Review Film “I Love You from 38.000 feet”


Hay guys, selamat pagi, kali ini Cinta mau me-review film remaja R13 “I Love You from 38.000 feet”.

I-Love-You-From-38.000-FT

Sebenarnya, Cinta nggak ada passion buat nonton ni film, tapi rayuan Risha, si centil di postinganku kemarin yang melenakan membuatku nggak tega menolak keinginannya. Dan ternyata Cinta salah guys, film ini nggak membosankan, malah cukup membuat Risha dan Cinta mbrebes mili ( nangis bombay ) sepanjang cerita.

“Tante, tahu nggak apa yang lagi kekinian di FB dan Instagram?”

“Tahu, game Pokemon Go? Atau Pray for Mesir? Pray for Instanbul? Istanbul-Salah satu kota terindah dan terbesar idaman Cinta yang pengin sekali Cinta kunjungi kelak *malah curcol :D” ( ralat untuk point kedua dan ketiga, bukan kekinian ya guys, tapi keharusan sebagai umat Islam mendoakan saudara sesama muslim yang sedang tertimpa musibah ).

“Ih, bukan tante, kalau itu mah Risha udah tahu dari dulu, dan udah pray juga habis sholat buat Mesir dan Istanbul tapi nggak pake posting, doa kan lebih penting disampaikan langsung ke Tuhan bukan di FB atau Instagram, tante, ya nggak?”

Ih, jawaban tulus dari seorang centil Risha cukup menohok! πŸ˜€

“Terus apa dong yang lagi kekinian di FB dan Instagram versi Risha H*****h?”

“Pasang foto tiket nonton film di bioskop.”

“Alamak, hahaha,” aku nggak sanggup nahan ketawa, ada-ada saja anak jaman sekarang yah :D.

“Ih, tante, koq ketawa? Seriusan ni tante!”

“Ok ok ok, tante serius ni, kalo emang itu foto yang lagi kekinian, foto aja tuh ticket nonton “Jilbab Traveller Love Spark in Korea” yang kemarin kita tonton, selesai kan?”

“Ah, itu kan film-nya hijabers, kalo film buat remaja bukan itu tante, tapi ILY.”

“ILY? Film apaan itu, koq tante baru tahu?”

“Itu loh tante, film “I Love You from 38.000 feet” yang diperanin sama Michelle Ziudith dan si ganteng Rizky Nazar.”

“Owalah, itu toh,” ngerasa kuper sambil garuk-garuk kepala karena nggak tahu apa itu ILY. ^__^>

“Ah, nggak mau, paling ceritanya begitu-begitu aja, nggak seru.”

“Ih, tante mah, nih liat, mbak Dini, mbak Imah pada pasang foto ticketnya tante, masak nggak kasian sama Risha, hiks hiks hiks,” sambil nyebutin nama ponakan-ponakanku di Pekalongan yang udah nonton ILY, si Risha pura-pura mewek manja,”apalagi kalau hari Senin tanggal 18 Juli 2016 katanya ada meet and greet nya lho tante di mall Lippo Cikarang, ayo tante nonton, nanti Risha mau foto sama Michelle Ziudith dan Rizky Nazar terus Risha kasih izin deh kalau mau dipamerin di blog tante, gimana?”

Kali ini rayuan si Risha berhasil meluluhkan Cinta, bukan karena mau foto itu loh ya, tapi murni nggak tega lihat anak sendiri, anak kakak maksudnya, mewek-mewek manja. πŸ˜€

“Okeh, tapi dengan satu syarat ya.”

“Apa tante, 5 syarat juga boleh yang penting nonton, hehe.”

“Pake sensor ya, nanti kalau ada adegan kiss nya, tante tutup ya mata Risha pake tangan tante, gimana, deal?”

“Siyaaaappp, tante, I love you tante, muah muah muah,” sambil meluk meluk girang.

