Virus “underestimate” itu memang, kudu, dan harus dibasmi! (Self Experience)


65997-never-underestimate-me-quotes.jpg
Picture by QuoteAddicts.com

Hello guys,

sedang apakah di sana?

Mmmm…kalau Cinta saat ini, detik ini sedang asyik menunggu antrian di KPP Pratama Cikarang Selatan. Orang bilang, mengantri alias menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, menyebalkan. Tapi…bagi seorang Cinta, menunggu berarti adalah waktu luang, dan waktu luang itu adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, karena kesempatan sendiri tak mungkin datang berulangkali, ia hanya datang saat dirinya menginginkan. Am I right? 🙂

Jadi, saat ini Cinta lebih memilih untuk kembali mencuri kesempatan itu dengan menulis postingan baru di blog sederhana ini, daripada melongo, diem (tahu sendiri Cinta nggak bisa diem 😀 😀 😀 ), atau malah ngantuk. *Duuuuh kalau udah ngantuk, ngerasa banget madesu nya deh, masa depan suram, hehe.

Kali ini, Cinta ingin membahas tentang istilah English : underestimate

Apakah definisi dari underestimate itu?

Menurut https://en.oxforddictionaries.com, pengertian underestimate adalah :

  1. Estimate (something) to be smaller or less important than it really is (verb)
  2. An estimate that is too low (noun)

Jadi, secara Bahasa Indonesia-nya itu, kamu menganggap orang lain itu nggak penting, atau levelnya lebih rendah dari kamu.

Pernah nggak kalian, guys, ngerasain hal ini?

No no no! jangan bilang nggak dulu, tanya lagi ke hatimu…beri waktu hatimu untuk tenang sebentar, lalu jawablah dengan jujur.

Kalau Cinta lebih memilih jujur dan berkata :

iya, Cinta pernah…dan ada satu kisah yang membekas sekali di hati tentang underestimate ini.

Waktu itu, beberapa bulan lalu, hampir mendekati satu tahun yang lalu, Cinta pernah berkenalan dengan seorang cowok, brownies (umurnya di bawah Cinta 4 tahun), cakep, alhamdulillah sudah S1 Sarjana Komputer, punya pekerjaan lebih dari 1, pekerja keras, dan dia tipe pendiam yang hanya bicara seperlunya.

Mau tahu nggak, apa pekerjaan dia?

  1. Peternak lele
  2. Ikut bisnis bareng pamannya dan merantau di Jakarta yang buka toko Komputer. Kalau sore sepulang kerja biasanya dia kerja di sini (Aslinya orang Makasar, jujur, baru kali ini Cinta bisa deket sama suku luar Jawa dan asyik sekali orangnya)
  3. Karyawan Swasta

Kadang Cinta sampai bingung, koq ya semangat banget kerjanya?

Cinta pernah menyindirnya dengan ucapan ini,

“Duuuh kerjanya semangat banget sih dek, berasa udah punya anak-istri saja?!”

Lalu dia pun nyeletuk dan menjawab…

“Please, jangan panggil aku dek, aku itu lebih dewasa dari umurku, tahu? Dan sebenernya, aku masih punya satu pekerjaan lagi, tapi aku yakin kamu nggak mungkin suka.”

“Ah, siapa bilang, tahu darimana? Asal nebak saja, bukannya Cinta udah pernah bilang ya, Cinta bukan orang yang menilai sesuatu dari harta, Cinta lebih suka tipe pekerja keras dan pantang menyerah, itu saja” tegasku padanya sekali lagi.

“Masih kurang tuh, Cinta suka tipe : pendiem (diem yang perhatian), humoris tapi ngomong seperlunya, cerdas, tirus, berjambang, cuek tapi peduli, kayak aku ini, ya kan?”

Jiah ni cowok, bisa banget sih bikin mukaku merah kayak habis makan bakso terus kepedesan, haha. ^__^>

“Ih, sotoy banget sih jadi cowok, aku tuh nggak mungkin suka sama kamu dek brownies! Weks :-P. Cepet gih sebutin, apa pekerjaanmu, jangan bikin aku penasaran gini dunk” aku merajuk sebisanya sambil menarik-narik lengan bajunya.

