Bercermin


Pict by Google

Jam segini masih dibangunkan oleh rasa yang sama, “ngilu” beberapa hari ini semakin menguatkan dirinya saja. Yowes, it’s OK lah, ada baiknya juga kamu nongkrong di tubuh Cinta.

Kenapa?

Sebagai pengingat bahwa Cinta ini manusia biasa, yang nggak boleh sombong sedikitpun. Masih bisa sakit kan? Masih bisa ngilu dan nyeri kan? Terus apa yang mau disombongkan?

Jadi ingat syair indah milik pemuda yang lahir di abad ke 18, tepatnya 06 Januari 1883 di kota Lebanon, begini bunyi syairnya :

Mengapa menangis, Jiwaku?
Kaudapatikah kelemahanku?
Air matamu pedih melukai hati,
Sebab kesalahan tidak kusadari.
Sampai kapan engkau meratapi diri?
Selain kata-kata tiada yang kumiliki,
Hasrat keinginanmu, atau petunjukmu.

Pandangi aku, Jiwaku;
Seluruh hidupku tercurah ajaranmu
Betapa pahit deritaku
Mengikuti liku-liku langkahmu.

Hatiku semula megah bersemayam di singgasana.
Tetapi kini meringkuk sebagai hamba sahaya;
Kesadaranku pernah menjadi sahabat setia,
Sekarang berbalik memusuhi beta;
Keremajaanku dahulu harapanku
Tetapi sekarang mengecam kekuranganku.

Mengapa, Jiwaku, begitu banyak tuntutanmu?
Dan kusingkiri kesenangan duniawi,
Dalam mengikuti petunjuk arah.
Yang kaumestikan keturuti.
Cobalah adil padaku, atau panggil Maut,
Tuk membebaskanku.
Sebab Keadilan itu mahkotamu.

Ampun, Jiwaku, ampuni aku!
Telah kauliputi aku dengan Cinta-kasihmu
Hingga tak kuat lagi aku mendukungnya
Kau dan Cinta-kasih tak terpisahkan dalam daya,
Hati dan diriku tak terpisahkan dalam kelemahan
Kapan berakhirnya pergulatan
Antara kekuatan dan kelemahan?

Ampun, Jiwaku, Ampuniku!
T’lah kautunjukkan Kebahagiaan yang berada
Di luar jarak jangkauanku, Kau dan Bahagia tinggal di puncak gunung yang menjulang;
Sedangkan sengsara dan diriku tergeletak bersama di dasar jurang.

Kapankah bertemu puncak gunung
Dengan dasar lembah dalam?

Ampuni aku Jiwaku, ampun.
T’lah kauperlihatkan padaku Keindahan, tetapi segera kausembunyikan kembali, Kau dan Keindahan hidup dalam cahaya; Kebodohan dan aku terbelenggu bersama dalam kegelapan nyata.
Kapankah tertembus kegelapan
Oleh cemerlang cahaya?

Kegemilanganmu akan tiba bersama Akhirat nanti,
Dan kini kau mengungkapkannya sebagai pendahuluan; tetapi raga ini menderita bersama kehidupan,
Selama berada dalam ruang kehidupan
Inilah, Jiwaku, yang tidak kufahami.

Engkau bergegas terbang menuju alam Keabadian,
Tetapi raga ini hanya merangkak perlahan-lahan;
Ke arah kehancuran. Engkau tidak dapat menunggu
Sedangkan raga tidak dapat dipacu!
Inilah Jiwaku, tanggungan batinku.

Engkau begitu kaya dalam ilmu dan kebijakan
Tetapi raga ini lamban meraih pemahaman.
Engkau tidak menanggung kompromi,
Sedangkan raga tidak mau mengerti,
Inilah, Jiwaku, derita batinku.

Di kesunyian malam engkau mengunjungiΒ Sang Kekasih, dan menikmati puncak-puncak kebagiaan kebersamaan,
Sedangkan raga ini tertinggal belaka.
Terpanggang benturan dera antara harapan dan perpisahan
Inilah, Jiwaku, ujung siksaan batinku;
Ampuni aku, jiwaku, ampun!

(dari: Lagu Gelombang)

Udah tahu kan, siapa pemuda yang Cinta maksud di atas?

