Ajaib Memang, Apalagi Jika Kita Selalu Mempercayai Keajaiban-Nya


Subhanallah walhamdulillah wa laailaahaillallah wallahu akbar…

Ajaib memang, sesuatu yang kadang di luar dugaan tapi itu benar terjadi! Dan aku bahagia, lagi lagi Dia menunjukkan ke-Maha Kuasa-annya.

Aku, Cinta, orang biasa, sangat biasa malah. Masih suka cemas, kadang juga mengeluh, tapi bukan karena sakit, sungguh bukan, tapi lebih kepada…karena aku masih bernafas, masih bisa melakukan hal yang ingin dilakukan namun tak bisa kulakukan dengan alasan harus beristirahat, kurasa itu menyebalkan!

Dulu, aku masih ragu saat mengatakan, “I like being busy”…tapi sekarang, aku benar-benar ingin mengatakannya.

Aku ingin sibuk lagi, aku ingin bekerja lagi, ingin berkumpul lagi dengan para sahabat, menyusuri jalan Botanical Garden – Jababeka Golf setiap minggu pagi, bertemu dengan orang-orang baru, bercengkerama dengan mereka, subhanallah, itu benar-benar hal yang menyenangkan!

Aku ingin juga memulai lagi jadwal rutinku, 3-4 kali nge-gym dalam satu minggu, rindu Tuty, Christin, Vega, mba Sexy yang lupa namanya yang suka banget ber-treadmill ria (kadangkala sampai instrukturnya bilang “stop”, mba ini nggak mau stop, semangatnya luar biasa)

Aku rindu Kha, sahabat kuliahku yang semangat sekali mengajakku ber-wisata museum seantero Jakarta, “wisata museum adalah wisata yang murah meriah di-ongkos namun kaya di wawasan” dengan semburat mata berkilatan ia mengatakan ini padaku, lalu tanpa berpikir panjang, di dua menit itu aku meng-iya-kan ajakan si cantik bertubuh tinggi ini. Baru dua tempat, namun apa daya, tubuh ini memaksaku beristirahat.

Aku rindu rekan-rekan kerjaku, aku, satu-satunya cewek Accounting dan HRD-GA yang sering mereka (karyawan) panggil “umi” gara-gara gurauan salah satu dari mereka, kemudian aku ikut menjawab dengan “abi” seterusnya jadilah aku “umi” di kantor karena yang lain mengikuti panggilan itu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, aku kadang merindukan keluhan karyawan, rindu memberi nasehat sebisanya, aku rindu dengan kata-kataku sendiri, “bismillah, insya Allah yang aku katakan tidak memihak, aku akan membela kebenaran sebisaku.” hal inilah yang kadang membuat atasanku jengkel, kenapa tidak membela perusahaan saja? Mungkin begitu pikir beliau. Entahlah, aku hanya mengingat pesan ayah, “ingatlah kata-kata ayah ini, Cinta, di manapun, Allah selalu melihat kita nak, takutlah akan itu!”…ayah, biasanya aku selalu ingat kata-kata ini, namun belakangan aku sedikit lupa, mungkin karena itu bahu kiriku dipatahkan, aku menyesal, dan kini aku mengerti, astaghfirullah 😭😭😭 semoga Allah masih memaafkan segala salah dan khilafku, dan semoga aku tidak akan pernah mengulanginya, aamiin.

Tapi..

Apa daya, Cinta harus libur dari kegiatan menyenangkan itu memang, hampir sebulan ini, untunglah ada si kembar yang selalu membuatku tersenyum setiap pagi. Ada tepukan pundak dan pelukan hangat dari keluarga yang bilang, “jangan cemaskan hal lain, materi itu bisa dicari, tapi kesehatan itu yang utama”.

Tetap saja aku, Cinta, masih tidak bisa berpikir jernih, ruwet kayak benang kusut sambil bergumam sebisanya, “Ya Allah, mudahkanlah, apa yang menurut pikiran hamba-Mu ini sulit, mudahkanlah, mudahkanlah aamiin”

Lalu, tadi pagi, setelah telepon pak Ricky, dosen pengganti Dictation, untuk ikut ujian susulan, ternyata dimudahkan. Awalnya sih, aku ditanya detail, kenapa sekarang, hari Minggu baru telepon, aku jelaskan kalau dari hari Rabu sampai hari Jumat aku di RS, lalu, hari Sabtu, istirahat di rumah, baru hari Minggu sempat telepon. Alhamdulillah beliau mengerti, aku harus mengerjakan tugas dalam waktu 24 jam dan diemail ulang ke beliau. Beliau juga mendoakan atas kesembuhanku, terimakasih pak dosen yang baik hati, semoga Allah juga selalu memudahkan dalam setiap sulitmu, pak Dosen, aamiin.

