Kotak Pandora (Part 2)


Chapter 2 : Sejujurnya aku (Doa-Sombong-Pekerjaan-Cinta)

Ini episode kedua dari sebuah perjalanan hidup seorang Cinta, Cinta Nungky Lestari. Setelah di episode sebelumnya, Cinta bercerita tentang ayah, kali ini Cinta ingin mengupas tentang sedikit masa lalu Cinta, masa lalu yang mungkin akan membuat pembaca sedikit sinis, marah, mengerutkan kening, atau tidak sependapat mungkin, bahkan mungkin kecewa dengan Cinta…dan jika itu terjadi, mohon maafkan. Tapi, over all, sebenarnya Cinta hanya ingin belajar kembali dari masa lalu, meninggalkan apa yang buruk dan membuangnya di belakang tanpa menoleh lagi, lalu mengambil apa yang baik, mengoptimalkan lagi, mengaktualisasikan lagi semoga menjadi lebih baik. Syukur-syukur ada sedikit ibrah yang bisa diambil. Aamiin.

 

Cinta dan Doa

Dulu, sekian tahun lalu, Cinta pernah menonton sebuah film lewat televisi di rumah Cinta, di Pekalongan yang mungil bersama adik Cinta, judul film-nya “Children of Heaven.”

Adakah yang sudah pernah menontonnya? Oh, I want to know, come on speak up! Rais your hand, please! *__*

Yang sudah pernah menonton film ini pasti setuju kalau film ini WEW OW WEW banget banget banget, bikin haru, bikin baper, bikin sesak nafas, dan bikin nangis bombai pastinya. @__@

Dan, bagi yang belum sempat menontonnya, jangan khawatir guys, di sini Cinta sertakan video dari mbah Youtube :

Maaf tanpa subtitle, yang ada subtitle nya ternyata has been removed, maafkan. Tapi cukup bisa dimengerti koq, karena film ini lebih menggunakan bahasa tubuh daripada sekedar dialog. Happy watching. *__*

Entah kenapa, film ini sangat mempengaruhi jiwa Cinta, malamnya dan malamnya dan malamnya, bermalam malam malam malam dan malam lagi, Cinta berdoa,

Tuhan, jadikanlah kehidupan Cinta penuh cobaan, agar Cinta tahu seperti apa rasanya bahagia, agar Cinta bisa lebih memahami dan menghargai setiap detik nikmat dari Engkau, ya Tuhanku. Begitu pula dengan kisah cintaku. Tuhan, jadikanlah cobaan cintaku tidak mudah, agar hamba bangga jika telah memilikinya, agar ia juga bangga memiliki hamba. Seberapa pun likunya hamba mau bertahan dan hamba ingin keluar sebagai pemenang, aamiin.

Doa yang bodoh ya guys, doa yang bodoh dari si kecil Cinta. Entahlah, saat itu seperti ada bisikan gaib yang membuat Cinta tertantang, Cinta mulai suka tantangan, entah menang atau tidak melawan tantangan itu, Cinta hanya ingin mencoba. Ya, si kecil Cinta saat itu hanya ingin mencoba menantang dirinya sendiri.

Ah, padahal si kecil ini tak tahu-menahu apa yang akan terjadi nanti, kasihan si besar Cinta yang harus menanggungnya, sungguh kasihan! Hiks hiks hiks. 😦 😦 😦

Cinta dan Sombong

Kalau saja Cinta membuat blog ini pada saat Cinta usia SD – SMU, maka halaman about me di blog ini akan menjadi seperti ini :

Cinta…

Adalah gadis yang sombong, gadis yang sedang mencari jati dirinya, ia terlalu asyik dalam dunianya, pujian demi pujian membuatnya besar kepala, sungguh melenakan kesombongan itu, pantaslah jika ia harus hancur, PANTAS!

Dari SD hingga SMU, kesemuanya adalah sekolah negeri. Jaman itu, di Pekalongan, sekolah negeri adalah pilihan terbaik, apalagi SD, SMP, SMU tempat ia belajar adalah sekolah terbaik. Cinta nggak pernah ngerasain nyonyek, Cinta nggak pernah ngerasain bolos, demi belajar, Cinta pun bertekad tidak akan pacaran, karena pacaran hanya mengganggu konsentrasi belajar saja, pikir Cinta waktu itu.