Alhasil tanggal 18 Juli 2016 pukul 18.45 wib, nontonlah kita, Cinta dan Risha, tapi sayang, ternyata meet and greet-nya jam 16.30 wib so kita nggak ketemu Michelle Ziudith dan Rizky Nazar, cuma ketemu di film-nya doang hehe.

Dan ini review filmnya :

Soundtrack ILY by Cinta Nungky Lestari

*maaf kalau serak suaranya, si virus batuk belum juga hilang dari tubuh Cinta, heee.

Film besutan sutradara Asep Kusdinar ini ternyata adalah adaptasi dari novel dengan judul yang serupa karya Tisa TS. Film ini berkisah tentang seorang gadis riang, berjiwa petualang yang juga kerutunan ningrat bernama Aletta ( Michelle Ziudith ). Aletta kabur dari Jakarta ke Bali karena dijodohkan keluarganya dengan Dhito ( Verrel Bramasta ), setelah sebelumnya berhasil mengerjai Dhito pada saat pertemuan pertama dalam rangka menggagalkan proses perjodohan itu. Aletta bertingkah aneh dengan dandanan khas Jawa ( Kebaya Merah dengan bawahan kain jarik selutut plus kacamata hitam ), bicara seenaknya dengan nada sangat tidak sopan, dan pura-pura memesan wine ( kocak banget scene ini πŸ˜‚ ). Lalu setelah pertemuan itu, scene langsung berubah di sebuah taxi dimana Aletta berganti baju dari dandanan tradisional menjadi dandanan remaja sekarang ( ini juga nggak kalah kocak, bikin ngakak! πŸ˜‚πŸ˜‚ ).

Scene selanjutnya adalah di pesawat. Aletta sempat bertatapan dengan cowok ganteng, Arga ( Rizky Nazar ) yang tiba-tiba duduk di sebelahnya, menyelamatkan Aletta dari gangguan cowok alay ( tidak tahu namanya ) yang sebelumnya duduk di sampingnya.

f645316cfd5739271f86363433de9953f

Kedekatan mereka berlanjut di Bali.

Arga dan team-nya ternyata sedang mengadakan program road-show untuk acara pecinta alam “Geography Channel” yang tanpa sengaja membawa Aletta menjadi host-nya.

Arga adalah cowok pendiam, cool banget dan sangat susah didekati cewek, namun akhirnya berhasil luluh juga oleh Aletta. Setelah Aletta mengucapkan kata-kata ini nih,

“Arga, aku tahu kenapa kamu marah sama aku, karena perasaan kamu udah berubah, kan? Karena kamu takut kehilangan aku, iya kan?”

Maksa banget ya? Tapi nggak apa-apa, kadangkala cowok perlu dipaksa kalau tipenya cool banget kayak kulkas gini. 😁

Rasa cinta pun mulai tumbuh di antara keduanya. ( bukan Cinta yang nulis ya, tapi perasaan cinta ).

Yang menarik dari film ini menurut Cinta adalah : Pertama, lokasinya keren, Bali. Tidak dijelaskan lokasinya dimana, tapi tempatnya di alam bebas, semacam touring, camping, diving, ada juga setting yang keren di kereta.

Touring :

122.jpg

Camping :

page

Diving :

12

Setting yang keren di kereta :

2

 

Kedua, gimana sih guys rasanya dikasih kejutan foto di ketinggian pesawat 38.000, dengan tulisan I Love You sebelumnya?

I Love You From 38.000 Feet.

Romantis banget kan? *__*

Ketiga, terus gimana sih rasanya, nungguin pacar datang dari Bali ke Jakarta di malam ultah kita tapi ternyata pesawatnya kecelakaan setelah kirim foto “I Love You from 38.0000 Feet”, tadi?

Baper kan pasti? Iyalah, Cinta dan Risha aja baper sampai nangis sesenggukan. 😒😭😭

Keempat, nggak ada adegan kiss-nya jadi beneran aman untuk R13.

