Perihal Cobaan


Belasan abad silam, dunia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yatim yang mampu menoreh prestasi tak terkira. Baru meninggalkan usia balita, ia sudah menjadi piatu. Lengkap sudah hidup tanpa ayah-ibu di usia yang sangat muda. Tapi ia bukan anak manja. Usia 12 tahun, ia sudah memegang unit usaha Internasional Abu Thalib sampai ke Syam dan berhasil menjadi penjual sukses berkat kejujuran yang dipegangnya. Usia 20 tahun, ia dipercaya memegang bisnis besar yang diinvestasikan Khadijah.

Tak lama setelahnya, beliau membuktikan diri menjadi panglima dan administrator militer yang tak ada duanya. Sepuluh tahun di Madinah, 300 detasemen beliau pimpin dengan luar biasa. Dua imperium besar saat itu, Persia dan Romawi, terpaksa mengakui keagungannya. Dan dunia pun mengenal dengan baik nama agung itu.

Dialah junjungan kita, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Di belahan bumi yang lain, pada waktu dan era yang lain, ada seorang lelaki berkulit hitam yang berani mengambil resiko menentang politik Apharteid yang diterapkan oleh penguasa kulit putih di Afrika Selatan. Dan karena keberaniannya itu, ia harus mendekam selama 27 tahun dipenjara pulau Robben. Namun ketika ia dibebaskan dan kekuasaan ada di tangannya, yang pertama kali dilakukannya adalah memaafkan lawan politiknya.

“kalau saya melakukan hal yang sama sebagaimana mereka pernah lakukan kepada saya, maka itu tidak ada bedanya antara saya dengan mereka.” – dalam bukunya : Playing the Enemy : Nelson Mandela and the Game that Changed a Nation –

Lalu, tahukah kamu, apa itu Rachel Corrie?

Itu adalah nama sebuah kapal pengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Ternyata nama itu adalah nama seorang gadis muda yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Setelah lulus SMA, Corrie melanjutkan studinya ke The Evergreen Stage College. Di sinilah Corrie bergabung dengan International Solidarity Movement (ISM) yang bertujuan menekan Israel dan tentaranya supaya menghentikan penjajahan terhadap Palestina. Corrie berangkat ke Raffah di Jalur Gaza pada tahun 2003 dan mengikuti pelatihan untuk menjalankan aksi damai di sana. Setiap hari ia menyaksikan betapa banyaknya rumah warga Palestina yang dihancurkan dan tak jarang aksi pembunuhan warga setempat setiap saat. Hingga suatu hari, Corrie melihat adanya penggusuran paksa yang dilakukan Israel. Saat itu, Corrie spontan berupaya menghentikan upaya penggusuran. Namun bulldozer terus melaju tanpa henti menuju rumah-rumah warga. Corrie berteriak saat itu, namun tak digubris, Bulldozer tetap terus melaju, hingga perempuan muda asal Washington itu pun pasang badan. Upaya yang harus dibayar dengan sangat mahal, Bulldozer Israel kemudian menabrak dan melindasnya berulangkali.

“We have got to understand that the poor are all around us and we are ignoring them. We have got to understand that these deaths are preventable. We have got to understand that they are us. We are them.” – Rachel Corrie

*aku sungguh dibuat haru dan menangis atas perjuangan mereka melawan cobaan.

Dan ini kisah yang terakhir,

Tahukah kamu, untuk menjadi Rajawali, sang Elang harus menderita selama 150 hari?

Sang Elang setelah mencapai usia 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya sendiri. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya tumbuh lebat dan tebal sehingga sangat sulit bagi sang Elang untuk terbang.

Saat itu, guys, elang punya dua pilihan :

1. Pasrah dengan keadaan

2. Berjuang melalui suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan selama 150 hari.

Dan sang Elang menjatuhkan pilihannya pada nomor 2. Proses transformasi yang sangat sangat sangat dan sangat menyakitkan.

Bagaimana tidak?

Sang Elang harus berusaha terbang ke atas puncak gunung. Di sana ia membuat sarang di tepi jurang, lalu menetap dan tinggal di sana selama proses transformasi.

Pertama, sang Elang harus mematukkan paruhnya pada batang karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya. Ia kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia pun mencabut satu per satu cakarnya. Dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Sebuah proses yang panjang dan sangat menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu sang Elang yang baru sudah tumbuh. Kini, sang Elang sudah mulai bisa terbang kembali. Dengan paruh, sayap, dan cakar yang baru, sang Elang mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi. Ia kini dikenal sebagai burung Rajawali.

Semua kisah di atas adalah beberapa kisah inspiratif perihal cobaan yang Cinta capture selama sepekan ini. Ya, membaca buku saat ini terasa sangat lama. Harap maklum, dudukku saat ini hanya bertahan selama beberapa menit saja, setelahnya aku harus kembali rebahan.

Dan ini cover dari buku indah, ispiratif, dan menggugah jiwa itu :

Lalu, bagaimana dengan dirimu-sendiri Cinta?

Apakah kau sedang dicoba?

Seberapa beratkah cobaanmu dibanding kisah-kisah itu?

Pertanyaan terakhir yang muncul ketika aku selesai membaca.

Dan aku bisa menjawabnya kini dengan lantang!

Tidak, tidak berat sama sekali, sungguh cobaan ini tidak ada apa-apanya.

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Dan guys,

“Di manapun kalian berada, apapun yang kalian rasakan saat ini bertahanlah, karena tak ada kata lain dari cobaan selain MENGUATKAN”

Atau, kalau kau saat ini merasa sendiri, maka,

“Sendiri tak harus takut, sendiri tak harus kehilangan akal, karena sendiri adalah bentuk kebebasan. Kebebasan berpikir, bertindak, serta merenungkan segalanya secara dewasa.”

Salam,

Cinta Nungky Lestari

Iklan

17 thoughts on “Perihal Cobaan

      1. Nggeh Jawi, serba “s” meski kdg hrs diganti biar enak bacanya : sopan, soleh, sampan ( s ganti t), sapan ( s ganti m), syang, sinta ( s ganti c), smart, senulis ( s ganti p) *haha maksa bngt ya 😅

        Aamiin aamiin aamiin, mnta doanya Kang Nur 😊

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s