Beyond me


pict by Google

Beberapa saat lalu,

Aku hampir kehilangan sayap-sayapku.

Aku yang terbiasa bebas terbang kemanapun dengan semua hal yang kusuka,

Aku yang tak bisa dipaksa,

Aku yang keras kepala,

Aku yang tak mau diam dari mengganggumu,

Karena aku suka, karena aku tahu kau juga suka, aku tahu masih ada rasa itu pada dirimu…meski tanpa kau bilang, meski tanpa kau perlu mengucap satu patah katapun aku tahu!

Aku tahu,

Aku tahu,

Aku tahu sekali,

Berat bagimu melupakanku,

Sama beratnya dengan hatiku yang tercabik…hatiku yang terluka namun tak bisa membenci, semakin kau lukai, semakin aku menyayangi.

Kau tahu,

Setiap rintik hujan yang berjatuhan itu kini mulai menghianatiku.

Biasanya ia tak pernah membuatku sakit, biasanya ia melegakan, mendinginkan bara api di hatiku walau aku berlama-lama menikmati sejuk di bawah rintiknya…tapi kenapa, akhir-akhir ini aku sering sakit karena hujan?

Percayakah kau saat aku bilang, kau adalah semangat hidupku?

Ini bukan kisah Broken Wings, dengan Selma Karamy yang menyerah kalah pada keputusan Farris Effendy, sang ayah yang menjodohkannya dengan seseorang yang tidak disukainya. Bukan tentang Gibran yang meratapi setiap hari di balik senyum pedihnya karena kehilangan wajah bulan sempurna yang mewarnai mimpi di tiap malam pemuda puitis itu.

Ini murni tentang aku.

Aku yang bersifat “api” yang jika kau panaskan lagi, jika kau tambahkan api akan semakin panas, akan semakin sulit untuk kau atur dan menurut.

Berapa kalipun kau patahkan sayap-sayap cintaku, dalam hitungan detik ke jam ia akan bangkit dan membentuk sayap-sayap baru yang lebih kuat dan sempurna. Aku tidak akan kehilangan akal menemukan kembali ide baru untuk bersamamu dan akhirnya kau menyerah.

Kau harus menjadi “air” dulu untuk bisa menenangkanku, untuk mendapatkan semua kepatuhanku.

Lembutlah padaku, aku akan jadi sangat penurut, sangat-sangat penurut untukmu.

Mencintai dan menyayangi ternyata menyakitkan sampai sayap-sayapku patah berkali-kali. Tapi untukmu aku rela, aku dapat membentuk sayap baruku dengan segera jika itu untukmu sayang.

Aku butuh jeda,

Aku butuh ruang,

Aku butuh waktu untuk melupakanmu.

Aku mohon, berhentilah mematahkan sayap-sayapku, kau tidak akan berhasil selama kau juga punya perasaan yang sama untukku.

Biarlah jeda ini memanjang, menghari, membulan, menahun, mengabad,

Aku akan memberi ruang untukmu juga.

Entah jika suatu saat kita akan berakhir, merubah hubungan menjadi adik-kakak, atau saling tak peduli lagi…aku menyerahkan semua pada Robb-ku.

Semoga dalam jeda ini ada rindu yang kembali mengusikmu, menyapamu, rindu yang benar-benar tulus untuk satu kata “sayang”. Ya, aku lebih menyukai kata itu. Karena aku tahu, kau tidak akan melukai orang yang kau sayang, bukan?

Tuhan,

Aku memasrahkan semua pada-Mu. Tolong jaga dia untukku. Karena dia adalah wujud hujan terindah yang kutemui sepanjang tahun ini.

Dan,

Untuk suamiku kelak, di manapun engkau berada kini, maafkan…mohon maafkan Cinta yang telah mencintai orang lain (jika itu bukan dirimu). Mohon maafkan hatiku yang sudah tidak suci lagi karena pernah mencintai seseorang begitu dalam…

Maaf

Maaf

Maaf

Maaf

Maafkan aku.

Iklan

20 thoughts on “Beyond me

    1. Hah brrt Cinta kekinian dunk. šŸ˜Š

      Ga nyangka kl ptah hti bs jd kekinian mas.

      Aamiin smga ya mas. Skr ini mau fokus kul aja dulu mas. Kapok Cinta mah, kapok jatuh cinta. šŸ˜‘

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s