Si tampan-ku sakit lagi


Perasaanku gundah, air mataku meleleh, aku tak bisa tidur,

Dia yang diijinkan orang tua nya untuk kuberi nama,

dia yang kupanggil si tampan dengan senyumnya yang paling menawan,

dia yang suka sekali tersenyum dan menyimak ketika aku bersenandung sholawat,

dia yang memperhatikan setiap mimik wajahku ketika kugendong, matanya yang bulat dengan bulu mata yang lentik, hidung mancung dan bibir tipis itu membuatku mampu terseyum dan bersyukur, aku bisa memiliki malaikat seindah dia

dia yang antusias dengan ekespresinya ketika tantenya ini bercerita, tante yang hanya bisa menceritakan dongeng kucing putih yang kesepian, hingga akhirnya si kucing menemukan keluarga barunya dan bahagia, karena hanya itu yang bisa tantenya lakukan.

Saat tantenya rindu, di telepon ia hanya bisa menyapa…

“hallo Dian sayang, sedang apa sayang, kangen nggak sama tante?”

Lalu si tampan-ku akan membalas dengan dialog seadanya, haooo ooowww ieeee haaaaa, dialog yang seadanya dan sebisanya, tapi tantenya tahu itu tanda sayang.

Si tampan-ku kini tak lagi antusias dan tersenyum, ia sedang terbaring di kasur dengan seprei putih, selang oksigen di hidung, infus di tangan dengan bau obat-obatan yang khas yang selalu menyengat hidung, ya, ia kini berada di rumah yang kata orang adalah tempatnya orang sakit.

Dari kabar yang kudengar via telepon, ia sering menangis, wajahnya cekung meski berat badannya masih sama.

“Owh Cinta ingin pulang ibu, Cinta mau pulang sekarang, Cinta mau lihat Dian”

“Tidak usah Cinta, Cinta doakan saja dari sana ya, ibu tahu awal bulan seperti ini kerjaan Cinta banyak, didoakan saja”

“Tapi Cinta ingin lihat Dian”

“Besok dikirim fotonya”

“Janji ya bu”

“Insya Allah”

Andai bisa, biar sakit itu dipindah saja ke tantenya, tantenya ini pasti kuat asal bisa melihat senyumnya.

IMG_20160801_195524
Si tampan-ku, Dian

Sahabat-sahabatku yang baik doakan Dian cepat sembuh ya, semua sahabat di dunia nyata Cinta sudah Cinta minta untuk mendoakan, karena kalian juga penting buat Cinta, Cinta minta doanya juga, Doakan si tampanku sembuh ya.

semoga doa-doa kalian yang indah akan menembus langit, di dengar Allah dan turun kembali ke bumi sebagai penyembuh untuk si tampan-ku, aamiin.

 

Iklan

29 thoughts on “Si tampan-ku sakit lagi

  1. Jadi teringat Ranaima, keponakan perempuan yang saya jg ikut sumbang nama atas izin kedua orantuanya. Beberapa hari lalu, dia juga sempat sakit. Padahal baru lincah2nya belajar berjalan…

    Semoga diberikan sehat untuk keponakanya ya mbak…

    Disukai oleh 2 orang

  2. Β β€œAllahumma Robbannas, Adz-Hibil Ba’sa Isyfi Antasy-Syafi La Syifa’a Illa Syifa’uka Syifa’an La Yughadiru Saqoman.”
    Artinya : β€œYa Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari padaMu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.” amin

    Disukai oleh 2 orang

    1. iya mbak, alhamdulillah dpt kabar kalo selang oksigennya sudah dilepas, jadi bisa digendong, hari kemarin katanya nangis2 sampe kakinya dihentak-hentakkan gitu karena jengkel pengin digendong tapi ga bisa.
      kabar terbaru, lendir di paru-paru nya sudah mulai hilang, tapi DBD nya belum mba, panasnya masih naik-turun kayak roller coaster.

      Aamiin aamiin, jazakillah khoiron katsiir. πŸ™‚

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s