Kado untuk Ian ( Part 1 )


Aurora

13310639_616212735197115_3119573267448988378_n

22 Juni 2013

Ini seperti dejavu.

Aku seperti menangkap potret yang sama dari dua bola mata ini. Pertama, yang kutangkap lewat sebuah lukisan kanvas bertema cahaya “aurora” hadiah ultah darimu tahun kemarin. Kedua, kali ini lewat lukisan Sang Maha Pencipta.

“Ian, aku di Tromso sekarang, aku bersama aurora-mu” bisikku dalam hati “kau bisa melihatnya dengan kedua mataku kan?”

Kualihkan pandanganku, di sekelilingku banyak sekali pasangan muda-mudi yang rela kedinginan dengan suhu di bawah 30 derajat Celcius hanya untuk melihat fenomena alam yang indah ini. Kemudian setelahnya sayup-sayup terdengar ucapan syukur. Anehnya, aku malah tidak merasakan dingin sama sekali, aurora-mu itu merubah dingin di sekujur tubuhku menjadi hangat. Aku merasa beruntung kali ini karena cuaca di langit cukup cerah membuat pantulan cahaya warna menjadi sempurna merah-kuning-hijau-jingga. Menurut keterangan salah satu tour guide di sini, bila cuaca mendung, warna aurora yang terlihat di langit tidak sempurna.

Norwegia.

Negeri yang tidak pernah gelap ini membuatku belajar banyak hal. Ia juga selalu mengingatkanku akanmu. Kau tenanglah di atas sana, aku akan selalu menjadi matamu untuk melihat dunia yang belum pernah kau lihat sebelumnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s