Line – Diary Electric

Pict by Google

Sudah lama aku tak menulis diary lagi.

Bukan karena tak suka, sungguh bukan!

Hanya saja, diary bentuk buku itu mudah sekali terbaca…sedangkan si Risha, ponakanku yang masih ABG itu usil sekali, suka sekali mengotak-atik semua benda termasuk gadget milikku, tak ketinggalan handphone-ku pun digeledah olehnya.

Pernah aku gelagapan dengan pertanyaannya yang kritis,

Lanjutkan membaca “Line – Diary Electric”

Curhat

Agaknya blog Cinta semakin kesini semakin kurang bermutu saja. Pasalnya, lebih banyak curhatnya daripada manfaatnya.

Cinta tidak menyangka, sama sekali tak pernah menyangka…Cinta akan terpuruk, lebih dari rasa yang dulu saat bersama Gibran, cowok Beirut-ku yang mengajariku bersastra, berilmu agama, yang kupikir akan menempati singgasana kesayangan dalam hatiku. Lanjutkan membaca “Curhat”

Oleh-oleh libur panjang kemarin

Finally, aku tidak jadi ke kotamu, mas… tapi ke kota lain di Jawa Timur, entahlah mungkin perasaanku belum siap ke sana.

Aku kemana?

*maaf maaf maaf, sedang dilanda virus malas untuk cerewet, jadi Cinta capture saja semuanya.

Kalau penasaran, lihat saja sendiri, Lanjutkan membaca “Oleh-oleh libur panjang kemarin”

Tangan-tangan langit

01.02 am, early morning,

On the light rain.


Kutatap lagi langit malam ini, entah untuk ke berapa kalinya, dan masih… aku masih juga tak mengerti.

Rasanya saat kutatap langit itu, aku temukan kekuatan dengan ke-Maha Luasan-Nya, seolah ada sebuah pintu yang menjulang ke arahnya, lewat tangan-tangannya yang menjuntai ia mencoba menggapaiku.

Lanjutkan membaca “Tangan-tangan langit”