Cerita Sepasang Sepatu


Puisi Balada Cerita Sepasang Sepatu, 332 kata

Iklan

Puisi Balada Cerita Sepasang Sepatu
Picture by Google, Words by me


Cerita Sepasang Sepatu oleh Cinta1668

Kalian mungkin sudah paham bermacam kisah tentang sepasang sepatu. Tapi kali ini izinkan aku menceritakannya ulang.

Tulus, bersenandung tentang betapa kompak dan serasinya mereka, namun sayang…saling sentuh saja mereka tak bisa, mereka tak bisa bersatu selamanya.

Children of Heaven mengisahkan betapa si kecil Ali berjuang sekuat tenaga memenangkan lomba lari demi sepasang sepatu untuk Zahra, adik kesayangannya.

Ada pula sebuah akronim unik tentang Sepatu : sejalan sampai tua.

Tak jarang juga yang percaya bahwa sepasang sepatu cantik akan mengantarkan pemiliknya ke tempat terindah di dunia.

Sedang aku memaknai sepatu seperti sebuah perlindungan. Aku yang tanpanya tentu saja akan kesusahan. Ia adalah pelindung kaki mungilku yang berukuran tiga tujuh ini dari terik panas dan hujan. Harga tak jadi masalah yang penting nyaman. Sepasang sepatu inilah yang kupercaya akan membawaku ke tempat-tempat baru. Tempat-tempat yang belum pernah terjamah sebelumnya.

Sejujurnya, dengan sepasang sepatu itu, aku ingin sekali bisa naik gunung bersama kekasihku kelak. Karena dulu aku memang berbeda. Aku tak pernah diizinkan naik gunung sebab semenjak aku kelas tiga SMP, aku punya penyakit aneh di mana aku sering pingsan. Dan setelah pingsan, aku akan seperti orang lumpuh berhari-hari yang hanya bisa berdiam di dalam kamar. Sungguh, itu penyakit menyebalkan. Namun siapa sangka Tuhan menghapus tanpa bekas penyakit aneh itu dan memberikanku banyak kebahagiaan setelahnya.

O, aku jadi berpikir tentang sebuah bayangan. Bahkan sampai sekarang masih terbayang dan akan kujadwalkan kelak. Di hari pernikahanku nanti, aku akan memberikan sepucuk surat pada suamiku : beberapa syarat yang bisa didiskusikan, dan direvisi, untuk kemudian ditandatangani berdua. Dan, di dalamnya akan kumasukkan list : 

“Belikan aku sepasang sepatu gunung, kau yang harus memilihkannya, lalu setelah itu, ayo naik gunung bersama!”


O, please, kuharap kalian tidak tertawa, puisi baladaku kali ini memang perihal bahagia.

Dan untukmu, calon suamiku tercinta, kumohon! Untuk syarat yang satu ini jangan direvisi ya?

Semoga kelak kau membaca tulisanku yang tak biasa ini karena sungguh aku menulisnya sambil membayangkan wajahmu yang masih samar dengan perasaan bahagia.

11 thoughts on “Cerita Sepasang Sepatu

    1. Kyknya kl cincin udah dikasih duluan deh sblum minta hehe
      Tp kl ke gunung kan beda cerita, ke gunung kan romantis ms Nur…hawanya dingin jd sprtinya menyenangkan smbil bersyukur.

      Bayangan ms Nur aja yg trll dewasa, Cinta mah ga ngebayangin itu 😁

      Suka

      1. hahahah… bercinta itu maksudnku ya bermesraan gitu, bukan yang sedewasa yang kamu pikir..
        cuma gunung itu biasanya sakral banget, karena gunung itu tempatnya bangsa jin bersemanyam.. (kebanyakan sih gitu)
        jadi memang harus bener-bener bersih hatinya kalau sedang mendaki

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s