Impian Liar


Impian Liar, 670 kata

Iklan

Semalam, aku dan seorang sahabat, terlibat obrolan seputar impian.

Ia dengan impiannya, doaku selalu yang terbaik untuknya. Amin. Semoga terkabul semuanya. Amin. πŸ˜‡

Di sini, aku tidak akan membahas impiannya. Itu rahasia. FYI, aku masih penganut prinsip : jangan buka rahasia sahabatmu, ingatlah, ada beberapa hal yang cukup kamu dan sahabatmu saja yang tahu.

Aku dengan impianku. Sebutlah impianku ini sebagai impian yang baru merekah beberapa tahun yang lalu. Aku menyebutnya impian liar. Impian yang kurasa akan sulit diterima pasanganku kelak.

Gambar diunduh dari Google

 

Aku telah kehilangan banyak hal karena mimpi liar ini.

Aku, yang dulunya seorang accounting harus dipindah menjadi bagian GA (General Affair) karena sering lupa. Semisal, aku menjadi pelupa jika ada bilyet giro yang harus dicairkan hari ini, akibatnya, dua kali perusahaan hampir terkena penalty dari bank Mandiri. Itu salahku, aku akui, terkadang load otakku ini memang…ya mau dibilang apalagi, wong cuma segini. πŸ˜…

Bagian GA yang katanya…sekali lagi hanya katanya (belum tentu pasti) lebih tinggi dari posisiku sebelumnya dan lebih rendah dari kepala divisi (direktur). Oh tapi tunggu, jangan Lovers anggap aku hebat. Tidak, aku tidak hebat sama sekali. Aku masih sering bermasalah. Ada banyak hal yang belum bisa kucapai, revisi-revisi, perbaikan-perbaikan, belajar-belajar yang hampir setiap hari dengan hal baru. Terkadang, jika dalam beberapa hari aku sibuk, ada kalanya beberapa hari selanjutnya aku akan menganggur. Saat menganggur, aku bingung, apa yang harus kulakukan?

Ya Allah…aku sudah selesai dengan pekerjaanku. Apa lagi yang harus kulakukan?

Berdialog dengan Tuhan menjadi semakin sering. Aku bingung. Lalu, biasanya kalau sudah mentog di otak, aku akan membuka buku novel atau buku inspiratif dan mulai membaca. Bergelut dengan mereka dan membuat organ sensitifkuβ€”hatiβ€”berdenyut bijak sekali lagi. πŸ˜‡

Aku yang karenanyaβ€”mimpi liar ituβ€”kehilangan waktu istirahat siangku. Mereka yang biasa menghabiskan jam istirahat siang dengan makan, ngerumpi, tidur, sholat, aku dengan buku di depan layar komputer. Mencari-cari artikel, browsing, dan hal lain seputar tugas kuliahku yang kian menumpuk setiap hari. Aku yang kadangkala berkata pada atasanku…

Pak / bu, saya sudah selesai dengan pekerjaan saya. Adakah yang perlu dibantu lagi?Β 

Jika jawaban mereka adalah “tidak”, maka aku akan meminta izin mengerjakan tugas kuliah. Aku bergelut lagi.

Jenuh?

Tentu saja tidak. Untuk hal yang satu ini, aku tidak akan mengeluh. Aku siap menanggung segala resiko deminya. Mungkin di situ juga Tuhan Yang Maha Baik melihat kesungguhanku, diberinya aku IP sekitar 3,6 sekian…sekian…Tuh kan, aku lupa. Kan sudah kukatakan tadi di atas kalau aku ini pelupa. πŸ˜…

#kepedean ya aku ini, padahal untuk bisa S2 di LN, mungkin aku harus menembus IP 3.75 – 4. Masih jauh perjalananku. Masih jauh. 😰

Aku mau belajar sampai otakku tidak bisa menerima ilmu lagi. Seandainya aku diberikan kesempatan kuliah S2, akan kulakukan. Kalau diberikan kesempatan S3, akan kulakukan. Seandainya sudah selesai. Aku akan belajar lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi.

Sampai kapan?

Sampai aku mati. Sampai aku tidak bisa apa-apa lagi.

Seandainya semua warna itu ada di dalam warna pelangi, akan kucoba semua warna itu. Entahlah ini serakah atau tidak tapi aku percaya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Selama kita punya passion (hasrat, cita-cita). Selama kita punya keinginan, impian, dan kita mampu mewujudkannya, kita pasti bisa.

Dan tidak ada salahnya, tahun lalu aku menjadi accounting, tahun ini tiba-tiba aku menjadi GA, tahun depan aku menjadi guru, lalu tahun depannya lagi aku meningkat menjadi dosen dan penerjemah (amin). Lalu tahun depannya, Dia Yang Maha Baik menjadikan aku seorang pengajar di daerah pedalaman di seluruh pelosok Indonesia. Tahun depannya lagi tiba-tiba aku punya sebuah buku. Dan masih diizinkan-Nya lagi diberi kesempatan mengisi sebuah seminar. Dan masih banyak kejutan-kejutan indah di depan sana. Amin, semoga.