Yups nggak lain nggak bukan adalah kakak laki-laki Cinta, mas Kahlil Gibran *ngaku-ngaku dikit boleh lah, siapa tahu kecipratan pinternya bikin diksi kalimat yang indah haha πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜…

Terus Cinta juga inget kakak laki-laki Cinta yang satunya lagi bilang gini :

“Sungguh, setiap manusia senantiasa memiliki kekurangan dan kelebihan. Dan cintalah yang akan menyatukan manusia, sehingga kekurangan satu orang akan ditutupi dengan kelebihan yang lain.”

  • Pak Ahmad Rifa’i Rif’an

(jangan bosen ya guys, Cinta sering banget masukin petuah-petuah beliau, habis gimana ya? Ngena sih, ngena versus dalam, jadi susah dilupain 😍😍😍)

Nggak usah deh ngolok-olok orang lain karena suka ngebut di jalan raya. Kenapa nggak didayagunakan saja untuk menjemput penceramah / pemateri agar sampai tepat waktu?

Sssssttttt! Masih suka menggunjing sahabat / teman yang pelit atau hati-hati soal uang? Kenapa tidak dimanfaatkan saja sebagai pemegang dana di dalam suatu organisasi yang bijak?

Atau, kamu punya sahabat yang dijuluki “si pemimpi kosong?” Daripada ikut-ikutan menjulukinya, mending digunakan sebagai penyusun misi-misi dan target organisasi yang tinggi.

Lalu, terakhir, Cinta mengutip kata-kata sendiri di FB 03 November 2013 lalu :

Setiap hari selalu ada yang membutuhkan doa-doa kita. Dan saya percaya kebaikan lain telah menanti kita yang senang mendoakan orang lain.

“…… Di atas orang yang berdoa ada malaikat yang mewakili, setiap seorang muslim mendoakan saudaranya pada kebaikan, maka malaikat yang mewakili itu berkata: ‘juga untukmu seumpamanya’ ” (HR. Muslim)

  • Status Serius

Mencintai orang yang sudah punya pacar dan mau menikah itu hukumnya bagaimana ya?

Ya nggak apa-apa lah, orang mau nikahnya sama kita koq! Haha, just joke :p

  • Status Guyonan πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜…

Dan ini, status FB di tahun 2014 pada tanggal yang sama :

Sibuk itu hanya sebuah kosakata yang tidak bermakna, karena pada saat kita sudah merasa seperti itu, maka kemungkinan pikiran-pikiran yang negatif dengan mudah muncul.

Maka katakanlah,

” tidak, hari ini aku sama sekali tidak sibuk! Ini hanya masalah me-manage waktu saja.

Bukankah aku suka buku, aku suka membaca? Maka aku anggap membaca mata pelajaran kuliah sama dengan membaca buku motivasi lain, tentu, kenapa tidak? Bukankah sama-sama akan memperoleh ilmu?

Bukankah aku suka juga menulis? Lalu kenapa tidak kuanggap saja tugas kantor itu seperti sebuah cerita dengan detail dan analisa yang lebih teliti?

Dan juga, aku bisa menghadiahi diri-sendiri ketika selesai mengerjakan semua tugas dengan ice cream, atau cokelat yang langsung melumerkan mulutku dengan manis dan lembut rasanya di lidahku?

Hmmm,

bukankah hidup ini tetap menyenangkan? Dan kamu masih tetap bisa menikmatinya sampai usiamu berapapun, semangat muda itu pasti akan ada dalam dirimu!

Am I right?!

πŸ˜€

#VersiCoratdanCoretbuatDiriSendiri


Jadi apasih intinya postingan kali ini, Cinta?

Mmm, cuma mau merenung saja sebentar. Cinta sekarang masuk kelompok yang mana? Sudah baikkah? Majukah dalam sikap dan perilaku? Berapa prosentase kemajuanmu? Atau hanya stagnan saja, segitu saja, nggak maju-maju kayak keong yang lamaaaaa banget jalannya. Atau malah mundur,Β Cinta? Kamu mundurnya kejauhan malah, jauh jauh jauuuuh sekali dan kamu harus punya jurus jitu agar bisa mengejarnya lagi. Kejar lagi Cinta, ayo kejar lagi, kejar dirimu-sendiri! Jadilah lebih baik lagi, ayo ayo ayooooo *ngomong depan cermin.


Hoaaaammm  😴, alhamdulillah, 3 jam nggak bisa tidur, udah dikaruniai ngantuk lagi, hihi syukurlah.

Udah ya guys, Cinta mau bobo manis lagi.

Good night all,

^___^7

Cinta Nungky Lestari


Iklan

2 thoughts on “Bercermin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s