SD, tak ada satupun guru yang tidak mengenalnya, tidak sayang padanya. Hanya kelas 1 pertama masuk, ia rangking 2 dari yang paling akhir, yups 29 dari 30 orang. Tapi setelahnya entah karena dendam atau apa, ia selalu dapat peringkat terbaik.

SMP, hanya sekali peringkatnya turun, dari rangking 2 jadi 9, itu menjadikannya harus pindah ke kelas unggulan kedua, namun ia mencobanya lagi lagi dan lagi, ia tak mau kalah, akhirnya ia jadi peringkat diantara yang terbaik lagi. Ia suka sekali pelajaran Matematika, setiap ada pertanyaan dari guru yang tidak bisa dijawab seisi kelas, maka si guru akan menunjuk Cinta, dan dengan mudah Cinta menyelesaikannya dalam beberapa menit saja dengan rapi tanpa coretan, lalu riuh tepuk tangan guru dan siswa lain pun akan bergema. Nilai raport kebanyakan angka 9, hanya 8 atau 7 di materi Penjaskes saja karena memang fisik Cinta lemah…itulah yang menjadikan Cinta selalu kalah pada seseorang, huffft BETE juga waktu itu. @__@

Tapi…tidak ada yang tak ingin mendekati Cinta, apapun keinginan Cinta dikabulkan, semua orang sayang, entah tulus atau tidak, tapi Cinta merasa sangat bahagia. Ah, Cinta…saat itu Cinta seperti di atas awan, besar kepala, sombong!

SMU, SMU Cinta adalah di Jl. RA. Kartini No. 39, Keputran, Pekalongan – Jawa Tengah 51128 dengan nama SMA Negeri 1 Pekalongan (SMANSA). Itu adalah SMU Negeri favorit, terbaik se-Pekalongan, bahkan pada saat Cinta masuk di SMANSA, peringkat SMANSA berubah menjadi terbaik di Jawa Tengah. Cinta tidak lagi pemilik peringkat terbaik, namun ada di 3 besar. Lagi lagi, Cinta disayang bapak / ibu Guru. Bahkan ada yang saaaaangat familiar dengan nama Cinta meskipun belum hafal wajahnya Cinta. Siapa dia? Bapak Chariri. Guru apa, Cinta? Tentu saja seputar pelajaran yang paling Cinta sukai, apalagi kalau bukan Matematika. Dialog yang hampir sama setiap ada pertanyaan yang ditujukan kepada siswa,

“Mmm, di sini ada kan yang namanya Cinta? Coba, saya ingin sekali Cinta menyelesaikan soal ini, mana yang namanya Cinta? Tunjuk jari dan maju ke depan ya!”

Padahal waktu itu Cinta ada di depan beliau, kursi depan di sebelah tengah adalah favorit Cinta. Cinta pikir itu tempat yang paling strategis untuk memperhatikan dengan teliti setiap materi dari bapak dan ibu guru, dan ini menjadi tempat favorit sampai Cinta kuliah sekarang.

Pada saat di rumah, sepupu Cinta, sebut saja mas I dan mas W. Terkadang main, menanyakan bagaimana peringkat Cinta di kelas, melihat raport Cinta dan berkata,

“Cinta ingin jadi apa?”

“Jadi seperti mas I dan mas W, jadi dokter, hihi.”

“Kenapa, Cinta?”

“Karena dokter itu bisa nyembuhin orang, lewat tangannya yang ajaib, dokter bisa memberi kesempatan hidup lagi, membuat keluarga si sakit juga bahagia, dan pastinya, dokter juga uangnya banyak, bisa jalan-jalan ke Hollywood bareng keluarga kayak mas I, hihi, menyenangkan sekali!”

“Kalau begitu, Cinta harus belajar lagi yang rajin.” kata mas I.

