Be U En Te U


Buntu, 467 kata


Assalamu’alaikum, Lovers…

Tumben banget ni, si Cinta opening pakai salam, ada apakah gerangan? 😎

Yeee…su’udzon bae, bukannya gitu. Kan…kan…sudah lama si cerewet ini nggak cuap-cuap lagi di WordPress.com, so boleh dong ya si Cinta memulai lagi dengan hal yang baik? 😉 tink tink tink *sambil ngedipin mata, eaaaakkkk. 😁😅😂

Yuk ah sambung lagi.

Selamat pagi, Lovers. Selamat hari Senin pagi menjelang siang tepatnya. Setelah dorman berhari-hari, berminggu-minggu, dan udah berbulan-bulan *wait wait, yang terakhir mohon abaikan, baru sebulan kalau sudah tanggal 5 November 2017 nanti soalnya. 😅

Akhirnya…di hari Senin yang cukup terik ini, si Cinta mengalami lagi apa yang disebut “ubuntu”, eh salah…”buntu” denk…iya itu, “buntu”, Be U En Te U atau istilah kerennya writer’s block.

bigstock-beautiful-journalist-looks-typ-42906883.jpg
Gambar diunduh dari Google

Buntu kali ini bukan karena aku tak punya ide loh, Lovers. Tapi mungkin malah sebaliknya. Aku buntu karena terlalu banyak ide bergentayangan dalam otakku.

Nggak percaya ah, bokist ni pasti! 
Diiiih segitunya ya sama aku, emang aku pernah jahat apa sih sama kamu, koq kamu tega sih sama aku, tahu nggak, apa yang kamu lakukan itu jahat! *eeet dah, baper dia. 😅

Ok, berhubung kamu nggak percaya, nih aku buktikan :

1. Aku mau lanjutin serial cerbung aku, “Rain”

2. Aku mau buat review novel yang kemarin kubaca

3. Aku mau buat review film “One Fine Day” yang kemarin baru aja kutonton.

Dan tiba-tiba saja, ada gelegar petir berkilatan yang mengacak-acak otakku. Kabar ibuku sakit dan harus dioperasi. Beliau yang ditelepon selalunya ingetin untuk nikah, karena aku satu-satunya anak beliau yang belum menikah.

Dan…terakhir, aku masih berharap seseorang akan menelponku atau setidaknya mengirim pesan doa setelah aku membuat status wa-ku perihal ini. Ya, status wa yang khusus kubuat hanya terlihat untuk dia.

Tapi…tidak. Ia tak peduli. Ia hanya menganggapku temannya saat ia kesepian. Aku tidak lebih dari manusia cerewet yang bisa menghiburnya saat ia merasakan euforia sepi itu. Selebihnya, aku tak berharga. Tidak penting diriku, apa yang terjadi denganku. Yang terpenting adalah ia, perasaannya. Seharusnya aku sadar, jika tak penting apa yang terjadi denganku, apalagi dengan ibuku?

Masya Allah. Hindarkan aku sejauh-jauhnya dari manusia model begini Ya Allah. Aku benar-benar lelah. Lelah berharap sedikit saja rasa pedulinya. Lelah. Lelah. Sungguh lelah. 😔

Hidup ini adalah hidupku. Maka mulai sekarang, aku yang akan menjadi kendali penuh atasnya. Tidak ada yang bisa mempengaruhiku lagi. Hanya Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa lakukan itu padaku.

I choose to be free. Menjadi diriku yang dulu sebelum mengenalnya. Menjadi amnesia dan melupakan semua yang pernah terjadi. Anggap itu mimpi. Mimpi yang begitu memanjang dan sekarang saatnya aku bangun. Mimpi itu raib dan hilang, selamanya.

Ya sudahlah, sekian dulu curhatan kali ini.

Janji, insya Allah next time si Cinta akan lebih ceria lagi. Dengan tema yang bersemangat, tentunya. Takut diprotes Bunda Dyah, sambil nengok kanan-kiri 😁😅😂. *peace bunda, Cinta tahu koq, itu demi kebaikan Cinta. 😇

See ya,

Cinta1668

18 respons untuk ‘Be U En Te U

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s