Lagi, ajaib lagi karena :

1. Sahabat Cinta, Memel, bersedia membayarkan uang SPP dan modul, jadi aku tak harus antri di bank M*****i karena sudah pasti aku belum bisa berdiri untuk waktu yang lama, setiap ada tugas, aku selalu nitip ke dia, dan dia nggak pernah keberatan.  Makasih Memel sayang, semoga Allah memudahkan setiap langkahmu, cantik.

2. Kha, yang tanpa disuruh sudah mengambilkan kartu ujian, yang memberi info ke pak Ricky kalau aku kecelakaan, surat ijin tidak masuk, surat dokter, bukti foto rongten, semua harus diberikan ke Kha, nanti Kha yang urus semuanya, dan ternyata benar, si Kha yang amanah membuat ujian susulan Dictation-ku dipermudah, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan Kha sayang.

3. Fifi, yang selalu siap siaga untuk fotoin catatan apa saja sepanjang kuliah, hingga memudahkanku belajar, aku yakin, Allah pasti juga akan siap membantumu sayang, aaamiin insya Allah.

4. Dena, Dina yang beberapa kali Cinta nitip tugas-tugas kuliah via email, makasih ya sayang, semoga kelak Cinta bisa membalasnya, dan semoga Allah membalas kebaikan kalian, aamiin aamiin Ya Robb. 😍

5. Tuty, yang bolak-balik ke rumahku, bawa makanan apapun yang kumau, bawain kerudung instan biar mudah untuk kupakai katanya. Kalau aku kesulitan ganti baju, dengan sigap ia masuk ke kamarku lalu bilang, “koq diem aja, lama banget dari tadi ganti baju, kalau nggak bisa itu bilang, aku kan nggak bisa dengar hatimu ngomong apa, aku bisa bantu pakaiin baju, nggak usah malu, sama sama cewek ini” aku cuma diem aja sambil ngeless “bisa koq, cuma agak lama saja, nanti juga terbiasa” tanpa sadar mataku meleleh, biasanya kalau udah gini, cepat-cepat aku seka, lalu tersenyum lagi, lebih lebar tentu dan bilang, “yakin kamu nggak nafsu sama aku? Aku kan sexy haha”…Dasaaaarrrrr, katanya lagi sambil ngakak. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

6. Santi, sahabat dari SMU yang rela berhujan-hujanan, dari Tangerang ke Cikarang hanya untuk menjengukku, padahal ibunya sedang sakit, “maaf nggak bisa nginep, ibuku sakit, kamu habis kecelakaan, masa aku nggak datang, piye jal?” katanya. Ibu consultan IT yang baik hati, terimakasih, kamu selalu jadi cewek idaman para lelaki bagiku. Masih kuingat ketika kamu curhat “nggak jadi ah sama dia, lah wong diajak ngasar udah jam 4 sore, malah milih makan, ampun deh!” aku cuma diem aja, sambil ngebatin…”duuuuh, aku aja kadang masih ngasar lebih dari jam 4 sore koq, coba kalau dirimu di sini waktu itu, udah diceramahin habis-habisan pasti.” πŸ˜†πŸ˜πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜¬

7. Doa, support, chatt dari serius, sedih sampai ngelucu untuk menghiburku, sungguh kalian memang sahabat yang tiada duanya. I am feeling blue, aku jadi terharu biru 😭😭😭

8. Ujian Pengantar Statistik open book, alhamdulillah, mungkin susah, tapi kan nggak berat belajarnya.

8. Ujian Structure 4 cuma disuruh belajar sampai chapter 5 dari 11 chapter, WOW, Allah Maha Baik 😍😍😍

Hmmm, mungkin ini bisa dibilang hikmah dari ujian. Semoga tulisan ini tidak akan membuat si pemilik blog menjadi besar kepala, aku hanya ingin berbagi tentang kebaikan dan keajaiban Allah Yang Maha Baik padaku, setelahnya, semoga aku yang dhoif ini bisa semakin mencintai-Nya, Dia yang tak pernah pelit rahmat, karunia, dan limpahan hikmah.

Lalu, kawan, maukah berbagi denganku di kolom komentar tentang betapa ajaibnya Dia, bersamaku? Aku sangat menantikannya, semoga setelah ini, kita semakin mencintai-Nya, aamiin aamiin Ya Robb.

\^__^/

Salam,

Cinta Nungky Lestari

Iklan

8 thoughts on “Ajaib Memang, Apalagi Jika Kita Selalu Mempercayai Keajaiban-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s