“Kenapa mas, jelek ya nilai Cinta?”

“Karena dulu, kalau mas W, di raport nya itu ada nilai 10 nya, hmmm kalau Cinta cuma angka 9,5 saja jadi kurang!”

“Hadeuh, ya susah dapat nilai itu, @__@”

“Kenapa susah, kan belum dicoba? Dulu mas W aja ada 3 mata pelajaran dengan nilai 10 loh, dan nggak ngerasa susah tuh.”

“Hahhh, kereeeeennnn,” Mataku hampir melotot waktu itu, “iya deh dicoba belajar lagi.”

Mas I : dokter umum S1 lulusan UNDIP, dokter kandungan S2 lulusan UNDIP. Saat ini adalah kepala Rumah Sakit Karyadi Semarang, beliau juga adalah dosen kedokteran di UNDIP, beberapa kali wajah senyumnya terpampang di majalah dan surat kabar.

Mas W : adalah adik mas I, lebih cerdas dari mas W. S1 kedokteran umum UNS, namun ia sebenarnya lebih berhasrat sekolah di ITB, entahlah karena sesuatu yang kutak tahu, ia jadi pindah jalur ke kedokteran juga.

Lalu tibalah saat Cinta lulus SMU, Cinta ikut bimbel di Primagama. kejadian yang sama guys, tentor itu terlalu meng-elu-elukan Cinta, ah, Cinta jadi besar kepala, Cinta jadi sombong lagi! Sombong selangit!

Tibalah saat Cinta ikut UMPTN, dengan pedenya Cinta memilih dua fakultas kedokteran, ah waktu itu Cinta keinget banget pesan tentor Cinta, dengan nilai try-out segini, kamu bisa masuk universitas negeri mana saja yang Cinta inginkan, itu pasti!

Dan guys, bisa tebak nggak apa hasilnya?

Cinta gagal guys.

Tahun depannya dicoba lagi, ikut bimbel lagi di Jogja, disanjung-puji lagi sama bapak / bu tentor, terus gimana hasilnya guys?

Gagal lagi.

Tahun ketiga bagaimana Cinta?

Cinta coba lagi, dan gimana hasilnya? Coba tebaaaakkk?!!!

Dan, eng ing eeeeeennnng, Cinta gagal lagi guys, GATOT!

Masya Allah.

Cinta GATOT jadi dokter di perguruan tinggi negeri, tidak bisa seperti mas I dan mas W idola Cinta.

SUKUR…SUKURIIIIN CINTA, MAKANYA JADI ORANG TUH JANGAN SOMBONG, MAKAN TUH PENYAKIT SOMBONGMU!

Hffffttt, kayaknya waktu itu ada suara yang berteriak-teriak menghina Cinta, menghina dan senang dengan kegagalan Cinta.

Siapa dia, Cinta?

Itu suara hati Cinta, Cinta menyesal. Benar benar menyesal.

Hari-hari setelahnya, Cinta jadi sering menyendiri, tak suka keluar main lagi, lebih suka di kamar. Apalagi kalau ada SMS atau telepon dari teman yang tidak percaya dengan nasib Cinta.

Hah, yang bener? Ah nggak lagi bohong kan? Nggak mungkinlah Cinta nggak lolos, secara…bla bla bla!

Ah, Cinta becandanya keterlaluan, jangan gitu dong, nggak lucu tahu!

Cinta nggak lolos? Ah kupikir saat itu dunia runtuh deh, NGGAK MUNGKIN PAKE BANGET!

Masya Allah, suara suara itu guys, membuat Cinta tambah frustasi. Ibu Cinta kebingungan, sampai beliau menawarkan, Cinta boleh kuliah di mana saja yang Cinta mau, di perguruan tinggi swasta juga boleh loh. Namun pertanyaan itu belum mampu juga menghilangkan ego Cinta,

“Ah, nggak mau! Lulusan SMANSA kul di swasta? Mau ditaruh di mana muka Cinta bu? Nggak ah bu, terimakasih, tapi Cinta nggak mau, Cinta malu nanti kalau ditanyain guru Cinta gimana bu? Cinta nggak bisa melihat muka bapak / bu guru kecewa, itu beban berat buat Cinta.”