Itu nilai plus nya, kalau disuruh ngasih rate 1-10, Cinta kasih 8 karena kebaperan tadi. Jadi inget tokoh “Ian”, tokoh fiksi di salah satu cerbung Cinta yang udah meninggal. 😒

Terus kurang bagusnya di film ini adalah, setelah 1 tahun si Arga nggak ditemukan jasadnya, eh dia nongol lagi di acara akad nikahnya Aletta dan Dhito. Terus si Aletta nggak jadi nikah sama Dhito. Gimana coba?

Kalau Cinta sendiri di posisi Aletta, nggak mungkin lah, secara, masa lalu guys, udah meninggal, terus hidup lagi, udah habis airmata mau move-on eh datang lagi, udah basi kali ya? Iya kalau datangnya di saat yang tepat, di acara pernikahan loh guys, koq bisa?

Tapi karena ini film, ikuti saja alurnya, ini film bergender drama romance guys, dimana cinta yang telah mendarah-daging nggak bisa hilang dalam waktu setahun so kalian udah bisa nebak kan? Dhito nggak jadi nikah karena melihat ketulusan cinta Arga-Aletta. Mereka, si periang dan si cool akhirnya bersama. The end.

But wait, bonus foto gantengnya Rizky Nazar di bawah ini πŸ™‚

images

Dan akhirnya, sesampainya di rumah, si Risha langsung upload foto ticket nonton tadi ke FB dan Instagram sambil senyum-senyum penuh kemenangan.

Ah, ternyata, bahagia itu simple, hanya dengan melihat si centil itu senyum, rasanya damai sekali hati ini. *lebay dikit.

Udahan ah,

Salam,

Cinta Nungky Lestari.

 

 

 

Iklan

36 thoughts on “Review Film “I Love You from 38.000 feet”

      1. Film yang alurnya gk bisa ditebak hehe. Action2 biasanya. Tp drama pun juga suka asal gk cinta2an melulu dan gk ketebak alurnya kemana hehe.

        Kalo kakak suka nya? Drama romantis gitu ya

        Disukai oleh 1 orang

      2. Bnyak Itsna : drama romance (the notebook, forest gump), petualangan dan fantasy ( semacam trilogi lord of the ring), cartoon ( kungfu panda, the BFG, the good dinosaur ), horror (kdg kl lg suntuk, biar bs teriak-teriak sepuasnya haha πŸ˜‚), Comedy ( kungfu hustle ), mistery ( the Da Vinci Code ). Superhero, masuk ke genre fantasy sbnrnya ( film ini sll ngajarin qt utk lbh menghargai org lain, bahwa mreka yg trlihat lemah sbnrnya lbh hbat dr prkiraan qt ).
        Hampir semua genre q suka dek 😊

        Disukai oleh 1 orang

      3. Yayaya. Itsna suka yg petualangan misteri dan bikin penasaran pokoknya seperti yg kakak jelasin hehe. Cuman itsna anti horor banget terutama final destination itu cuman opening aja selanjutnya gk berani liat lagi heheh

        Disukai oleh 1 orang

      4. Wuah itu keren dek Itsna, yakin. Efek nya itu loh dek, apalagi yg pas jatuh dr jembatan trs tubuhnya lgsg terbelah jd dua, Cinta sih suka di-efek nya ya, super keren. 😊

        Suka

      1. Owh gtu, iya sich kl nonton sndiri ga seru. Tp ga apa2 Linda, kl Cinta mah kl pgn sesuatu lgsg jalan aja, biasanya dr rumah sndiri, entar pulangnya kan dpt kenalan baru, hihi 😊

        Disukai oleh 1 orang

      1. Hi hi hi hi. . . Iya Cin makanya aku suka film lucu. . . tapi bahkan kartu pun aku sering nangis Cin.

        Tau film horor yang judulnya “Mama” nggak? Kata temen-temenku itu nggak ada sedih2nya, serem doang.

        Tapi bagi aku sedih. Aku jadi the only person yang nangis seruangan kayaknya.

        Inget banget kejadian itu soalnya ampe dimention berbulan-bulan tentang itu sama anak-anak :”D

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s