Kusut!

Siang ini,

Pikiranku tidak sinkron lagi,

Aku jadi anak kecil lagi,

Lagi-lagi bulir-bulir ini mengkhianatiku,

Dengan derasnya ia keluar…padahal aku sudah mencoba menekannya.

Lagi-lagi aku melihatmu, mengotak-atik ponselku yang penuh dengan fotomu.

Ah, derasnya hujan di luar sana…tak kalah deras dengan hujan bulir-ku.

Hujan,

Saat ini aku sedang hujan

Seperti di luar sana, hujannya semakin deras.

“Hey, Cinta Cinta Cinta, wake up! Kau bilang aku kekuatanmu?

Kau bilang kau menyukaiku?

Aku sudah turun untukmu.

Ya, aku, hujanmu! Percayalah aku takkan mengkhianatimu seperti yang lain, kau masih bisa memilikiku selamanya! Aku janjikan itu, sungguh janjiku takkan pernah dusta, karena aku murni, aku tulus, tanpa noda, tqnpa kepalsuan, aku cintamu, aku selembut tangan ibumu, aku kerinduan, aku kesejukan, aku sesuatu yang bisa membuat senyum itu kembali di hidupmu! Seperti persangkaanmu padaku selalu, seperti itulah aku. Jadi, pilihlah aku Cinta, aku cintamu! Aku hujanmu!”

Kubayangkan hujan deras ini bersemangat sekali menghiburku.

Ah, hujan…

Tak perlu kau katakan apapun padaku. Kau cukup diam saja, aku sudah senang.

Terimakasih, karena selalu ada di sini.

Di saat aku sedang merasa kusut dan terpuruk.

Aku butuh waktu…aku janji, hanya sebentar…dan aku akan pulih lagi hujanku.

Hujanku, aku sungguh menyayangimu.

Terimakasih,

Semoga kelak aku bisa sepertimu. Aamiin.

http://www.smule.com/p/857173804_640916660