Bahagia yang sederhana


Temukan Cara untuk Bahagia, 1049 kata

Iklan

Bahagia yang sederhana
Gambar diunduh dari Google

Ini bukan postingan perihal ulang tahun, karena ultah Cinta1668 masih lama…tanggal 22 Mei nanti. Heee 😁

Ini bukan postingan tentang berbagi, karena memang…berbagi itu tidak perlu riya’ sampai-sampai musti diposting segala. Tentu Lovers tidak mau bukan, jika amalannya hanya menjadi debu yang beterbangan seperti surat di bawah ini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

ΩˆΩŽΩ‚ΩŽΨ―ΩΩ…Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ω…ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ…ΩΩ„ΩΩˆΨ§ مِنْ ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω ΩΩŽΨ¬ΩŽΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩŽΨ§Ω‡Ω Ω‡ΩŽΨ¨ΩŽΨ§Ψ‘Ω‹ Ω…ΩŽΩ†Ω’Ψ«ΩΩˆΨ±Ω‹Ψ§

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Qs. Al Furqan : 23)

Dan sayangnya…post kali ini juga bukan tentang ceramah keagamaan apalagiΒ tausiyah karena Cinta tentu masih jauh dari itu. Belum pantas rasanya. πŸ˜…

Terus, sebenarnya Cinta mau posting apa? Jangan muter-muter deh apalagi ribet, udah, cukup to the point aja, Cinta, bisakan?! πŸ˜‘

Hihi, sebenarnya sih sedang tak ada ide, apalagi mau posting sesuatu yang menarik…Cinta lagi blank nih. Huwaaaaa ZONK! 😱😱😱

Tuh kan, NGE-ZONK mulu dari kemarin. 😠😈😑😴

Waduh! Mukanya menyeramkan. πŸ˜…πŸ˜πŸ˜‚. Tapi tapi tapi…tak apalah yang penting menyimak sajalah, jangan tidur, hapus muka tidurnya, tidak boleh! 😝

Oke deh, enough bercandanya.

Sekarang ===>

S Β  Β  Β  Β  S Β  Β  Β  Β  S

E Β  Β  Β  Β  E Β  Β  Β  Β  E

R Β  Β  Β  Β  R Β  Β  Β  Β  R

I Β  Β  Β  Β  Β I Β  Β  Β  Β  Β I

U Β  Β  Β  Β  U Β  Β  Β  Β  U

SΒ  Β  Β  Β  Β  S Β  Β  Β  Β  S

^__^V peace

✨🌸🌸✨🌸🌸✨

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

✨🌸🌸🌸🌸🌸✨

✨✨🌸🌸🌸✨✨

✨✨✨🌸✨✨✨

03 April 2017

Senin yang terik…tak mengindikasikan munculnya hujan. Hanya sepanjang siang dan sore saja saja hingga menjelang Maghrib, langit diterpa mendung. Awan yang berkumpul satu demi satu perlahan namun pasti mulai lelah hingga memutuskan untuk menangis saja mengakhiri sendunya.

Aku tahu, mungkin langit tak sengaja marah. Awan tak kuasa berubah warna menjadi abu kemudian abu tua untuk kemudian menghitam, ini hanya cara kerjanya. Ya, cara kerja yang diperintahkan Tuhan kepadanya, untuk mengubah siklus air setiap waktu yang mau tak mau membuatnya tak punya pilihan. Dan hujan…apalagi ia, ia lebih tak berdaya lagi. Inginnya hanya memberi sejuk pada setiap jengkal demi jengkal, hasta demi hasta, inch per inch, juga zarah demi zarah yang dilewatinya.

Jadi…sebenarnya ini salah siapa?

Tak tahulah, aku sedang tidak ingin membahasnya. Daripada saling menyalahkan, lebih baik mencari solusi saja

Bawa kantong plastik ke mana pun kita pergi. Kumpulkan sampah kita di situ, dan bila bertemu tempat sampah, pindahkan kantong kresekmu ke sana. Simple kan?

Banjir.

Ya, aku sedang ingin membicarakan banjir.

Banjir di Kawasan Industri Jababeka II ketika jam pulang kerja. Aku sebenarnya tidak menduga akan banjir. Tapi…aku tahu dari teman kerja yang kemudian berkata, banjir mbak, sudah tidak usah pulang, susah, sampai selutut kalau yang dekat jembatan.

O o oooo ^__^> bingung juga, bagaimana bisa banjir? Hujannya cuma rintik, hanya deras di satu sampai dua jam tadi. Itu pun, tak seperti kemarin.

Usut punya usut, air itu berasal dari sungai yang tak mampu lagi menampung air padahal sudah dilebarkan beberapa kali. Di sini, aku lihat Pemerintah tidak diam saja kok, nyatanya aku di sana, jadi saksi pelebaran sungai itu.

FYI, di kawasan itu sering banjir. Kurasa ini yang terbesar karena sampai selutut.

