Lupa (Cerpen Fiksi)

Aku masih berdiri di bawah senja yang sama. Di bawah jingga yang sama. Juga di bawah temaram yang sama. Saat lembayung senja mulai mengirimkan pasukan merah saganya, mengusir sore hari dengan paksa dan menggantinya dengan malam yang pekat juga dingin yang tak lagi bersahabat.

Tepat tiga tahun lalu, aku sangat menyukai jingga ini, siluet pantai ini, suara ombak ini, gemerisik pasir ini, dan angin sore ini. Lanjutkan membaca “Lupa (Cerpen Fiksi)”