H Minus 3


Aku ingin ke kotamu. Sudah lama sebenarnya, tapi entah mengapa baru bisa terealisasi sekarang.

Entah karena alasan apa.

Mungkin sekedar penasaran, gerangan seperti apakah kota yang melahirkan pemuda yang tidak mau pergi juga dari hatiku?

Kota itu…akan kutelusuri jejaknya satu demi satu.

Aku ingin merasakan aromanya.

Merasakan sejuk angin di pagi hari sambil bersyukur kepada-Nya

Terimakasih Tuhanku Yang Maha Baik, telah pertemukan hamba dengan dirinya meski hanya untuk sesaat saja.

Harapanku…

Mungkin aku akan menemukan bekas dirimu di sana, atau…seseorang yang sepertimu. Atau malah akan bertemu dengan dirimu?

Haha, point yang terakhir ini rasanya tidak mungkin terjadi.

Kenapa tidak mungkin, Cinta?

Karena aku telah merencanakan ini dari 3 bulan sebelumnya…operasi patah tulangku yang berumur 1 bulan, terpaksa tidak bisa menunda perjalananku karena ini menyangkut ibu. Ya, aku mengajaknya. Nanti aku akan bercerita pada ibu begini…

Ibu, bagaimana menurut ibu, kota ini, indah kan? Bagaimana dengan orang-orangnya? Ramah bukan?

Lalu aku akan menceritakan secara implisit…

Pujaan hatinya Cinta, berasal dari sini bu, itu kenapa Cinta penasaran dengan kota ini.

Lalu, bagaimana jika masih ada kemungkinan itu, Cinta, kau bertemu dengannya di sana?

Kan, sudah kubilang, tidak mungkin!

Dia di mana, aku di mana?

Please jangan ganggu aku dengan pertanyaan konyol seperti ini, mengerti?!

Tidak mungkin tidak mungkin tidak mungkin! Nonsense rasanya!

Tapi…

Kalau itu benar terjadi, berarti ini semua kuasa Tuhan, sekali lagi ia akan menjungkir-balikkan hatiku sedemikian hebatnya. Rasanya tidak adil jika ini terjadi…bagaimana mungkin, Tuhan yang ingin aku melupakannya, Dia akan mencobaku dengan cara yang sama?

H Minus 3

Aku akan kesana, mencari ketenangan…mencari bekas-bekasmu yang aku harap akan ada di diri orang yang berbeda.

Tried to love another you, dear Cony.

Could I?


Bagaimana dengan mas Dosen-mu yang baru itu, Cinta?

baik-baik saja koq, cuma titip salam saja buat ibu.

Owh ya, aku perlu bilang lagi, dia punya satu lagi pekerjaan yang sama denganmu, dear Cony, hanya di bidang yang berbeda…bidangnya Construction…bidangmu, yah, kau tahu sendiri lah. Tak perlu dibahas lagi. Bagaimana pula ada kebetulan seperti ini?

Ah, Allah memang Maha Hebat, caranya merancang takdir di luar kuasa manusia.

Akhirnya, aku harus mengakhiri coretan ini.

Kenapa Cinta?

Ya karena lapar, Cinta lapar belum makan siang, ada yang mau traktir Cinta? 😎

Iklan

9 thoughts on “H Minus 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s