“Aku juga nyambi jadi GOJEK”

O o ooooo, aku diem guys, speechless di beberapa menit itu. Terus membatin dalam hati :

Gojek? Gojek yang tiap aku kuliah aku naik itu? Gojek yang suka ganjen kadang kirim-kirim wa nggak jelas, terus kadang juga ngerayu, dan paling parah adalah pelanin motornya jalan supaya lebih lama ngobrol denganku?

Waktu itu, jujur saja, dalam hati Cinta, agak sedikit malu. Bagaimana nanti kalau Cinta kenalkan ke teman kuliah? 

Oh ini cowok kamu ya?

Terus pas ditanya, kerjaannya apa? 

Terus Cinta harus jawab GOJEK gitu?

Ah, nggak siap deh, yakin nggak siap! @__@

Dan guys, seperti kisah-kisah kebanyakan, akupun perlahan namun pasti menjauhi si cowok brownies ini. Dari telepon, SMS, chatt yang kujawab seperlunya saja dan aku lama-lamain waktu menjawabnya.

Mungkin si brownies juga merasakan sikap Cinta yang beda sampai dia berkata :

“Kamu malu karena aku itu GOJEK ya?”

“Nggak koq, beneran, aku kan udah pernah bilang, nggak mungkin suka sama brownies, itu saja sih alasannya.”

“Okeh kalau begitu, terimakasih karena mengizinkanku pernah dekat denganmu.”

Dan ya…kita berakhir. Begitu saja. Saat itu, aku hanya mencoba berpikir realistis, aku memang bukan orang kaya, juga bukan orang miskin, aku berada di area menengah saja, sedang-sedang saja. Namun aku sungguh tidak ingin membuat orang yang kusayangi kelak sakit hati hanya karena aku tidak bangga atau merasa malu dengan dirinya. Siapa yang ingin diperlakukan seperti itu? Tentu tidak ada bukan? Cinta pun tidak ingin diperlakukan begitu, oleh karenanya Cinta lebih memilih menjauh.

Ada rindu saat dia tidak ada. Aku kehilangan sosoknya. Jujur, cowok dengan tipe seperti itu jarang ada di jaman sekarang ini, kenapa demi satu kata GOJEK yang tidak begitu penting itu, aku meninggalkannya? Kadang aku merasa begitu jahat. CINTA JAHAT CINTA JAHAT CINTA JAHAT!

Aku menyesal…

Aku ingin kembali…

Tapi bagaimana caranya?

Ia terlanjur sakit hati…

Dan guys, kabar terakhir yang kuterima darinya adalah hanya sebuah foto di medsosnya, foto bersanding Ka’bah bersama dengan keluarganya. Ia terlihat bahagia dengan senyum yang tulus.

Dan…akhirnya seorang Cinta tahu, bagaimana rasanya menyesal.

Aku, Cinta Nungky Lestari begitu menyesal hingga aku berjanji…virus sialan itu, virus underestimate itu harus menjauh!

Menjauh menjauh menjauh dan menjauh dariku! 😞

 

Iklan

20 thoughts on “Virus “underestimate” itu memang, kudu, dan harus dibasmi! (Self Experience)

      1. Haha koq mukanya jadi asem gtu sih mba? Lucu lucu lucu 😅😁😂.

        Mmm btw, Cinta penasaran nih, yg wjahnya mba Mul itu yg krudung cokelat – depan atau motif – belakang? *kepo

        Suka

  1. Lagi ngurus apa mbaa cinta di kpp hehe…

    Iya mbaa, jangan salah temanku yg udh kerja mapan pun sepulangnya kadang sambilan gojek/uber mobil hehe lumayan buat tambahan…

    Underesrimate itu wajar dan natural kok mbaa,apalagi kita udh ningkatin kualitas diri pasti punya pandangan tertentu buat org lain.. Tipsnya mungkin refleksi ke diri sendiri aja, pejamin mata kita, banyangin org kalau sama kita ngrasa pantas/bersyukur ngga hehe

    Disukai oleh 1 orang

    1. lg ngurus PBK Toro, kmrin q salah input kode pph 21 kode 411121 tp krn ga konsentrasi jd PPh Minyak Bumi 411111 😅.

      Iya bnr, bnyak yg hrs dibenahi dr diri ini memang, Toro. Terimakasih utk nasehatnya, smga kdpannya q jd lbh baik, aamiin 😇

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s