“Terus Cinta maunya apa sekarang?”

“Cinta nggak mau kuliah, titik!”

“Yakin?”

“Yakin 100%!” jawabku ketus.

Dan…kehidupan Cinta selanjutnya adalah babak hidup baru tanpa perkuliahan…

Cinta dan Pekerjaan

Akhirnya Cinta bisa move-on juga setelah berkutat pada rasa putus asa. Cinta sadar, mungkin itu buah dari kesombongan hati Cinta, Allah tidak suka itu, dan Cinta mengerti, tidak ada yang perlu disesali, Cinta mau coba lagi jalani hidup Cinta yang sudah Cinta pilih tanpa kuliah. Cinta benar-benar naif waktu itu, maafkan.

Eh tapi naif ini didukung Tuhan loh guys. Dengan cara apa? Dengan cara bagaimana?

Cinta hijrah ke Jakarta mengikuti jejak kakak kandung Cinta, mbak Is namanya, mbak Is ini sudah berkeluarga, jadi Cinta tidak usah nge-kost lagi, bisa mengirit biaya kata ibu. Ada lowongan pekerjaan di perusahaan elektronik, PT. Murramoto Elektronika Indonesia, sebagai operator produksi tentunya, mau bagaimana lagi, Cinta kan hanya lulusan SMU toh, jadi jangan protes!

Okeh, no problemo, ini pilihan Cinta, nggak boleh nyesel dong, Cinta mau coba!

Dari 4000 pelamar. tersaring menjadi 400 orang lalu tersaring lagi menjadi 30 orang, lalu bersisa 10 orang. Dari mana Cinta tahu detail itu? Ya tahulah, orang yang ngomong begitu bagian personalia-nya koq! 😛

Sepuluh orang ini diuji hingga tersaring lagi menjadi 3 besar, di antaranya adalah Cinta. Untuk mengisi lowongan Inventory Control, semacam accounting di area produksi. Ah, ini nggak terduga loh guys, Cinta seneng banget waktu itu. Pasalnya, hanya Cinta yang bisa masuk dengan predikat SMU guys, yang lainnya D3 dan S1. *__* Alhamdulillah, Cinta jadi yakin, nggak kuliah juga nggak apa-apa, yang penting pakai aja otaknya. 🙂

Satu tahun yang menyenangkan, supervisor Cinta, waktu itu yang terkenal dengan sebutan macan-nya Muramotto, karena saking galaknya, tapi beliau itu sayang banget sama Cinta. Cinta tahu, Cinta bisa merasakan dari tatapan sayangnya, dan benar, beliau menjanjikan perpanjangan kontrak sampai 3 tahun asalkan Cinta menjaga sikap dan semakin baik kinerjanya ^__^. Namun, lagi lagi Cinta mau bilang, dunia pekerjaan itu dunia yang mengerikan, ada yang menfitnah Cinta waktu itu (Maaf ranah ini terlalu pribadi untuk dijelaskan, so, Cinta skip aja), Cinta nggak jadi diperpanjang. Cinta menganggur, balik lagi ke Pekalongan.

Apa saja yang dilakukan Cinta di kampung?

Cinta tidak suka berdiam diri tanpa pekerjaan, itu membosankan! So, Cinta coba semuanya, semua pekerjaan, asalkan halal, asalkan bisa menghasilkan uang, kenapa harus malu, kenapa harus gengsi?

Dari membatik, ikut jadi karyawan part time kakak kandung tertua Cinta, mbak Ita : mewarnai dekorasi kayu berukiran dengan warna emas, belajar merias wajah domas (pendamping pengantin pria atau wanita dari anak kecil, dewasa, sampai orang tua), merangkai bunga melati untuk hiasan ijab-qobul pria dan wanita, sering ikut acara lomba nyanyi di stasiun radio FM, di mall-mall di Pekalongan meski nggak menang, hihi. Apa saja Cinta coba, Cinta hanya tidak ingin mengeluh atas konsekuensi Cinta nggak kuliah.

