Melebur


Puisi Melebur, 155 kata

Iklan

Akhirnya…

Aku mengalami juga apa yang mereka alami, sesuatu yang mereka sebut penghalang dalam dunia blog, Writer’s Block.

Rasanya banyak sekali yang ingin kutuliskan dari kemarin, tapi semua berakhir dengan satu kali pencet tanda silang pada layar ponsel.

Aku ingin meminta maaf karena melukai seseorang yang benar-benar kucintai,

Aku ingin juga bilang bahwa ternyata operasi dua kali dalam tiga bulan menyebabkan rambutku rontok,

Aku malu…tapi aku ingin tetap bilang, aku mencintaimu, selalu, selamanya, meski seandainya aku harus tetap memilih menikah dengan orang lain tahun ini,

Jangan kau tanya seberapa dalam…writer’s block dua hari kemarin, semua tulisan sedihku, kecelakaanku, adalah buah dari perbuatan bodoh karena aku mencintaimu.

Terakhir…jika Tuhan masih mengizinkanku. Aku ingin melebur, menjadi sesuatu yang baru, tidak ingin menjadi beban siapa pun.

Aku ingin pagi ini menjadi pagi terakhir di mana aku menulis sambil menangis untukmu.

Itu saja…kurasa aku harus mengatakannya, agar aku bisa menulis lagi.

Aku benar-benar ingin melebur!

19 thoughts on “Melebur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s