya…meski aku tetap saja tak bisa berhenti menangis saat mengingatnya.

Aku sering berbicara sendiri pada kakakmu, aku bilang padanya untuk memohon pada Tuhanmu agar selalu menjagamu.

Agar kau lekas sembuh,

agar kau bisa berjalan,

Agar kau bisa memanggilku tante,

Agar kau berhenti di-terapy,

Agar kau bisa melakukan segala hal yang umum yang dilakukan seorang anak berusia dua tahun.

Haha, aneh kan?!

Benar, aku memang tante yang aneh.

Puisi Untukmu
Dokumen Pribadi

Nak, rupa-rupanya Tuhanmu berbaik hati padaku.

Aku dibuat-Nya melihat kakakmu melaluimu

Aku rasa sebagian dari kakakmu ingin kembali mendatangiku melalui dirimu.

Caramu tertawa, tersenyum, bahkan bercanda denganku…benar-benar mirip dengannya

Puisi Untukmu
Dokumen Pribadi

Nak, manusia masih boleh berubah pilihan, bukan?

Begitu pun diriku, nak.

Masih bolehkan aku berubah pilihan?

Masih bolehkan aku lebih menyayangimu daripada kakakmu?

Aku yakin…kakakmu tidak akan cemburu.

Ia sudah dekat dengan Tuhanmu, sekarang. Aku tak perlu mencemaskannya lagi.

Dokumen Pribadi

Nak, cepatlah besar. Cepatlah mendewasa

Kelak, aku janji, akan kuceritakan perihal dirimu dengan sangat rinci.

Bagaimana kau mengalami kejang hampir koma saat kakakmu pergi,

Bagaimana kakimu mengelupas karena terlalu banyak kena jarum infus dan bolak-balik Rumah Sakit,

Bagaimana kau melalui hari-harimu sejak lahir sampai usia satu tahun dengan kondisi tubuh selalu demam di atas 38 derajat celcius dan membuat kami semua cemas terutama ibumu,

Bagaimana kau menangis kencang setiap kali diterapy,

Bagaimana perjuangan ibumu agar kau bisa duduk dan sehat seperti sekarang ini,

Bagaimana ia tidak pernah putus asa untuk terus membuatmu sehat, kuat, dan pintar .

Untuk semua alasan itu, nak.

Kau berhak untuk hidup, berhak untuk tetap sehat, mendewasa, dan pintar.

Kau berhak mendengarkan ceritaku, nak.

Kau sangat berhak!

10 respons untuk ‘Puisi Untukmu

  1. Sehat sllu buat Dika ya, mbak Cinta. Utk kk nya yg udah pergi, biarlah ia tenang disana, skrg yg nyata adalah Dika. Pantaslah ia jg mendapat kasih sayangmu…..**aku kok jd kangen anakku ya saat nulis komen ini. Tenang, bsok akan sgra ketemu..

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hmmm …. saat membaca saya keluar air mata, tapi setelah menonton Videonya jadi ketawa he he …Mbak Cinta memang pintar spy pembaca tdk nangis diakhiri cerita dengan kebahagiaan.
    Btw, seingatku ponakan yg masih terapi2 ini namanya Fachri, tapi kok ini dipanggil Dika ya? Apakan anak yg sama atau beda mbak Cinta?atau saya yg salah ingat he he

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hihi bunda Nur…cerita memang indah bila diakhiri kebahagiaan, makanya pilih ending video itu.

      Iya bunda benar, ini Fachri, tadinya namanya Dika terua diganti Fachri tp trnyata ayahnya lbh suka nama Dika…jdlah sidedek ini Dika kembali. 😅

      Disukai oleh 1 orang

      1. h he he benar mbak Cinta …

        Oh gitu ya, semoga dedek Dika yang luar biasa tetap sabar dg terapinya ya … dan segera pulih/sembuh shg tak perlu terapi2 lagi, serta tumbuh mjd anak yg cerdas dan tentu saja sholeh. Aamiin…

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s