Belum hilang rasa heranku ketika dering ponsel berbunyi,

“Tante, banjir, bagaimana ini?”Β Suara Risha dari kejauhan tampak bingung, “Risha bingung mau jemput tante lewat mana…”

“Ya sudah, Risha pulang saja, nanti tante minta antar teman kerja saja.”Jawabku sedikit lesu

“Bentar tante, Risha cari jalan lain ya tan.” Namanya juga anak muda eh remaja maksudnya 😁, ya pasti tak mau menyerahlah.

Setengah jam pun berlalu. Tanpa kabar darinya. Aku masih termangu. Bermain air sisa hujan dan menikmati langit yang masih menangis dengan sendunya. Karena tak sabar, kini giliranku menelponnya.

“Bagaimana, Risha? Apakah masih banjir? Sudah pulang saja.”

“Motornya mogok tante, hiks hiks gimana ini?” Astaga, belum sirna kebingunganku perihal pulang nanti bagaimana, ini malah ditambah…

MOTOR MOGOK DI JALAN, ANAK REMAJA 13 TAHUN NANGIS SENDIRIAN.

astaghfirullahal’adhiim. 😲😱😰

Tanpa pikir panjang, aku menarik-narik baju teman kerjaku. Dengan sedikit mengiba, aku menggangu acara minum kopinya dan bilang…

“Mas, tolong, urgent! Ponakanku, si Risha, kebanjiran, terus mogok di jalan. Posisi di depan Rumah Sakit Harapan Keluarga. Ayo mas, tolong, anterkan saya ke sana. Ponakan saya menangis, kasihan…”

Alhamdulillah, mas yang baik itu mau menolong. Mengantarkanku bertemu kembali dengan Risha. Dan alhamdulillahΒ lagi, motornya sudah tidak mogok. Senang, senang, senang. πŸ˜‡. Dengan antusias, si remaja 13 tahun itu bercerita kalau sedari tadi ada saja orang-orang berwajah malaikat yang begitu baik hati menolongnya. Syukurlah.

“Ayo tan, pulang.” Katanya kemudian, tak ada guratan sedih lagi di wajahnya. Hfffttt lega.

“Jangan, mampir dulu yuk!” Kataku seraya mencegahnya.

“Kemana?”

“Makan. Terus sholat di masjid dekat sini. Terus baru kita pulang sembari menunggu banjirnya surut. Lagian, bajuku sudah basah, aku kedinginan.”

“Boleh tan, siapa takut!” Risha tampak girang.

Aku dan Risha mencari jajanan di sekitar Pasimal. Kita makan mie ayam. Bertemu dua cowok yang sedari tadi memperhatikan selama makan, sampai-sampai makanku jadi lama sekali, jujur, aku malu diperhatikan. Tak berani menatap. Ah, tapi menyesal juga, si cowok itu ganteng ternyata. Wkwkwkwk. πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚

Habis itu kita menuju ke Masjid terdekat. Alhamdulillah sudah direhab, bagian akhwat dan ikhwan sudah tersekat rapi. Jadi bebas buka kerudung dan membenarkan posisinya. Senangnya.

Habis sholat…biasalah…

Apalagi kalau bukan wefie hehehe. Up’s πŸ˜…. Teteeeep ya, ngeksis full. πŸ˜…πŸ˜πŸ˜‚

Aku bilang kita seumuran dan dia komplain, ya sutralah…haha 😁
Tadinya sih…rencana cuma mau pake foto ini saja. Tapi si Risha usul, pengin ngikut di postingan kali ini katanya. πŸ˜…

Lalu…tetiba aku pengin bikin video kocak, yah…siapa tahu ada yang tertawa. Heee…

Dan terakhir, setelah Risha gagal memaksa membuat duet musically, dia maksa banget pake Fisheye. Ya udah deh, siapa takut? 😁

https://youtu.be/2UCWO206lRM
Jadi sebenarnya…

Bahagia itu mudah karena tak perlu membayar dengan uang untuk sebuah kata itu. Bisa dibayangkan bagaimana jika bahagia itu harus bayar. Akan ada toko bahagia di mana-mana, dengan ragam diskon bahagia atau bahagia dengan harga melejit dengan janji kualitas tinggi, ori dan tidak KW. πŸ˜…

Memutuskan bahagia. Putuskanlah. Munculkan. Dan temukan caranya.

Bukan kita yang tidak bisa bahagia. Hanya tidak mau saja. Temukan kebahagiaan itu dalam diri. Dari hal sekecil mungkin. Tak perlu ke mall menghabiskan uang berjeti-jeti. Tak perlu sepatu, baju, atau tas branded berada di tangan kanan dan tangan kiri. Tak perlu harus menjadi kaya. Tidak. Tidak. Tidak. Cara menemukan bahagia bukan dengan itu semua. Temukan saja cara untuk tersenyum dan tetap bersyukur. Maka kau akan tahu, bahwa sarang bahagia selalu ada di situ.


Note : Peringatan keras untuk video terakhir, kalau yang merasa wajahnya bulat bakpau, hindari membuat video dengan Fisheye, kalau tidak rasakan sendiri muka yang semakin membulat. Seperti contoh di atas. Jangan ditiru ya, Lovers.Β 

Sekali lagi. Jangan ditiru!

Peace, love, and gaul, and exist. Huwaaaaa…!

πŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ˜ƒ

19 thoughts on “Bahagia yang sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s