Merindukan


Memulai lagi aktivitas lama, 405 kata

Iklan

Aku merindukan aktivitas itu…

Setidaknya, dulu, paling lama dua minggu sekali aku akan membuatnya.

Tapi,

Semenjak patah tulang, semenjak patah hati, aku mulai melupakan kegiatan itu. Ada perasaan di mana jika aku selesai membuatnya, entah itu hasilnya menarik atau jelek, aku akan appreciate diriku dengan menunjukkannya pada seseorang.

Ketika seseorang itu pergi, aku jadi bingung, setelah selesai nanti pasti ada hal yang kurang. Pasti otak usilku ini akan mengingat-ingat lagi, apa itu aktivitas yang kurang?

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku benar-benar ingin berterimakasih pada nasehat mbak Ida. Aku juga ingin menunjukkan empat jempolku padanya. 👍👍👍👍. Nasehatnya waktu itu…nikmati saja setiap moment secara perlahan, tak perlu memaksa hati untuk melupakan, setelah enam bulan, aku akan benar-benar melupakan patah hatiku. Dan kabar baiknya adalah, itu BENAR. Alhamdulillah aku senang. Aku benar-benar telah melupakannya.

Aku kini malah mendapat bonus dari Tuhan karena aku bisa menyukai orang lain lagi.

Tapi…kali ini akan kutahan. Hanya sebatas suka, tidak lebih, tidak akan kubiarkan lebih. Aku akan membatasi semampuku, kalau perlu membunuh rasa itu, jika rasa itu sendiri telah lancang dan berubah menjadi cinta. Sesuatu yang serupa namaku itu takkan kubiarkan datang lagi. Tidak akan pernah!

Apakah…karena aku tak bangga padanya?

Bukan. Bukan itu. Aku hanya trauma. Aku hanya tak ingin terluka. Aku tidak cukup kebal bahkan masih rentan. Aku takkan membiarkan diriku tenggelam dalam hal yang belum masanya. Belum waktunya.

Cinta nanti akan mencinta, menumbuhkan rasa itu hanya untuk suamiku saja.

Semoga…aku tetap bisa konsisten hingga saat itu tiba.

Oh ya, aku sampai lupa menceritakan apa aktivitas itu.

Abaikan kuku jariku yang sama sekali tidak lentik, abaikan juga pori-poriku yang besar yang hampir mirip kulit jeruk. 😅😁😆

Bentuknya tidak secantik dulu. Tanganku kaku. Tak apalah, aku masih bisa membuatnya lagi, bukankah?

Nanti, jika jemari kananku sudah tidak kaku, aku akan kembali melukis kedua kakiku seperti dulu lagi, dan tangan kananku juga (ini bagian tersusah karena harus menggunakan tangan kiri). Pasti akan kulakukan dan kupamerkan lagi pada kalian, Lovers, insya Allah.

Aku senang aku bisa berdamai dengan diriku. Aku senang karena masih bisa tersenyum meski tanpa menunjukkan hasil henna buatanku pada someone special.

Ah, sudah malam.

Kita sudahi saja curhatku kali ini.

Good night Lovers…

Ingatlah, akan selalu ada…dan masih akan selalu ada senyum yang datang setelah air matamu mengalir meski derasnya melebihi hujan, lukanya melebihi sakit gigi, dan dalamnya menusuk-nusuk relung hati.

Ingatlah juga bahwa patah hati takkan membuatmu mati.

Buktinya, sekarang aku bisa tersenyum lagi.

\^__^/

13 thoughts on “Merindukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s