Red Yukata


maki1Saat itu, menjelang perayaan Hanabi di kota kecil Karatsu.
Tepatnya, dua hari sebelum festival kembang api “Hanabi” saat aku sedang mematut diri di depan cermin memilih kimono mana yang bagus untuk kupakai.

“Merah Ai…merah cocok untukmu”

Hari ini, tepat pertengahan bulan Agustus, aku memakai yukata warna merah seperti yang kau pinta…berjalan di antara keramaian orang, dengan sedikit tergesa menyeimbangi langkahmu karena geta yang kupakai ber-hak tinggi.

Mungkin, kau menyadari langkahku yang pelan, karena setelahnya, kau menggamit tanganku dan berkata,

“Ayo, peganglah tanganku, kau tidak akan terseok-seok lagi, percayalah”

“Iya, terimakasih Yoshiko kun”

“Hei, jangan memanggilku terlalu formal begitu, terdengar sedikit risih di telingaku, panggil aku Yosh saja”

Sedikit moment saja mengenai red yukata mengubah kebersaman kita. Kau adalah anak dari sahabat ayah yang tinggal di rumahku seminggu lalu. Saat itu, bahkan terasa sangat menyebalkan saat harus pindah kamar, ayah bilang, tamu harus diutamakan, maka dari itu, kau memakai kamarku yang paling kucintai. Sebenarnya, bukan masalah pelit hingga aku tak mau membagi kamarku denganmu Yosh, hanya saja…aku kehilangan sesuatu. Bau laut! Ya, bau laut yang terasa lengket di kulit namun aku suka, aku selalu mencium bau ini tiap kali bangun tidur. Namun aku kini kehilangan bau lautku. Aku tak lagi bisa membuka pintu, memejamkan mataku untuk mencium aroma asin-nya.

Tapi Yosh, malam ini kau terlihat berbeda, ternyata, kau tidak seburuk yang kukira, orang yang hanya bisa merebut milikku yang berharga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s