Sakit? Bukan alasan!


Me Time, 616 kata

Iklan

IMG20170203082958.gif
The Twins 😍😍😍

Sakit?

Libur 3 Minggu karena cuti sakit?

Itu bukan alasan untuk berhenti bercerita,

bukan alasan untuk berhenti meng-captureΒ hal-hal indah di sekitar,

bukan juga alasan untuk meratapi masa lalu, *ups maaf, udah nggak jamannya, Irofaruk! 😜

Mari lakukan sesuatu…sesuatu yang akan dikenang, sesuatu yang menyehatkan jiwa dan hati… Mari mariiiii…!

#TheTwins #VideoCapture #LoveMyNephew πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜™β€β€β€

Note : Pernah diposkan di IG saya, akun Irofaruk.

“Because every picture has its own story”

 

******************************

Di siang hari, aku belajar menjadi ibu. Saat ibu si kembar pergi untuk suatu keperluan, dua malaikat imut ini menghabiskan waktu bersamaku. Mereka sedang sakit, kadang menangis bareng bersaut-sautan, kadang satu per satu. Saat kakak Dian menangis, adek Dika akan diam, lalu waktu berselang sepuluh menit dan terjadilah pergantian, kaka Dian diam, adek Dika giliran menangis. Sedangkan kedua tangan lemah ini belum mampu menggendong mereka. Maka aku menghibur mereka dengan caraku sendiri : kadang aku bercerita, kadang aku bernyanyi, kadang aku ber-sholawat, kadang aku membuat mimik lucu di mukaku yang jelek ini, kadang aku berkicau tak karuan yang penting mengeluarkan suara agar si kembar diam memperhatikan. Uh, benar-benar melatih kesabaran. πŸ˜₯

Aku kadang menyebut kakak Dian dengan Marmut Merah Jambu-ku *saking gemuk, lucu, dan gemesin. 😍

IMG20170203082803.gif
Kakak Dian

Lalu, aku menyebut adek Dika sebagai Rangga, saat kuulang dialog ini, si kecil pasti tertawa :

“Hai kenalkan, aku Cinta…kamu, kenapa wajahmu terasa tidak asing, kamu pasti Rangga kan? Hah iya benar, kamu Rangga-ku!”

IMG20170203083059.gif
Adek dika

Lalu…dari jauh, ibu si kembar akan berkelakar dan berujar :

“Walah, tantenya lagi kumat ini…awas awas nanti dede ketularan…tantenya edan! Haha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚”

Dan karena ayah si kembar yang tidak setiap hari ada di rumah, maka di sela si ayah tidak ada, aku akan tidur bersama mereka. Satu kasur dengan 4 orang : dede kembar, aku, dan Nunukβ€”nama ibu si kembarβ€”itu rasanya sesuatu 😍. Ah, betapa susahnya, betapa repot dan capeknya mengurus mereka. Aku yang baru beberapa malam tidur bersama mereka saja hampir setiap jam terbangun oleh suara tangis. Jadi ingat ketika pertama kali si kembar dibawa pulang pasca operasi sesar. Si ibu curhat karena dalam semalam harus 9-10 kali ganti pampers karena dedek kembar ee’ bergantian. Aku yang dicuhatin cuma bisa geleng-geleng sambil berkata, Masya Allah, sabar ya.Β Salut buat ibu si kembar, semoga saudariku ini selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan rezeki yang melimpah untuk kebaikan dua malaikat kecil itu di masa datang, aamiin.

Aku yang berkeinginan punya dede kembar kelak, langsung ditolak mentah-mentah sama ibu.

“Ojo! Ndelokke Nunuk ora tau iso turu wae aku wes mumet, malah arep tiru-tiru. Siji wae, ora usah kembar-kembaran, titik!”

Wuaaaahhh ibu, yang pengin punya dede Cinta koq ibu yang nggak ngebolehin? Iki piye toh yo? πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜…Β Ujarku dalam hati sambil senyam-senyum.

“Lah koq malam mesem-mesem, pokokke nggo sing siji kuwi, ibu ora bakal ndongakke yo Cinta, sing liyane tak donggakke kabeh.”

Walah, ibu udah ngancam nggak didoakan lagi!

Ah nggak apa-apa. Ngumpulin uang dulu aja, semoga bisa umroh bareng suami dan berdoa di sana yang katanya makbul doa. Syukur-syukur bisa haji bersama, aamiin semoga πŸ˜‡. Masalah selasai. Hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Aku masih berujar di hati.

“Lah iki bocah koq malah ngguyu?”

Kebiasaan ibu masih nggak berubah, sebelum aku bilang “iya” beliau tidak akan berhenti bicara.

“iya bu.”

Barulah beliau bernafas lega dan pergi meninggalkanku. Syukurlah. Huft.

Dan malam ini…seperti malam-malam lainnya, aku sedang tenggelam dalam bacaanku, dengan alunan musik yang kuputar secara acak via sebuah ponsel pintar.

Ah, cukup sekian.

Semoga aku mendapat pelajaran,

Semoga aku bisa lebih banyak me-review bacaan, film, atau pun drakor lain,

Semoga aku menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku kelak di masa datang.

Yang jelas…aku sedang menikmati tiga minggu-ku ini. Waktu sempurna yang hanya milikku sendiri. 😊

Kamu, iya kamu! Yang sempat membaca tulisan ini, sedang apa?

Jika kalian harus cuti 3 minggu dan nggak boleh kemana-mana, apa yang kalian lakukan?

30 thoughts on “Sakit? Bukan alasan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s