Secangkir Teh Hangat

puisi secangkir teh hangat, 130 kata

 

secangkir teh hangat
picture by me

Secangkir teh hangat oleh Cinta1668

Aku pernah suka teh hangat. Biasanya kutuang dengan kondisi tak begitu manis. Andai takaran manis adalah dua sendok makan maka aku lebih memilih separuhnya saja, satu sendok makan.

Aku pernah pening seharian lalu 15 menit kemudian ia hilang. Aku pernah sakit perut tak tertahan lalu beberapa menit tak tahu tepatnya, ia juga tiba-tiba hilang. Aku pernah meriang, lalu selang 30 menit ia pun raib entah kemana. Tak kusangka banyak sekali kenanganku bersama teh hangat setengah manis.

Ada hal lama yang tak bisa langsung begitu saja menghilang. Seperti teh hangat setengah manisku. Karena begitu banyak kisah tertoreh di sana. Meski kini aku sudah mencoba menyelinginya dengan white coffee.

Mungkin…begitu juga cinta, tak bisa semudah itu pergi, meski kadang rasionalku berkata : aku benar-benar tak mengerti!

Review Novel “Tenggelam di Langit”

Review Novel, 665 kata

Picture by me


IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Tenggelam di Langit

Penulis        : Tan Panama

Tebal Buku : 180 halaman

Edisi         : Cetakan Pertama, Januari 2017


SINOPSIS

Bagaimana jika engkau menjadi ia?

Bagaimana jika pada saat sendirian, sejenak saja engkau renungkan, engkau sisihkan prasangkamu…betapa ia juga berniat baik, betapa ia, tak kurang dari tekadmu itu, ingin juga melihat kota Karagan menjadi lebih baik? Lanjutkan membaca “Review Novel “Tenggelam di Langit””