Bolehkah aku menyukai mereka?

Bolehkah aku menyukai mereka? 424 kata

Bolehkah aku menyukaimu?

Dan bolehkah aku menyukainya?

Saat aku menyukaimu, ada kilat putih menyambar di langit hatiku. Kau tak ada sebenarnya. Hanya makhluk maya yang ku tak tahu wujudnya seperti apa.

Aku menemukan diriku penuh masalah. Dan kau selalu datang dengan solusinya. Aku yang tak pernah siap menghadapi hal-hal tak terduga. Dan kau yang datang menguatkanku. Aku yang kadang merasa minder dan tak sederajat dengan mereka-mereka. Dan kau yang bilang, sejajarkan posisimu.  Lanjutkan membaca “Bolehkah aku menyukai mereka?”

Bukan Edisi Galau

Laguku pagi ini, 158 kata

Bukan edisi galau, sungguh!

Aku hanya menemukan kumpulan lagu di Youtube, sembari memilih lagu favoritku pagi ini. Itu saja.

Jika postingan ini sedikit memiliki kesan ke-aku-an. Biar sajalah. Lewati jika tak ingin, dan komenlah jika berkenan.

Adek Dhika masih di Rumah Sakit, panasnya masih naik-turun tapi suara Nunuk sudah sedikit bahagia. Aku menemukan ketenangan dalam tawanya. Alhamdulillah, aku ikut bahagia buat adekku satu-satunya, adekku tersayang. Lanjutkan membaca “Bukan Edisi Galau”

Sedih itu…

Aku Sedih Sekali, 757 kata

Sedih itu…

saat kau dihadapkan pada peristiwa yang sama-sama penting.

Di satu sisi : keluarga, di lain sisi : perusahaan.

Dulu, aku tak pernah susah memilih, jika harus memilih antara keluarga dan perusahaan, pasti dalam satu detik pun, aku akan menjawab : KELUARGA.

Tapi…

terkadang, ada situasi yang menjadikan keduanya penting.

Lanjutkan membaca “Sedih itu…”

Baper itu…

Baper itu…, 1245 kata

Selamat malam menjelang isya’, Lovers.

Kali ini izinkan Cinta membahas tema yang sangat, sangat identikal dengan Cinta1668. Apalagi kalau bukan “BAPER”

Perhatikan tulisan baper di atas 👆👆👆. Sudah huruf kapital, cetak miring, pakai tanda petik lagi, itu dia…karena pemilik blog ini juga baper, maka tulisannya juga musti baper lah, hehe. 😅😁😂 Lanjutkan membaca “Baper itu…”

I wanna be a fairy

I wanna be a fairy

This night, before I go to sleep…please just give me one minutes, I just wanna be a fairy :

Wish,


Romantic,


Wisdom,


Liberty,

Glam,

Fortune,


New year,


and Fireworks.



#Pitu #crazyexface #Playstore #Newapp #fairy #fairytail #fairytale 

Has been posted on my Instagram : Irofaruk

And a few minutes ago, I gave this picture to my friend…Please abang, we are best friend, aren’t we? Don’t be angry with me…don’t be, It’s just a joke, OK?! 😉


~ Because Every Picture Has Its Own Story ~

Ayo Menulis

Info Lomba Menulis

Info Lomba Menulis

Usai jam Kuliah, Dena, sahabat satu genks tiba-tiba mendekat dan…

Dena : Kak Cinta, suka nulis kan?

Cinta : Iya Dena, kenapa?

Dena : Ada lomba menulis loh kak, tapi soal ekonomi, mau browsurnya?

Cinta : Mauuuuu…!

Dena : sekalian minta tolong disebarin ya kak Cinta.

Cinta : siyaaapppp…!
To : Dena, done ya, udah disebarin via WordPress.com. 😀😊😄

Cinta mau coba ah. Yang lain, ikutan juga ya. Coba-coba saja…Mmmm kalau kalah, anggap saja seperti biasa, nulis-nulis, corat-coret dan belajar. Kalau menang, syukurlah, ada tambahan THR buat lebaran.

Who knows?

\^__^/

Ai, Shin, Sei

Novel yang belum selesai kubaca, 394 kata

Ai, Shin, Sei
Diedit dengan Instagram

Aku tak ingin menghapus kisah persahabatan kita. Namun, harus kuakui, terkadang sebuah rasa dimulai dari kata “sahabat”.

Jika kita tidak bertemu. Jika kau tak menyapaku, tentu kita tidak akan saling kenal, bukan?

Jika sudah kenal dan saling nyaman, bukankah kita akan bersahabat dengan sendirinya?

Nyaman. Melengkapi. Menasehati. Menghibur. Berdebat. Bertingkah menyebalkan hanya untuk memancing marah dan itu pun sengaja. Namun keduanya tak terpancing marah, malah berakhir dengan tawa lebar. Hal-hal kecil yang indah, yang membuat waktu tidurmu menjadi lebih nyeyak karenanya. Rasa yang aneh di kali pertama. Dan akan ketagihan di kali berikutnya. Lanjutkan membaca “Ai, Shin, Sei”

Sepasang Kaki Diam

Sepasang Kaki Diam, 642 kata

 

100 Writing Prompts Challenge

Days #10 – Rich

 

Sepasang Kaki Diam
gambar diunduh dari Google

Genangan air. Ilalang. Jalan setapak. Lampu-lampu jalan. Hiruk-pikuk jam malam. Kemacetan. Spion kaca yang berembun. Tanah basah. Hujan. Angin yang pelan. Kicau burung bersautan. Daun jatuh.

Tanpa kata pamit, mereka pergi. Aku harus rela, ini yang diinginkan Tuhan. Entah sedih atau bahagia, harus kuakui sepasang kaki diam ini telah lama bermasalah. Dengan suara kecil, ia berdebat hampir sepanjang waktu. Mereka tidak mau menyerah kalah satu sama lain. Pernah suatu malam aku diam dan mengintip perdebatan mereka. Lanjutkan membaca “Sepasang Kaki Diam”

Memilih

Memilih yang Terbaik, 1091 kata

Gambar diambil dari Google

Saat ini pukul 01.00 WIB, aku terbangun dan tak bisa tidur lagi.

Kebiasaanku mengubah jam waktu tidur ini seringkali membuatku tak sehat. Aku sadar itu, namun untuk memperbaikinya terasa sulit. Ngalong, bertingkah seperti kalong (bahasa Jawa untuk kelelawar) mungkin sudah menjadi bagian dari aktivitas blogger, aku pun demikian.

Jadi kuputuskan saja menyelesaikan buku yang harus kubaca. Aku sampai pada halaman 259. Di sana, aku membaca sesuatu tentang “memilih”.

Lanjutkan membaca “Memilih”