Hujan ( Part 4 )

That’s what real love is…

cinta

Derai hujan masih belum juga mereda. Hawa dingin mulai menyelusup masuk melalui sela-sela kecil yang bisa terjangkauinya. Seolah-olah hamparan debu yang tertiup angin, mereka berlomba dan saling mengejar ke tempat yang membuatnya paling nyaman. Andai bisa dilukiskan, mungkin begitu juga yang terjadi dengan sel-sel saraf otak Mutia. Mereka sedang berusaha keras memberitahu Mutia tentang apa yang terjadi, semua praduga mulai muncul satu demi satu membuatnya semakin gusar dan tak tenang. Lanjutkan membaca “Hujan ( Part 4 )”