Mungkin Allah kasihan sama Cinta. Alhamdulillah, selang 2 tahun, Cinta dapat pekerjaan lagi di Cikarang, dan pekerjaan itulah yang menghubungkan Cinta dengan pekerjaan Cinta sekarang.

Cinta dan Cinta

Guys, Cinta dapat pekerjaan lagi, senangnyaaaa! :D. Perusahaan lokal, masih UKM di bidang Manufaktur milik 3 orang cowok keren asal Kebumen lulusan ITB dan UGM. Mereka banyak mengajari Cinta, ternyata nggak seperti yang orang sangka, bekerja dengan orang lokal akan digaji sedikit, itu anggapan salah menurut Cinta. Memang pertamanya sedikit, namun berusahalah, keluarkan kemampuan, optimalkan, dan biarkan mereka menilaimu, me-review-mu kembali. Banyak ilmu yang Cinta dapat dari beliau-beliau ini. Guru keren, cakep, sayangnya udah nikah semua hiks, nggak apa-apa deh kan yang penting ilmunya nyangkut-nyangkut dikit ya toh? *__*

Bangga memiliki mereka, mereka tidak pelit ilmu, syukurlah. Cinta selalu awali pertanyaan dengan berkata begini,

“Mmmm, anu, maaf pak, kalau Cinta nanya-nanya banyak boleh nggak pak? Keberatan nggak pak?”

“Silakan, selagi saya bisa, saya jawab, tapi jangan lupa siapkan buku dan pulpen ya, saya tidak suka mengulang jawaban yang sama.”

“Okeh pak, siap, terimakasih!”

Allah Maha Baik, lagi-lagi Cinta dipertemukan dengan gudang ilmu, terimakasih.

Sekeren apa sih mereka?

Percaya nggak percaya guys, 1 orang mirip Ari Wibowo, 1 orang mirip Ahmad Dhani, dan satu orang nggak mirip siapa-siapa cuma terlihat saaaangat alim dan sangat berwibawa, bangga deh pokoknya memiliki beliau beliau ini. Bukti otentiknya adalah, setiap kali Cinta ke bank bareng salah tiga dari mereka, maka mbak-mbak teller yang belum nikah ni biasanya nanya,”hei, Cinta, itu siapa ya? Cakep banget, boleh nggak minta nopenya?”

“Lalu Cinta jawab dengan tenang, maaf nggak boleh, udah menikah mbak tiga tiganya dan udah punya anak semua, dilarang suka sama bos Cinta, weeekkkks!” Lalu mbak mbak teller biasanya cuma senyum senyum malu gitu deh, hihi, koplak! 😀 😀 😀

Allah Maha Baik, makanya Dia memberi cobaan.

Dalam sebuah acara yang tak disangka, Cinta dipertemukan dengan teman SMP.

Teman SMP yang mana Cinta?

Itu loh, teman SMP yang nggak bisa Cinta kalahin rangkingnya gara-gara Cinta selalu jeblok di pelajaran Penjaskes. Singkat kata, kita jadi akrab lagi. Dia ternyata lulusan Teknik Mesin UNDIP dengan beasiswa berprestasi. Ya, dia memang pintar dan cerdas, Cinta akui. Mukanya sih biasa aja *duuuh, Cinta kalau ngomong blak-blakan yah? *__* Tapi guys, jangan salah, bagi Cinta, orang cerdas itu satu level lebih tinggi dari orang cakep, bisa mengalahkan orang cakep, dan si teman SMP ini bagi Cinta cuakeeeeeeepnyaaaaaaa bukan main, bikin mupeng tujuh keliling, secara, cerdasnya nggak karuan, lucu pula, iiihhh gemeeeeeeessss!!!

Telepon,

SMS,

Telepon lagi,

SMS lagi,

Dan lanjut telepon,

Dan lanjut SMS,

Dan akhirnya dia pun berhenti SMS dan telepon.

Kenapa Cinta, koq bisa?

Bisa…hanya karena 1 saja pertanyaan.

“Cinta kuliah dimana?”

