Paper Clip dan Cinta


Puisi Paper Clip dan Cinta, 424 kata

Iklan

100 Writing Prompt Challenge

Days #5 – Clip

picture by Google, Words by me

Paper Clip dan Cinta oleh Cinta1668

Meski namaku Cinta, aku tak pandai mengatakan cinta, aku tak mudah jatuh cinta. Juga, aku jarang menulis tentang cinta.

Cinta bagiku seperti paper clip. Ia akan dengan mudah melekat pada kertas tipis atau tidak begitu tebal. Namun jika kertas terlalu tebal, tidak mudah lagi bagi paper clip untuk melekat, ia akan renggang, mudah rusak, hingga akhirnya tak terpakai lagi. Kurasa cinta juga begitu. Semakin membesar sebuah rasa, semakin erat ia digenggam, ia akan merusak sebuah jiwa. Begitulah cara kerja cinta.

Benarlah yang dikatakan sahabat sekaligus sepupu Rasulullah Saw :

“Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja;siapa tahuโ€”pada suatu hari kelakโ€”ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja;siapa tahuโ€”pada suatu hari kelakโ€”ia akan menjadi orang yang kau cintai.” Ali bin Abi Thalib ra.

Aku sendiri…aku tidak demikian. Aku malah memilih kebalikan dari nasehat bijak di atas. Aku tidak diciptakan untuk melupakan seseorang yang datang dengan mudah. Aku dicipta bukan untuk melupa. Aku tidak mudah untuk menjadi amnesia. Tidak. Tidak. Tidak. Tidak. Dan tidak. Aku tidak pernah menjadi bagian dari mereka.

Aku melupakan cinta pertamaku di lima tahun setelahnya. Dan cinta yang datang sesudahnya baru berusia lima bulan saja. Aku terlalu naif jika berharap lupa, bukankah?

Aku pernah tersenyum seharian, pipiku sampai bersemu merah karenanya. Jantungku berdetak kencang tak karuan, aku pernah merasakannya. Aku pernah dibuat terbang, aku melayang sampai mabuk kepayang. Dan ya…aku bahagia.

Aku pernah terisak bermalam-malam dan berakhir dengan mengompres kedua bola mataku yang membesar karena membengkak. Aku pernah diare dan masuk angin karena tak selera makan.

Aku pernah memakai henna. Hari itu, 21 Oktober 2016 pukul 12.30 siang. Aku berkendara, asyik memperhatikan henna di tangan. Anganku melayang pada sebuah bayang, andai bisa kupamerkan henna ini padanya, tentu dengan senang aku akan bercerita bahwa ini henna pertama yang kuciptakan dengan membayangkan wajahnya, dan henna yang muncul adalah bunga-bunga kecil bermekaran mirip sakura di tangan. Tapi sayang…kenyataan memang tak seindah bayang, aku malah kecelakaan dan berakhir dengan patah tulang.

O, aku sadar aku memang bebal. Aku malah tak menyesalinya. Aku tak juga berubah.

Aku memantapkan hatiku dan menemukan kutipan pendukung lainnya :

“Mengingat kembali adalah salah satu cara terbaik untuk tidak merasa kehilangan.” Winna Efendi.

Biarlah…paper clip ini menetap di sana. Di hatiku yang sempit itu selalu ada tempat untuknya, ia boleh singgah selama ia mau, namun jika ia ingin pergi nanti, aku juga tak bisa mencegahnya. Karena, sekali lagi kukatakan, aku dicipta bukan untuk melupa.

22 thoughts on “Paper Clip dan Cinta

      1. jgn nanti dia sakit Kha, q masih sayang…kl tahu dia sakit aja, q udah ga bs tdur mikirinnya, gmn mau dibuang ke segitiga bermuda? Ntr q bs baper, nangis smp bintipan dunk hiks

        Suka

    1. tp kdgkala kenyataan tuh ga bs disetting loh mas Shiq.

      Cinta jg dulu idealnya pgn bgtu…tp kan jd tertarik jg kl ada sosok yg sreg di hati.
      Cinta itu ga pke logika, sesuatu yg aneh tp nyata, mski udah disakitin jg tetep cinta, itulah anehnya, pokoknya ga ada nalarnya deh, sueeer ini mas Shiq. Dua kali jatuh cinta yg bnr2 dua kali jg trsiksanya tp ga kapok2 itulaah cinta.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s