Hati yang Tertaut pada Kampung Halaman

Diary Hati yang Terpaut pada Kampung Halaman, 796 kata

Pekalonganku, hasil unduh dari Google

Dear diary,

Beberapa bulan ini, aku sedang mencoba mempertautkan hati dan diri pada kampung halamanku.

PEKALONGAN.

Sebuah kota yang selalu membuatku rindu.

Langkah-langkah kaki kuda yang menarik delman. Suara-suara surau yang tak pernah berhenti berkumandang. Pantai-pantai di sebelah utara desa yang masih alami, desiran ombak bertemu pasir masih dapat kurasakan jelas dari sini. Juga suara sulingan dari canting dan aroma khas malam lilin yang meninggalkan bekas hangat di kain putih hingga membentuk kain hasil budaya tradisional Indonesia, batik. Lanjutkan membaca “Hati yang Tertaut pada Kampung Halaman”

Selamat untuk Diriku Sendiri

Semangat Menulis Cinta1668, 633 kata

Ada kata yang dulu tak mudah kulepaskan,

Ada rasa malu yang melesat cepat ketika bercerita tentang diri,

Maka kuputuskan untuk berganti nama, Cinta Nungky Lestari.

Berawal dari sebuah Facebook baruku dengan nama yang sama. Aku yang dulu bernama Muniroh Faruk sedang memutuskan off selama tiga bulan. Membuat akun dengan foto berbeda, dulu, foto pertamaku adalah ini. Lanjutkan membaca “Selamat untuk Diriku Sendiri”