DEG! Perasaan Cinta waktu itu, ingin nggak jujur, Cinta yakin pasti bisa jawab semua pertanyaan kalaupun bohong soal kuliah ini. Tapi guys, Cinta mutusin untuk jujur, Cinta jawab, Cinta nggak kuliah.

Dan, SMS dan telepon pun berakhir, dia ninggalin Cinta, ninggalin rasa suka dan kagumnya ke Cinta, hanya karena dia malu…Lulusan S1 UNDIP Teknik Mesin punya pacar nggak kuliah? Hellloooowwww, apa kata dunia? *__*

Cinta hapus nopenya, daripada bikin nyeseg ya nggak? Eh tapi pas lebaran dia minta maaf loh guys, maaf atas perlakuannya selama ini ke Cinta. Ya sudah, mau gimana lagi? Cinta maafkan koq, insya Allah. Akhirnya dia nikah dengan cewek lain. Cuma saat itu hati Cinta jadi bertanya-tanya :

Sepintar apa dia? Ah kelihatan biasa saja koq.

Secantik apa dia? Kalau nanya teman katanya lebih cantik Cinta, kata teman loh guys, bukan kata Cinta ya. 🙂

Lulusan apa dia? Lulusan S1 UNDIP juga sih, Cinta apa hayo? Wuaaaahhhh iya deh ngaku, Cinta kalah mah kalau yang ini, Cinta cuma lulusan SMU, puasssss! @__@

Beberapa bulan, datang lagi cowok, lulusan S1 LN, Negeri Fir’aun…bingung juga Cinta, kenapa juga bisa suka Cinta yang biasa-biasa aja? Cinta yang cuma anak SMU loh! Nggak masuk diakal kan? Sama! Cinta juga nggak sampai mikirnya, hihi. ^__^. Tapi, lagi-lagi hubungan berakhir, BUBAAARRR Kenapa Cinta? Ah nanti dulu ya, jawabannya di bawah.

Lalu datanglah si Gibran, Gibran yang memenuhi sebagian besar tulisan mellow di blog ini. Gibran yang mengajarkan Cinta Sastra, sesekali dia mengajarkan perbedaan Sastra Arab dan Indonesia. Kusebut Gibran, karena ia juga lulusan S1 dari negeri yang sama, Beirut, Lebanon. Ia yang selalu bilang, tak lengkap jika tak menunjukkan Sastra-nya pada Cinta. Ia yang bahagia dan berkata, terimakasih sudah menjadi satpam yang menjaga hatiku. Ia yang pernah berjanji memenuhi pintaku yang sampai saat ini belum juga ia tunaikan, berdua pacaran naik bajaj…Kenapa ingin sekali naik bajaj bersamaku, kenapa tidak naik mobilku saja? Aku diam saja waktu itu. Ah, padahal ingin sekali bilang..karena Cinta ingin mendengar Gibran berkata cinta di bajaj, pasti kenceng kan? Ya, pasti! Itulah, Cinta hanya ingin mengenang suaramu, Gibran, suara yang bersaut-sautan dengan bisingnya bajaj mengatakan cinta padaku. Ia yang membuat kisah cinta ini punya lagu,

Karena kau buktikan untukku, satu kisah tentang kita yang teramat indah tuk terlupa

sempurna bukan milik kita, namun kau selalu ada untukku, lengkapi hidupku dengan indah,

dengan indah…(Ungu – Hakikat Cinta)

Si Mesir dan si Beirut pergi tanpa pesan begitu saja seperti di telan angin.

“Kemana Cinta, kemana mereka?”

“Dijodohkan oleh keluarganya.”

“Dengan siapa, Cinta?”

“Dengan hafidzoh.”

Speechless. Aku bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan hafidzoh…ngajiku masih bolong-bolong. Bacaannya masih semrawut, tentu mereka lebih baik 1000x dariku, ya sudahlah!