Aku rasa…sekarang aku suka belajar. Aku bahagia karenanya. Meskipun sebelumnya, ini hanya menjadi sarana balas dendamku pada masa lalu namun harus kuakui, ini adalah balas dendam yang sangat, sangat menyenangkan! πŸ˜€

Karena semua warna itu indah, maka aku hanya harus mencobanya. Itu adalah teori menyukai semua warna, teori Kopi dan Air Mineral. 😊

NB : semoga siapapun pasanganku kelak, akan mampu menerima mimpi liarku ini. Maafkan…maafkan aku yang serakah ini, aku hanya ingin mencoba. Masih bolehkan? 😊v

67 thoughts on “Impian Liar

      1. Eh, selama ini katanya nulisnya yg bener a sama i nya dobel Mas. Menyesuaikan harakat pada tulisan arabnya. Pernah dpt dulu share2an penjelasannya, lupa dr siapa.

        Jadi yg bener gimana Mas?

        Disukai oleh 1 orang

      2. Bisa dibaca di blog saya: Serban, Jubah, dan Serba-Serbi Ramadan.

        Saya belum menemukan, kalaupun ditransliterasikan, kemudian ditulis dengan “Aamiin”. Yang benari Δ€mΔ«n (Ψ’Ω…ΩŠΩ†) atau AmΔ«n (Ψ£Ω…ΩŠΩ†). (Tafsir al-Kasyaf surah Alfatihah).
        Tapi, ia sudah menjadi serapan. Sehingga tulisannya “Amin”. Sebagaimana yang termaktub dalam KBBI. Boleh ditulis Aa Miin, hanya untuk panggilan adiknya Aa Giim.

        Disukai oleh 2 orang

    1. Amin. Makasih bunda Nur. 😘
      Alhamdulillah bnyk yg dukung di WP. Soalnya, ada shabat yg blg…cwek tuh pndidikannya jgn ketinggian, nnt ga ada yg mau dktin krn ga pede. πŸ˜…

      Ah Cinta ga prcaya itu krn stiap manusia pat ada jodohnya, benar kan bunda? 😊

      Disukai oleh 1 orang

      1. sama2 mbak Cinta
        Iya setiap manusia pasti ada jodohnya, hanya kita berbeda saja kapan ketemu jodoh antara arang satu dan lainyya.
        Sekarang memang banyak cewek yg berpendapat seperti sahabtnya mbak Cinta, mungkin termasuk anak saya. Sebenarnya saya ingin dia lanjut ke S2 dulu, tetapi dianya belum mau dan inginnya nikah dulu, Ya saya sih selalu dukung keinginan anak, karena dia yg njalani. Yg penting semuanya masih positif

        Disukai oleh 1 orang

      2. hu um bunda Nur.

        Menikah dulu jg lbh baik koq. Akan ada yg diajak rembugan saat memutuskan sesuatu, itu yg Cinta blm punyai skr.

        Trkdg jg pngin nikah…ya smoga dg siapapun nnt, ia akan mengerti smgat Cinta yg msh berapi2 ini πŸ˜‡

        Disukai oleh 1 orang

      1. Bukannya setiap orang harus gitu ya? Merasa kurang ilmu rasanya lebih bijak dibanding sok tahu. Cuma bagi perempuan ada catatannya… Yaitu, selama nggak lupa fitrahnya. Selamat bermimpi dan menjadikannya nyata. Karena mimpi thok nggak berbuat itu percuma. Semoga dikabulkan mimpinya dan ketemu jodoh yang mengerti dan mengakomodir semua mimpinya. Amiin.
        Kalau mimpiku apa ya? Dah lupa…

        Disukai oleh 2 orang

      2. psannya bunda Dyah sma kyk ibu, jgn lupa fitrahnya. πŸ˜‡ Insya Allah inget, bunda.

        Amin. insya Allah, doakan ya bunda. Masih diusahakan brmimpi dan mewujudkan. πŸ˜€

        Hayooo…apa bunda,coba diingat lagi trs dibagi di sini 😊

        Suka

  1. Saya percaya setiap orang berhak memilih yang terbaik untuk hidupnya. Dengan posisi mbak saat ini menurut saya impian-impian mbak bukanlah sesuatu yang mustahil.

    Saya yakin cepat atau lambat semuanya akan terwujud.

    Disukai oleh 2 orang

  2. Amiiiin.. mimpi yang sangat mulia mbak cinta…
    Tentang rahasia itu bagus sekali. Kalau kita menjaga rahasia orang lain, Allah pun akan menjaga rahasia kita di akhirat kelak πŸ™‚

    Disukai oleh 2 orang

    1. soalnya kl pke “bolehkah” sprti mmberi ksempatan utk jwb “tidak”, mas Lee

      Jd Cinta pilih “bolehkan” saja biar kepentok dijawab “iya” krn ga punya pilihan hihi πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†

      Disukai oleh 1 orang

  3. Impian liar? Tidak juga, menurutku. Sepanjang ada passion-sprti katamu-semua bisa saja terwujud.

    Brmimpilah setinggi-tingginya, hanya memang, siap berhasil berarti siap juga gagal, hee..

    Sukses ya Cinta.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s