Demi Cinta


Demi Cinta…485 kata

Iklan

Gambar diunduh dari Elmina Indonesia

Demi cinta, Qays menjadi Majnun yang berarti “gila”.

Demi cinta, ayahku, aliran Muhammadiyah, mengalah dan mengizinkan tahlilan di rumah untuk almarhum kakak Dian karena permintaan dari ayahnya—iparku—yang adalah aliran Nahdatul Ulama, meski pun sebelumnya ada sedikit pedebatan kecil. Ah, ayah, terimakasih atas pengertiannya dan sayangnya untuk kakak Dian. Kakak Dian pasti menghargai niat baik ayah. ❤❤❤

Demi cinta, aku memeluk mbak Ida—kakak kandungku yang telah menghilangkan dompetku berikut isinya yang berharga yang pernah kuceritakan di postingan kemarin

Saat kehilangan, seseorang terkadang menemukan. Aku menemukan kembali kasih sayang mbak Ida—pemilik nama lengkap Rufaidah—dalam rasa kehilangan kami terhadap si tampanku, kakak Dian.

Kami bercengkerama lagi. Ah, aku enggan sekali melepaskan pelukannya waktu itu. Aku terus saja memeluknya. Sesekali aku bermanja, “Mbak Ida…tehnya buat Cinta, ya?” Dan mbak Ida menyerahkannya dengan senyum. Tulus sekali. Kembali aku merangkul lengannya, bergelayut di sana, sesekali aku mencium lengan kanannya.

Dan, demi cinta pula, Ikha dan Cinta1668 sudah dua kali mandi dengan ponsel. Oh tidak. Bukan begitu. Bukan seperti yang kalian bayangkan, sayang. Sungguh bukan.

Dari jam 16.35 WIB, Ikha mengirim pesan via WhatsApp perihal diskusi malam ini. Hampir semua orang—rata-rata perempuan—dimintai bantuan untuk menjadi moderator.

Aku sampai merayu. Merayu sana-sini. Ikha juga begitu. Aku juga meminta maaf karena tak bisa menjadi moderator seperti Minggu malam tanggal 14 Mei 2017 lalu, saat kelas pertama diisi oleh mas Nur Irawan.

Alasannya sederhana, aku tidak paham Sastra. Itu saja. Dan, alasan sebagian besar member yang menolak juga sama, tak paham Sastra.

Waktu cepat sekali berjalan. Jam 18.00 WIB tubuhku terasa gatal. Bagaimana tidak? Aku belum mandi setelah seharian bekerja, bolak-balik ke kantor Polisi dekat Papa Ron’s Pizza di pintu depan Jababeka II, bank Mandiri Ruko Roxy, dan bank BNI KCP Cikarang Baru. Tapi, chatt urusan diskusi belum selesai. Jadilah aku mandi dengan membawa ponsel. Ah, untunglah ada kursi, jadi aku bisa duduk, pakai sabun dengan sesekali mengecek chatt WhatsApp kita malam tadi.

Sekian menit berlalu. Kini giliran Ikha. Ikha pun mandi sambil membawa ponsel. Aku bayangkan, sesekali juga Ikha berhenti dan mengecek ponselnya saat mandi, sama seperti aku.

Oh iya, kami juga mengganggu abang Ical tadi. Abang yang sedang ada kelas Madrasah membantu kami yang sedang kebingungan perihal Sastra dengan beberapa masukan dan ide. Terimakasih, abang. 😊

Ikha tidak abai. Cinta tidak abai. Abang Ical juga tidak abai. Kami tidak abai. Diskusi malam ini telat sepuluh menit karena kami—Ikha dan Cinta— bingung, karena ketidak-pd-an kami, itu saja.

Maafkan kami ya, kakak-kakak sekalian. Maafkan teman-teman. Sungguh, kami tidak abai.

Semoga kelas Minggu malam dan Diskusi Senin malam selanjutnya bisa lebih baik.

Malam ini, terimakasih untuk semua yang hadir dalam diskusi. Kakak-kakak dan adek-adek yang cerdas, baik, supel, berpengalaman, terimakasih ya, karena kalian, Cinta1668 jadi punya list penulis baru yang harus dicoba dibaca bukunya.

Aku mencintai kalian semua. Doakan aku untuk terus begitu, ya. 😇

Terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca.

Salam,

Cinta1668

😉😉😉

#RuangBloger #RuangSerius #DiskusiSeninMalam #PenulisFavorit #katakawan.wordpress.com

26 thoughts on “Demi Cinta

  1. Wah …rupanya di balik kesusesan kelas dan diskusi ada pengorbanan mandi bawa Hp ya…? Makasih banyak mbak Cinta sdh mengorbankan waktu dan pikirannya untuk menjadi moderator. Kalau gaka da moderator gak akan jalan diskusi

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s