Tapi beberapa hari lalu, Gibranku kembali, sehari setelah ayahnya, yang menjodohkannya dengan si hafidzoh meninggal. Ia bilang tak ada yang sepertiku. Tiba-tiba saja nyeseg guys, ada serentetan pertanyaan bermunculan di benakku :

Kenapa baru sadar aku berharga setelah kau dengan yang lain?

Kenapa dulu pergi? Kenapa sekarang harus kembali?

Mau kukemanakan semua tulisanku tentangmu, Gibran?

Kenapa kau harus mengacak-acak lagi perasaanku?

Kenapa tidak pergi saja kau!

Enyah saja kau! Just go to hell!

*Sedikit banyak, kurasa ini buah dari doa si kecil Cinta.

Cinta memutuskan kuliah setelahnya, Cinta mau menantang diri-sendiri, negeri atau swasta jadi sama saja, yang penting aktualisasikan diri dengan baik, itu saja. Aku ingin berharga, aku tidak ingin disia-siakan lagi, sungguh itu sakit!

TO BE CONTINUED…

 

Iklan

31 thoughts on “Kotak Pandora (Part 2)

  1. Sedikit dipoles dan editing bisa jadi bagus sekali ceritanya. Namanya hidup ya seperti itu. Keren sih klo nurut saya. Penuh perjuangan.

    Tapi cinta pasti bisa dengan mudah menyelesaikan kuliah. Sekarang kuliah kan? Di swasta ? Klo bisa dapat nilai tunggi ntar juga nudah dapat kerjaan dg gaji tinggi. Semoga sukses.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Keren ya perjalanan hidupnya, dan kerennya lagi kamu berani terbuka. Salut!

    Oya, saya ada teman alumni SMANSA Pekalongan (kalo tidak salah), pertama temen satu jurusan waktu kuliah S1 dulu, satunya lagi dosen di jurusan yang sama. Dua-duanya cerdas, terutama dosen saya itu.

    Disukai oleh 1 orang

  3. firman Allah Ta’ala dalam kalam-Nya, “Maka sesungguhnya setiap satu masalah itu ada banyak jalan keluar, sesungguhnya setiap satu masalah itu ada banyak jalan keluar.”

    Semuanya indah koq Cinta, Assa rasa dalam setiap cerita hidup Cinta pasti ada ‘tambahan rasa’ cinta dan tawakkal kepada Allah Ta’ala. Karena Allah Ta’ala pun tidak akan pernah sama sekali meninggalkan hambanya sendirian. Jika seorang hamba bertobat maka Allah Ta’ala mencintainya, dan jika seorang hamba tidak mau bertobat maka Allah Ta’ala adalah dokter yang akan menyembuhkannya. Wallahua’alam

    Disukai oleh 1 orang

  4. kisahnya sangat sangat unik, penuh lika liku
    kalau gagal masuk PTN aku juga mengalami, bedanya kalau Cinta dari SMA favorit sekabupaten, aku hanyalah lulusan SMA favorit di beberapa kecamatan dan akunya ga pernah masuk 3 besar

    Disukai oleh 1 orang

      1. pelajaran yang bisa kita ambil baik kisah cinta maupun diriku yang gagal masuk PTN sepertinya memang faktor ego yang tidak di Ridhoi Tuhan, dan Tuhan memilihkan jalan yang lain, ini sangat saya rasakan ketika kuliah luar biasa rumitnya, dengan nilai yang nyaris kena DO, alhamdulillah akhirnya bisa kelar juga masih dalam batas waktu yang wajar

        Disukai oleh 1 orang

      1. Kalo cerewet itu bukannya berisik ya bang? 😁

        Ibu aja suka banget nyubit pipi Cinta sambil bilang…”Cinta, kalo ngomong tuh satu satu dunk, pelan, nafas dulu, jangan kayak burung beo gtu!” 😁

        Ah Cinta malu bang, kdg2 pgn jd cewek lmbut sdkit bcara dan alim gtu, tp ga bisa 😯

        Suka

      2. Be yourself, Cinta 🙂 Berubah itu mesti perlahan dan satu-satu. Buatlah target harian. Hari ini ingin menata kepribadian yang mana, hari besok yang mana, jadi lebih mudah 🙂

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s